Frozen Food, Penyelamat Perut di Masa Pandemi
Frozen food dicari saat pandemi. (Foto: instagram/@pramestifrozen)
PANDEMI COVID-19 tidak membuat pengusaha kuliner kehilangan strategi penjualan. Memang, pendapatan pengusaha kuliner menurun drastis saat pandemi melanda Indonesia. Namun, mereka memiliki inovasi baru dengan menjual makanan beku (frozen food).
Bahkan, tidak hanya para pengusaha kuliner. Pekerja yang terkena imbas pandemi juga menjadi pengusaha frozen food dadakan. Ada yang membuat produk frozen food sendiri. Bagi yang tidak jago masak, mereka memilih menjadi reseller.
Baca juga:
Praktek lapangannya, frozen food ternyata cukup diminati dan menjadi penyelamat perut di masa pandemi ini. Ya, pandemi mengharuskan setiap orang sebisa mungkin berada di rumah. Mau tidak mau, mereka harus menyimpan cadangan makanan untuk beberapa hari ke depan.
Dikutip dari Antara, frozen food memiliki beberapa keunggulan dibandingkan makanan matang. Pertama, frozen food mudah diolah dan cepat saji. Memasak frozen food tidak memerlukan keahlian khusus. Cukup direbus, digoreng, atau dikukus, frozen food sudah dapat disajikan di atas piring. Memasaknya juga tidak memerlukan waktu lama.
Selain itu, ketahanan frozen food juga lama. Kamu cukup menyimpannya di kulkas dan makanan ini bisa bertahan selama beberapa hari. Bahkan, beberapa frozen food dapat bertahan selama satu bulan apabila disimpan di lemari freezer.
Tidak perlu khawatir, meskipun awet, frozen food tidak menggunakan pengawet. Nutrisinya juga tetap terjaga. Murni, frozen food dapat bertahan lama karena disimpan dengan suhu dingin.
Baca juga:
Saat ini produk frozen food sangat beragam, tidak hanya produk appetizer seperti risol, dimsum, atau tahu bakso. Banyak makanan khas rumahan dan makanan berat hadir dalam konsep frozen food. Bahkan, beberapa restoran besar menyediakan pula menu makanan mereka dalam bentuk frozen food.
Dalam proses pembuatannya, makanan beku dikemas dengan kemasan kedap udara dan disimpan pada ruangan dengan suhu dingin yang sudah ditentukan. Cara penyimpanan ini mampu menjaga kandungan nutrisi dalam makanan dan menghentikan proses pertumbuhan bakteri. Dengan begitu, kehigienisan frozen food tetap terjaga.
Selain itu, biasanya frozen food dikemas dan didistribusikan dengan sangat baik untuk menjaga kebersihan dan keamanan makanan dari produsen hingga ke tangan konsumen. Jadi frozen food jenis apa yang menjadi favorit kamu? (rzk)
Baca juga:
5 Benda yang Rawan Menularkan Virus Corona, Segera Cuci Tangan!
Bagikan
Berita Terkait
Jatah MBG untuk Anak Tetap Ada Saat Libur, Boleh Diambil Bapak atau Emak Lho
30 Kuliner Khas Riau yang Wajib Dicoba: Cita Rasa Melayu yang Kaya Rempah dan Sulit Dilupakan
Dinkes Solo Lakukan Inspeksi Jelang Nataru, Temukan Makanan Kedaluwarsa di Pasar
Merayakan Malam Tahun Baru ala Argentina, Menikmati Torta Galesa hingga Asado
Babak Baru Restoran Latin: Pembagian Menu Lunch dan Dinner untuk Pengalaman Bersantap Lebih Fokus
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Hasil Lab Nyatakan Halal, Bakso Viral di Solo Buka Kembali dan Bagikan 450 Porsi Gratis
Viral Bakso Remaja Gading Solo Non-Halal, Begini Respons Pemilik Warung
Jalan Panjang Mimpi Besar Kuliner Indonesia, Saatnya Belajar Gastrodiplomacy dari Korsel & Thailand