Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Dirut BEI Gantikan Iman Rachman, Stabilitas Pasar Jadi Prioritas

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 02 Februari 2026
Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Dirut BEI Gantikan Iman Rachman, Stabilitas Pasar Jadi Prioritas

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DIREKSI dan Dewan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjuk Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama BEI yang baru. Jeffrey menggantikan Iman Rachman yang mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (30/1).
?
Jeffrey sebelumnya menjabat Direktur Penilaian Perusahaan BEI. Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan operasional bursa di tengah gejolak pasar modal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
?
“Kami memastikan operasional di Bursa Efek Indonesia akan berjalan secara normal,” kata Jeffrey dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1).
?
Ia menegaskan seluruh keputusan strategis yang diambil manajemen BEI tetap berjalan sesuai dengan ketentuan dan tidak akan terganggu oleh pergantian pimpinan. Menurutnya, stabilitas pasar dan kepercayaan investor menjadi prioritas utama manajemen bursa. “Demikian juga keputusan yang akan dilakukan manajemen Bursa Efek Indonesia tidak akan terganggu sama sekali,” ujarnya.

Baca juga:

Susul Dirut BEI, Mahendra Siregar dan Sejumlah Petinggi OJK Mengundurkan Diri


?
Pengunduran diri Iman Rachman terjadi di tengah tekanan berat yang dialami pasar saham domestik. Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembekuan perdagangan atau trading halt sejak pembukaan perdagangan pada Kamis (29/1), setelah mengalami penurunan tajam.
?
Tekanan terhadap IHSG masih berlanjut hingga Jumat pagi, sebelum akhirnya mereda dan berbalik menguat seiring beredarnya kabar pengunduran diri Iman Rachman dari kursi direktur utama BEI.
?
Penurunan IHSG tersebut dinilai bukan terjadi secara tiba-tiba. Salah satu faktor utama yang menekan pasar adalah keputusan MSCI yang menyoroti persoalan free float sejumlah emiten di Indonesia. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
?
Di tengah situasi tersebut, BEI diharapkan mampu menjaga stabilitas pasar serta memastikan proses perdagangan saham berjalan secara adil, teratur, dan efisien.(Pon)

Baca juga:

Danantara Genjot Reformasi Pasar Modal: Demutualisasi BEI dan Free Float 15 Persen


?

#Bursa Efek Indonesia (BEI) #Ekonomi #Indeks Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini 15 Oktober 2026? Cari tahu penyebab IHSG turun tajam dan cek analisis saham perbankan (BBCA, BBRI) yang jadi incaran asing!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Usai Rilis MSCI, Cek Analisis Saham BBCA, BBRI dan Daftar Net Buy Asing
Indonesia
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Penasaran dengan arti Standalone Market dan alasan mengejutkan mengapa MSCI menyoroti pasar modal Indonesia? Cek dampak turun kasta dari Emerging Market di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Arti Standalone Market: Mengapa MSCI Menyoroti Indonesia dan Apa Dampaknya?
Indonesia
Panic Selling 45 Saham Unggulan Anjlok Picu BEI Tarik Rem Darurat Trading Halt
IHSG ambruk 8,01% ke level 5.393 dan mengalami trading halt usai MSCI kaji ulang status Indonesia dari Emerging Market. Simak dampak dan analisis lengkapnya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Panic Selling 45 Saham Unggulan Anjlok Picu BEI Tarik Rem Darurat Trading Halt
Bagikan