Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Ganjar Ajak Gen Z Manfaatkan Teknologi untuk Berkreasi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 23 Juli 2023
Ganjar Ajak Gen Z Manfaatkan Teknologi untuk Berkreasi

Ganjar Pranowo. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Ganjar Pranowo melakukan safari politik di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ganjar melakukan pertemuan dengan Gen Z atau anak-anak muda di Lebak Wangi.

Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan kepada anak-anak muda bahwa dunia saat ini sudah berubah. Menurutnya, pengetahuan dan informasi bisa didapatkan dengan mudah lewat pesatnya teknologi.

Baca Juga:

Pemilih Banyak, Ganjar Sebut Bogor Tempat Menarik Bagi Politisi

"Artinya, anak-anak Gen Z ini masuk pasa dunia itu, maka mesti terampil dan mesti bijaksana," kata Ganjar, Sabtu (22/7).

Gubernur Jawa Tengah itu mengajak seluruh anak-anak muda, khususnya di wilayah Lebak Wangi memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk mengembangkan serta berkreasi atas apa yang diinginkannya.

Ganjar menyebut, saat ini sudah banyak anak-anak muda yang berhasil berkreasi dan sukses hanya dengan memanfaatkan teknologi.

"Ada yang menjadi tiktokers, ada yang bisa jadi selegram, dan ternyata dia tidak hanya ngonten, tidak hanya ingin ngeksis, tapi jualan juga loh dia," ujarnya.

Selain Ganjar, ada sejumlah narasumber lainnya dalam pertemuan ini. Mereka diantaranya; mantan vokalis Dewa 19 Once Mekel, Thariq Halilintar, hingga Anang Hermansyah.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono hingga anggota DPR RI Dapil Kabupaten Bogor, Adian Napitupulu.

Ganjar Pranowo menegaskan industri kreatif bukan sekadar karya, melainkan merupakan aset nasional.

“Industri kreatif Indonesia sebetulnya punya masa depan yang luar biasa cerah, karena Indonesia punya budaya yang sangat kaya," katanya. (Pon)

Baca Juga:

Gibran Ngaku Dekat Dengan Semua Capres, Terdekat Dengan Ganjar

#Pilpres #Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Ada empat pilar utama yang mendesak dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Indonesia
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Secara ideal, RUU Pemilu seharusnya bisa dituntaskan pada tahun 2026 sehingga pada tahun 2027 cukup waktu untuk menyosialisasikan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Indonesia
Media Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Sejak awal berdiri, DKPP memang menghadapi tantangan untuk memperkenalkan keberadaannya kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Media Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Indonesia
DKPP Nilai Media Berperan Penting Menyampaikan Putusan Etik kepada Publik
Media memiliki peran penting dalam membangun transparansi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses penegakan kode etik penyelenggara pemilu.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
DKPP Nilai Media Berperan Penting Menyampaikan Putusan Etik kepada Publik
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Wacana tersebut memicu perdebatan karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Indonesia
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Berdasarkan arahan pimpinan DPR, Komisi II juga akan menggelar pertemuan dengan partai-partai nonparlemen.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Indonesia
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Partai harus melakukan kaderisasi politik perempuan yang serius dan berkelanjutan
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Indonesia
Komisi II DPR Nilai Putusan MK Jadi Perlindungan Hak Politik Perempuan
MK memutuskan ketentuan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen dalam pencalonan anggota DPR dan DPRD bersifat wajib dipenuhi partai politik.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Komisi II DPR Nilai Putusan MK Jadi Perlindungan Hak Politik Perempuan
Bagikan