Ketika Produk Lokal Muncul di Billboard Times Square
Fenomena brand lokal pasang iklan di Times Square (Sumber: Instagram/@weird.genius)
SEJUMLAH brand dan tokoh figur tanah air kini melakukan promosi antimainstream nan spektakuler: memasang iklan di Times Square, New York. Mulai dari grup Weird Genius, hingga brand fashion Erigo berlomba untuk eksis di New York.
Kesan bergengsi dan wah muncul seiring dengan kemunculan produk mereka di negeri Paman Sam. Uniknya, mereka tetap bisa mejeng di Amerika meskipun produk mereka tidak dijual di sana. Lalu kenapa sih brand-brand tersebut masih berminat untuk pasang iklan di Big Apple walaupun tidak menjual produknya di sana?
Baca Juga:
Menurut Financial Content Provider, Big Alpha luas Times Square hanya 0,1 persen dari keseluruhan luas kota namun pemasukannya mencapai 10 persen dari penghasilan di sana. Itu karena Times Square punya sekitar 238 billboard.
Dan papan reklame tersebut mampu menghasilkan pendapatan hingga mencapai USD 3 juta (Rp 42 miliar) perbulan. Harga yang harus dibayar oleh pemasang iklan di sana pun tidak main-main. Kendati demikian, demi mengukuhkan eksistensisme brand di industri, ada harga yang harus dibayar mahal oleh brand lokal. Pernahkah terbayang di benakmu berapa sih nominal yang harus mereka keluarkan demi bisa 'nampang' di Amerika?
TPS Engage, perusahaan yang menyediakan jasa pemasangan iklan digital di sana memiliki rate card tarif iklan di Times Square. Untuk pemasangan iklan di Thomson Reuters pengiklan harus membayar USD 170 (Rp 2,4 juta) perjam. Sementara jika ingin memasang iklan di Gedung Nasdaq, pengiklan harus membayar USD 2.160 (Rp 30 juta) perjam. Adapun jika ingin memasang iklan di McDonald's Times Square, pengiklan harus membayar sebesar USD 470 (Rp 6,6 juta) perjam.
Mengapa memasang iklan di sana bisa begitu mahal? Investopedia menyebut bahwa jumlah pejalan kaki yang melewati Times Square perharinya sebanyak 380 ribu orang. Dalam waktu sebulan, 11.4 juta orang akan berlalu lalang di sana. "Sebanyak 47 persen di antara orang yang menyusuri Times Square akan mengunggah kegiatan mereka di Times Square ke media sosial," demikian tutur representatif Investopedia.
Baca Juga:
Pertama Kali, Wajah Trainee Terpampang di New York Times Square
Dengan demikian, iklan yang dipasang di Times Square bisa menghasilkan 1,5 juta impresi setiap harinya. Seperti yang diucapkan oleh Profesor Jonah Berger, pakar marketing salah satu aspek penting dalam promosi di masa kini adalah viralitas. Kekuatan dari mulut ke mulut tidak main-main. Pengiklan bisa mendapat brand awareness dengan begitu dahsyat setiap kali orang membicarakannya. Belum lagi dengan media yang akan meliput secara gratis dan cuma-cuma.
Dengan demikian, modal besar yang harus dikeluarkan pengiklan akan berbanding lurus (berlipat ganda) dengan keuntungan yang akan didapat. Tertarik pasang iklan di Times Square? (avia)
Baca Juga:
Film ‘Ali & Ratu Ratu Queens’ Mejeng di Times Square New York
Bagikan
Berita Terkait
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Produk Sabun Batang Indonesia Jadi Favorit Buat Bingkisan di Taiwan
Penjual Thrifting Diklaim Setuju Ganti ke Produk Lokal, Barang Impor China Juga Bakal Dibatasi
22 UMKM Pilihan akan Manjakan Pencinta Burung dan 'Foodies', Siap Goyang Lidah Warga Jaksel
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Presiden Prabowo Perintahkan Optimalkan 8.000 Periset, Kembangkan Produk Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Zohran Mamdani Resmi Terpilih sebagai Wali Kota New York, Tercatat sebagai Termuda dan Prokemerdekaan Palestina
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN