Gelar Olah TKP, Polisi Cari Penyebab dan Bukti Robohnya Selasar BEI
Kondisi atap kanopi gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ambruk. (Istimewa)
Merahputih.com - Kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Olah TKP tersebut untuk mendalami peristiwa ambruknya selasar lantai 1 di gedung tersebut yang menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka.
“Pagi ini Labfor akan melakukan olah TKP untuk menyelidiki apa penyebab robohnya selasar di gedung BEI tersebut, kemudian mencari barang bukti juga,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Selasa (16/1).
Selain Labfor Mabes Polri, olah TKP juga dilakukan tim dari Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Selatan, dan Inafis Polda Metro Jaya.
"Tentunya nanti Labfor akan mencari apa sih kira-kira yang menjadi penyebab robohnya apakah ada unsur kelalaian atau karena faktor usia bangunan dan segala kemungkinan akan diselidiki,” beber Argo.
Selasar yang berada di Tower II itu tiba-tiba roboh pada Senin (15/1) sekitar pukul 11.50 WIB. Dalam insiden itu, puluhan orang mengalami luka-luka. Sebagian korban adalah mahasiswa yang sedang melakukan kunjungan ke BEI.
Namun, pihak pengelola memastikan perdagangan saham tak terganggu akibat insiden itu. Pengelola juga bertanggung jawab atas jatuhnya korban. (ayp)
Bagikan
Thomas Kukuh
Berita Terkait
IHSG Senin Pagi Kembali Anjlok, Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Otoritas Bursa dengan MSCI
Danantara Tegaskan Pembelian Saham BEI tidak Otomatis Jadi BUMN
Redakan Gejolak IHSG, OJK Janji Penuhi Rekomendasi MSCI
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Dirut BEI Gantikan Iman Rachman, Stabilitas Pasar Jadi Prioritas
Dananara Buka Peluang Investor Asing Beli Saham BEI
Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Pejabat Otoritas Bursa dan Keuangan Mundur, Ini Kata Pengamat
Komisi XI Nilai Mundur Dirut BEI Alarm Pasar Modal
Memahami Istilah 'Trading Halt' dalam Pasar Saham