Geliat Pasar Taman Puring Sejak 1960-an: Konotasi Negatif sebagai Tempat Barang Tadahan hingga Dikenal sebagai ‘Surga’ Sepatu Murah

Frengky AruanFrengky Aruan - Selasa, 29 Juli 2025
Geliat Pasar Taman Puring Sejak 1960-an: Konotasi Negatif sebagai Tempat Barang Tadahan hingga Dikenal sebagai ‘Surga’ Sepatu Murah

Aksi Damkar Berjibaku Padamkan Api Kebakaran Pasar Taman Puring Mayestik Jakarta Selatan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com- Pasar Taman Puring di Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan setelah dilahap api, Senin (28/7) malam. Diperkirakan sekitar 500 kios yang menjadi sentra penjualan sepatu ini ludes dilalap si jago merah.

Pasar Taman Puring memang dikenal sebagai 'surga' sepatu dengan harga murah di kawasan Jakarta Selatan. Pada masanya, hampir semua anak muda Jaksel dan sekitarnya membeli sepatu di sana dengan harga miring dan bisa ditawar.

Dahulu, kawasan ini hanyalah pangkalan oplet dan tempat mangkal para pedagang pikulan. Namun sejak era 1960-an, taman ini mulai dipadati pedagang kaki lima yang menjual barang-barang bekas, seperti sepatu, elektronik, pakaian, hingga onderdil kendaraan.

Lantas, pada tahun 1983, di bawah pemerintahan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Soeprapto, Pasar Taman Puring dibangun. Pembangunan ini bertujuan untuk menampung para pedagang barang bekas yang tersebar di Jakarta Selatan, memberikan mereka wadah yang lebih terstruktur untuk berdagang.

Baca juga:

Gulkarmat DKI Jakarta Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Pasar Taman Puring

Pada tahun yang sama, sebuah taman rekreasi juga dibangun tepat di samping pasar, menjadikan area tersebut lebih hidup dan menarik.

Reputasi ini menjadikan Pasar Taman Puring destinasi favorit bagi mereka yang mencari barang berkualitas dengan budget terbatas.

Namun, tidak hanya sepatu yang diperdagangkan di sana. Beragam barang kebutuhan lainnya juga tersedia, mulai dari elektronik, ponsel, aksesori otomotif, hingga pakaian.

Bahkan, pasar ini juga dikenal sebagai salah satu pusat piringan hitam atau vinyl, menarik para kolektor dan pecinta musik.

Pada periode 1980-1990-an, nama Taman Puring sempat memiliki konotasi yang berbeda. Pada masa itu, pasar ini dikenal sebagai pusat 'tadahan' barang-barang hasil kriminal.

Namun, seiring berjalannya waktu dan penataan yang dilakukan, reputasi tersebut berangsur-angsur berubah.

Krisis moneter yang melanda Indonesia pada pertengahan 1997 dan berlanjut hingga 1998 memberikan dampak signifikan pada Pasar Taman Puring. Banyak warga yang kehilangan pekerjaan akibat PHK massal beralih profesi menjadi pedagang.

Kondisi ini membuat Taman Puring menjadi alternatif tempat usaha yang ramai, terutama saat akhir pekan.

Pemrintah pada masa itu berinisiatif menyediakan tenda-tenda untuk berdagang bagi warga yang terkena dampak krisis, menunjukkan peran pasar sebagai penyelamat ekonomi rakyat.

Baca juga:

Polisi Minta Warga Hindari Kawasan Taman Puring Pasca Kebakaran

Pasar ini tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga simbol ketahanan dan kreativitas masyarakat dalam menghadapi tantangan, memperkaya Pasar Taman Puring.

Kebakaran yang terjadi kemarin ternyata bukan kali pertama. Salah satu peristiwa paling membekas diingatan adalah kebakaran besar yang terjadi pada 29 Juni 2002.

Api, yang dipicu oleh korsleting listrik melahap ratusan kios dalam waktu singkat. Sebagian besar kios saat itu terbuat dari material mudah terbakar sehingga mempercepat penyebaran api. (Knu)

#Pasar Taman Puring #Kebakaran #Jakarta Selatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Objek yang terbakar rumah tinggal dengan kategori bangunan rendah.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Permukiman Padat di Kramat Pulo, Jakpus, Terbakar, Gulkarmat Kerahkan 30 Mobil Pemadam
Indonesia
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Konsentrasi Partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat di atas 200 mikrogram per meter kubik.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Bukan Mereda! Titik Panas Makin Bertambah di Sumatera, Udara Sudah Sangat Tidak Sehat
Indonesia
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Sampel dari lokasi perusahaan yang telah disegel kini telah dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
Diduga Bakar Lahan, 12 Perusahaan di Sumatera Selatan Disegel
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Operasi pemadaman dan pendinginan melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Api di TPA Jatibarang Semarang masih Berkobar, BNPB Sebut Pemadaman Dilakukan Lintas Sektor
Indonesia
TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Dipicu Gas Metan dalam Tumpukan Sampah
Luasan area kebakaran diperkirakan mencapai 10 ha.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
TPA Jatibarang Semarang Terbakar, Dipicu Gas Metan dalam Tumpukan Sampah
Indonesia
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Helikopter-helikopter tersebut telah melaksanakan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran udara
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Jepang Akhiri Misi Padamkan Kathutla di Indonesia
Indonesia
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Masih banyak bangunan di Jakarta yang belum sepenuhnya memperhatikan standar keselamatan bencana kebakaran.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Ketua DPRD DKI Ingatkat Potensi Kebakaran Selama Kemarau El Nino
Indonesia
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
"Saya minta tidak usah lagi ada macam-macam, kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Kapolri Diperintah All Out Tindak Perusahaan Pelaku Karhutla, Pencabutan Izin Tidak Bikin Jera
Indonesia
Karhutla Masih Belum Dijinakkan, Kesehatan Warga Makin Buruk
Keterpaparan kabut asap berbulan-bulan yang dialami warga bukan sekadar masalah kenyamanan biasa, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Karhutla Masih Belum Dijinakkan, Kesehatan Warga Makin Buruk
Bagikan