Gajah Sumatera Mati Terseret Banjir Bandang, Saat Ditemukan Sudah Tertimpa Kayu dan Lumpur

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam lalu
Gajah Sumatera Mati Terseret Banjir Bandang, Saat Ditemukan Sudah Tertimpa Kayu dan Lumpur

Seorang warga melintasi bangkai gajah sumatera yang ditemukan mati di daerah bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). ANTARA/FB Anggoro

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati setelah terseret oleh banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Bangkai gajah tersebut tergeletak di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu. Lokasi penemuan itu terbilang terisolasi, hanya dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar dua jam karena dampak luapan Sungai Meureudu.

Kondisi Bangkai dan Keterkejutan Warga

Bangkai gajah itu ditemukan terbenam dan terkubur setengah badan di antara tumpukan kayu hutan dan lumpur yang terbawa arus banjir. Posisinya ditemukan dengan kepala menghadap ke bawah.

Baca juga:

Helikopter Mi-17 dan Bell 412 Bawa Misi Krusial Bantuan Banjir Longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat

Warga Desa Meunasah Lhok menyatakan keterkejutan mereka atas penemuan ini.

"Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir," kata Muhammad Yunus, salah seorang warga seperti dikutip Antara.

Yunus memperkirakan gajah tersebut kemungkinan besar terseret dari kawasan hutan di hulu sungai. Warga kesulitan memindahkan bangkai karena medan yang sulit dan ketiadaan peralatan memadai.

Keterkejutan warga juga dipicu oleh jumlah dan ukuran material kayu yang terbawa banjir.

"Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini," jelas dia.

Tanggapan Pemerintah Daerah dan Dugaan Kerusakan Hutan

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, telah menerima laporan mengenai penemuan bangkai gajah yang terjepit material banjir.

Ia mengakui adanya banyak kayu dari hutan yang hanyut terseret banjir bandang, yang menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga, fasilitas umum, sekolah, dan rumah ibadah di Pidie Jaya.

Hasan Basri belum dapat memastikan apakah banjir bandang dan material kayu yang menyertainya merupakan dampak dari kerusakan hutan di hulu.

Baca juga:

Korban Jiwa Terbanyak Banjir Sumatra di Sumut, Tembus 116 Jiwa

"Sampai hari ini saya belum tahu kondisi di gunung bagaimana. Apakah kayu-kayu ini akibat penebangan atau apa, kami belum tahu. Insyaallah setelah ini kita akan cek kondisi hutan," ujarnya.

Hingga saat berita ini diturunkan, bangkai gajah yang mulai berbau busuk tersebut masih terjepit di tumpukan sisa material banjir.

#Gajah #Bencana Hidrometeorologi #Bencana Alam #Banjir Bandang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gajah Sumatera Mati Terseret Banjir Bandang, Saat Ditemukan Sudah Tertimpa Kayu dan Lumpur
Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, telah menerima laporan mengenai penemuan bangkai gajah yang terjepit material banjir
Angga Yudha Pratama - 2 jam lalu
Gajah Sumatera Mati Terseret Banjir Bandang, Saat Ditemukan Sudah Tertimpa Kayu dan Lumpur
Indonesia
Update Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: 61 Warga Meninggal Dunia dan Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Korban meninggal dunia tercatat tersebar di beberapa
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 47 menit lalu
Update Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat: 61 Warga Meninggal Dunia dan Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Indonesia
Helikopter Mi-17 dan Bell 412 Bawa Misi Krusial Bantuan Banjir Longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Penerbangan tersebut melibatkan empat etape
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 29 November 2025
Helikopter Mi-17 dan Bell 412 Bawa Misi Krusial Bantuan Banjir Longsor Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Indonesia
Presiden Prabowo Pastikan Bantuan Bencana Sumatra Dikirim Terus-Menerus
Presiden Prabowo memastikan bantuan-bantuan lainnya akan terus dikirimkan.
Dwi Astarini - Sabtu, 29 November 2025
Presiden Prabowo Pastikan Bantuan Bencana Sumatra Dikirim Terus-Menerus
Indonesia
23 Orang Tewas 3.900 KK Mengungsi di Sumbar, Daerah Terparah Padang dan Solok
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan dibandingkan provinsi Sumut dan Aceh yang juga terdampak, skala bencana di Sumbar relatif lebih ringan
Wisnu Cipto - Jumat, 28 November 2025
23 Orang Tewas 3.900 KK Mengungsi di Sumbar, Daerah Terparah Padang dan Solok
Indonesia
Semua Kota Kabupaten Aceh Terdampak Bencana: 35 Tewas, 25 Hilang, Pengungsi 4.846 KK
Jaringan komunikasi di Aceh juga terganggu, sehingga dipasangkan sebanyak 28 unit Starlink dan genset untuk memfasilitasi komunikasi darurat.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 November 2025
Semua Kota Kabupaten Aceh Terdampak Bencana: 35 Tewas, 25 Hilang, Pengungsi 4.846 KK
Indonesia
Korban Jiwa Terbanyak Banjir Sumatra di Sumut, Tembus 116 Jiwa
Wilayah dengan kondisi paling parah akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 November 2025
Korban Jiwa Terbanyak Banjir Sumatra di Sumut, Tembus 116 Jiwa
Indonesia
Pesawat Hercules dan A400 Terbang ke Lokasi Terdalam Bencana Sumut, Sumbar dan Aceh, Bawa Bantuan dan Tim Medis
Keempat pesawat tersebut akan diterbangkan ke sejumlah bandara yang paling dekat dengan lokasi terdampak.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
Pesawat Hercules dan A400 Terbang ke Lokasi Terdalam Bencana Sumut, Sumbar dan Aceh, Bawa Bantuan dan Tim Medis
Indonesia
7 Warga Pasaman Barat Tertimbun Longsor Dini Hari, 6 Orang Masih dalam Pencarian
Korban selamat yang berhasil dievakuasi adalah Rendi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 28 November 2025
7 Warga Pasaman Barat Tertimbun Longsor Dini Hari, 6 Orang Masih dalam Pencarian
Indonesia
Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Wilayah Bencana Sumatra, Awan Hujan ‘Dibuang’ ke Lautan
Pemerintah melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan di Sumatera setelah banjir bandang dan longsor akibat Siklon KOTO dan Bibit Siklon 95B.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan di Wilayah Bencana Sumatra, Awan Hujan ‘Dibuang’ ke Lautan
Bagikan