Festival Kue Bulan 2021, Intip Kreasi Paling Unik dan Kreatif

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 21 September 2021
Festival Kue Bulan 2021, Intip Kreasi Paling Unik dan Kreatif

Kue bulan berbentuk unik. (Foto: Unsplash/Chinh Le Duc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP tahun Festival Kue Bulan (Mooncake Festival) dirayakan dengan membawa variasi baru pada bentuk klasiknya. Mulai dari bentuk-bentuk yang lucu, hingga rasanya yang saat ini semakin beragam dan unik. Sebut saja rasa baru seperti lotus biscoff, oreo, nutella, kitkat, bahkan oreo sempat mengeluarkan hampers mooncakenya tahun sebelumnya.

Sama halnya di 2021, nampaknya orang-orang sudah mulai mempersiapkan Festival Kue Bulan yang akan dirayakan setiap 21 Septembar, dengan mempromosikan bentuk kue bulan yang membuat siapapun yang melihatnya akan tertarik untuk membelinya.

Baca juga:

Kenali Makna di Balik Festival Kue Bulan

3D Big Three Scholars Mahjong Mooncakes

Festival Kue Bulan 2021, Intip Kreasi Paling Unik dan Kreatif
Kue bulan berbentuk mah-jong. (Foto: Instagram/ahkiatfrozenfood)

Biasanya berbentuk bulat dengan corak diatasnya, tetapi berbeda dengan kue bulan pada umumnya, kue bulan yang satu ini malah berbentuk seperti ubin mah-jong.

Jika kamu hanya melihatnya sekilas pasti kamu berpikir bahwa ini adalah mahjong asli dan bukan makanan. Kue bulan ini terdiri dari 16 potong dan dijual seharga 375 ribu rupiah dengan campuran lima rasa, termasuk melon, ubi jalar, kacang merah, teh hijau, dan pasta kacang pandan.

Chicky Duo dari Goodwood Park Hotel

Festival Kue Bulan 2021, Intip Kreasi Paling Unik dan Kreatif
Kue bulan berbentuk burung di sangkar. (Foto: Instagram/goodwoodparkhotelsg)

Kue ini juga dibuat untuk festival pertengahan musim gugur. Sepasang anak ayam yang dibuat dari adonan mentega ini dijual seharga 200 ribu rupiah, dengan isi pasta teratai putih yang menutupi sepotong kuning telur asin emas. Sekilas terlihat seperti pajangan kerajinan di museum bertema sepasang burung di sarangnya.

Baca juga:

Mengenal Kue Bulan dan Ragam Jenisnya

Koleksi kue bulan mewah Godiva

Festival Kue Bulan 2021, Intip Kreasi Paling Unik dan Kreatif
Coklat yang berkamuflase menjadi kue bulan. (Foto: Instagram/godivasingapore)

Mengapa makan kue bulan ketika kamu bisa makan cokelat? Koleksi menu untuk Festival Kue Bulan dari Godiva ini adalah surga bagi para pencinta coklat. Mereka membuat coklat yang berkamuflase menjadi kue bulan.

Terdiri dari beberapa rasa mulai dari Black Truffle Apricot Milk Chocolate, Lychee Oolong Tea White Chocolate dan lain sebagainya. Kue bulan cokelat putih lychee oolong dengan teh oolong dan ganache cokelat putih, buah leci dan wafer halus akan membuatmu jatuh cinta ketika mencobanya.

Kue bulan Godiva tersedia dalam kotak berisi empat yang dijual sekitar hampir 900 ribu rupiah, kotak berisi delapan dengan harga sekitar Rp 1 juta rupiah dan kotak berisi 10 dengan harga sekitar Rp 1,5 juta rupiah.

Kue bulan Harry Potter pertama di dunia

Festival Kue Bulan 2021, Intip Kreasi Paling Unik dan Kreatif
Kue bulan bagi penggemar Harry Potter. (Foto: Instagram/awfullychocolatesg)

Penggemar Harry Potter akan bersukacita atas kue bulan Harry Potter pertama di dunia yang dibuat oleh toko roti lokal, Awfully Chocolate yang bekerja sama dengan Warner Bros.

Bertempat di peti beludru merah berlapis emas yang dijual sekitar Rp 1,8 juta. Kue bulan ini memiliki lambang setiap rumah Hogwarts. Gryffindor digantikan oleh kue bulan kuning teratai ubi merah, sementara Hufflepuff mendapatkan teratai putih labu dengan kuning ganda.

Ravenclaw dilambangkan dalam teratai pure kacang polong biru yang indah dengan kue bulan biji melon, sementara Slytherin hadir dalam wijen hitam matcha dengan biji wijen hitam dan putih.

Jika kamu adalah penggemar berat, ada Harry Potter Collector's Edition Chest yang bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar Rp 2,4 juta dan sudah dilengkapi dengan satu set piring keramik rumah Hogwarts yang serasi dengan kue bulannya. (Tel)

Baca juga:

Kisah si Kue Pembawa Pesan Keberuntungan

#Kue #Festival #Kuliner #Kue Tradisional #Tradisi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Masuk Tokyo International Film Festival 2026
Film yang berlatar Indonesia tahun 1946, setahun setelah proklamasi kemerdekaan, film ini mengikuti perjalanan Frans (Nicholas Saputra) bersama empat karakter lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Film Merah Sebelum Fajar Karya Garin Nugroho Masuk Tokyo International Film Festival 2026
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Indonesiaku
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Mereren Fest 2026 di Pererenan, Bali, menghidupkan kembali tradisi lokal lewat festival layangan, musik, kreativitas, dan kolaborasi komunitas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Mereren Fest 2026 Hidupkan Kembali Tradisi Lokal Pererenan dengan Cara Kekinian
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Fun
Pertamina Eco RunFest 2026 Targetkan Keteikutsertaan 24 Ribu Orang, Lari Sambil Wujudkan Aksi Nyata untuk Lingkungan
Pertamina Eco RunFest 2026 siap menggebrak Jakarta dengan target 14.000 pelari dan 10.000 penonton live music.
Frengky Aruan - Kamis, 27 Agustus 2026
Pertamina Eco RunFest 2026 Targetkan Keteikutsertaan 24 Ribu Orang, Lari Sambil Wujudkan Aksi Nyata untuk Lingkungan
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Tradisi
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Tradisi Sripuan menjadi bagian dari perayaan Maulid Nabi di NTT. Warga menggelar arak-arakan gunungan, tradisi Roda, Ashrakkal, hingga doa bersama.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Tradisi Sripuan Warnai Maulid Nabi di NTT, Ada Arak-arakan Gunungan hingga Roda
Bagikan