Gaet Wisatawan saat Libur Idul Fitri, Pelaku Wisata Gunung Kidul Siapkan Prokes
Pantai Kukup (Foto: MerahPutih/Fredywansyah)
PELAKU wisata yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyiapkan protokol kesehatan untuk menyambut wisatawan yang akan berlibur pada Idul Fitri 2021 nanti
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunung Kidul Sunyoto di Gunung Kidul, Jumat, mengatakan pihaknya sudah siap dengan protokol kesehatan (prokes) yang menjadi hal paling dasar jika aktivitas tetap aman dari penularan COVID-19.
Baca juga:
Asyiknya Buka Puasa Sambil Selfie Berlatar belakang Candi Borobudur dan Prambanan
"Kami berharap pemerinta pusat tidak tarik ulur soal aturan mudik. Pelaku wisata dan PHRI, serta pemkab sudah menyiapkan skema protokol kesehatan supaya tidak klaster mudik lebaran nanti," kata Sunyoto.
Menurutnya, kebijakan skema aglomerasi wilayah bagi pemudik tidak akan efektif. Selain itu, bila skema tersebut tetap diberlakukan, akan berdampak pada sektor pawisata dan usaha lainnya akan kembali lumpuh seperti Lebaran 2020.
Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir sektor pariwisata berangsur pulih dari dampak pandemi, pasca dilakukan uji coba pembukaan objek wisata.
Hal ini terbukti dengan melonjaknya kunjungan wisatawan di seluruh objek wisata di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelang Ramadan 2021. Jumlah kunjungan wisatawan tiga hari sebelum bulan puasa mencapai 36.214 orang.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul Harry Sukmono di Gunung Kidul, mengatakan Selama satu setengah bulan terakhir, kunjungan wisatawan ke Gunung Kidul cukup tinggi, khususnya saat Sabtu dan Minggu.
Baca juga:
"Jumlah kunjungan wisatawan ada Sabtu (10/4) sebanyak 11.368 orang dan Minggu (11/4) sebanyak 24.846 orang. 80 persennya mengunjungi objek wisata pantai," kata Harry.
Salah satu faktor meningkatnya kunjungan wisata disebabkan lantaran kasus COVID-19 nyaris menyentuh angka nol.
"Kami berkoordinasi dengan petugas SAR Satlinmas Gunung Kidul untuk melakukan pengawasan kepada pengunjung. Kami mengharapkan wisatawan mentaati protokol kesehatan di objek wisata," harapnya.
Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto mengakui terjadi peningkatan kunjungan selama dua hari. Pihaknya meningkatkan pengawasan kepada pengunjung agar tidak terjadi kerumunan dan tetap menggunakan masker. Selain itu juga tetap aman saat bermain air.
"Kami melakukan pengawasan dari Poktunggal sampai Bukit Paralayang masih ada yang tidak menggukan masker, atau menggunakan masker dengan tidak benar. Bagi wisatawan yang tidak mentaati protokol kesehatan, kami memberikan pembinaan kepada mereka agar tidak mengulangi," katanya. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata