Parenting

Fatherless Daughter Syndrome, ketika Ayah tak Hadir dalam Hidup Anak Perempuan

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 13 November 2021
Fatherless Daughter Syndrome, ketika Ayah tak Hadir dalam Hidup Anak Perempuan

Pentingnya ayah hadir untuk tumbuh kembang anak. (Sumber: Pexels/Katie E)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TUGAS untuk mengurus dan membimbing anak kerap kali didelegasikan sepenuhnya kepada ibu. Rapuhnya gambaran maskulinitas jika mengurus anak hingga kesibukan pekerjaan kerap kali menjadi alasan pria enggan turut serta dalam mengurus buah hati. Keengganan ayah di Indonesia untuk turut serta mengurus anak membuat Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai fatherless country. Padahal, kehadiran ayah merupakan kunci penting dalam menentukan tumbuh kembang anak terutama anak perempuan.

Dari ayahnya, anak perempuan akan mendapatkan gambaran sosok laki-laki ideal. Jika ayah tidak terlibat secara langsung, anak akan kehilangan figur ayah. Ia akan kebingungan dalam menentukan standar laki-laki yang tepat. Perlahan-lahan anak akan kehilangan sosok sang ayah dan itu memberi efek pada psikologis yang dikenal dengan fenomena fatherless daughter syndrome.

BACA JUGA:

Di Hari Ayah Nasional, Pahami 'Daddy Issues'

Sindrom itu muncul dari tidak adanya fondasi yang kuat yang diletakkan seorang ayah untuk putrinya. Berdasarkan analisis yang dilakukan SurveyMonkey dari studi kuantitatif daring yang melibatkan lebih dari 1.200 wanita berusia 15 hingga 70 tahun dari seluruh dunia, kehilangan emosional yang dialami perempuan tanpa figur ayah terlalu sulit untuk ditangani jika dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan figur ayah. Bagian terburuknya ialah masalah emosional mereka tidak ditangani secara memadai.

ayah anak

Kedekatan emosional ayah dan putrinya amat penting. (Sumber: Pexels.josh willink)

Efek psikologis dari ketidakhadiran ayah pada seorang perempuan muncul saat dia tumbuh. Emosi yang tertekan ini cenderung meledak jika terjadi kehilangan, pengabaian, atau trauma lainnya. Ledakan emosinya sering kali tidak wajar dan mungkin tampak berlebihan dalam persepsi orang lain.

Ledakan seperti itu membuatnya merasa menyesal, bersalah, terisolasi, dan disalahpahami. Setiap pengalaman hidup setelah kehilangan ayah memicu rasa sakit yang dipupuk jauh di lubuk hatinya sejak usia yang sangat muda.

Mereka merindukan kasih sayang laki-laki, perlindungan tanpa syarat di masa-masa sulit dan kehadiran orang yang penuh kasih dan kasih sayang di saat-saat pencapaian. Pendampingan emosional dari sosok laki-laki yakni ayah, kakek, kakak laki-laki, paman atau anggota keluarga laki-laki dapat mengubah jalan hidup seorang perempuan dengan cara yang hebat.

Namun, ketika sistem dukungan di luar keluarga ini tidak tersedia, dia mungkin mengembangkan kecenderungan untuk tertarik pada hubungan yang tidak sehat dari kebutuhan untuk dicintai dan diterima.

depresi

Ketidakhadiran ayah dalam hidup anak perempuan berdampak pada psikologi anak. (Sumber: Pexels/cottonbro)

Perempuan yang tidak mendapatkan sosok ayah menimbulkan perasaan tidak aman yang terus-menerus. Mereka cenderung hidup dengan rasa takut akan penolakan dan pengabaian. Penelitian tersebut juga mengungkapkan aspek penting lainnya.

Didorong dengan tanggung jawab pada usia yang sangat muda, seorang gadis tanpa ayah tumbuh lebih cepat daripada teman-temannya. Dia memperoleh kualitas khusus dari kemandirian, ketekunan, dan kepemimpinan. Dia menjadi orang yang memahami pentingnya kesetiaan, kasih sayang, dan persahabatan di jalur pengembangan hubungan.

Di sisi lain, memikul terlalu banyak beban sejak usia sangat muda dapat berdampak serius pada kesehatan mental dan fisiknya. Dia mungkin rewel, stres berlebihan dan menderita depresi berkala. Ini juga dapat membuatnya rentan terhadap penyakit kronis seiring berjalannya waktu.(Avia)

#Parenting #Ilmu Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Iis R. Soelaeman mendorong dukungan pemerintah bagi anak dengan cerebral palsy melalui akses terapi, kesehatan, pendidikan inklusif, dan fasilitas aksesibel.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Rumah Cerebral Palsy Dorong Pemerintah Perkuat Dukungan bagi Anak Penyandang CP
Lifestyle
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
World Cerebral Palsy Day 2026 jadi momentum untuk memperkuat dukungan bagi anak dengan CP. Tekankan potensi anak dan pentingnya support system bagi keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Oktober 2026
Mendampingi Anak dengan CP, Rumah Cerebral Palsy Tekankan Pentingnya Support System
Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Bagikan