MERAHPUTIH.COM - KAI Group mencatat mobilitas masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 mencapai 32.460.915 pelanggan pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka itu meningkat 10,76 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2025 sebanyak 29.308.636 pelanggan sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Setiap Lebaran, jutaan perjalanan mengalir dari kota ke kampung halaman dan kembali lagi ke berbagai daerah. Pergerakan ini menjadi bagian dari tradisi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi dan wisata di berbagai wilayah.
Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan peningkatan volume pelanggan tahun ini sejalan dengan semakin kuatnya integrasi layanan transportasi berbasis rel.
“Lebaran menjadi momentum mobilitas terbesar masyarakat,” ujar Anne di Jakarta, Senin (6/4).
Selama periode tersebut, layanan kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 5.087.458 pelanggan, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka ini melampaui periode sebelumnya yang tercatat 4.707.628 pelanggan pada 2025, 4.398.125 pelanggan pada 2024, 3.841.954 pelanggan pada 2023, dan 4.388.034 pelanggan pada 2022. Adapun KAI Commuter melayani 24.500.604 pelanggan, meningkat ketimbang 22.173.724 pelanggan pada periode sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir selama Angkutan Lebaran.
Baca juga:
Angkutan Lebaran 2026, Penumpang Whoosh Diprediksi Tembus 25 Ribu Orang per Hari
Penguatan konektivitas juga terlihat pada layanan lainnya. LRT Jabodebek melayani 1.655.011 pelanggan, meningkat dari 1.222.825 pelanggan pada Lebaran sebelumnya. Whoosh melayani 347.738 pelanggan, menjadi capaian tertinggi sejak mulai beroperasi pada 2023. KAI Bandara melayani 496.766 pelanggan, meningkat dari 480.806 pelanggan.
Di wilayah lain, LRT Sumsel melayani 324.311 pelanggan, sedangkan KA Makassar–Parepare melayani 20.842 pelanggan, meningkat dari 18.618 pelanggan. “Layanan wisata melalui KAI Wisata melayani 28.185 pelanggan, meningkat 39,33 persen ketimbang 20.229 pelanggan pada periode sebelumnya,” sebut Anne.
Kombinasi layanan tersebut menunjukkan mobilitas Lebaran kini berjalan dalam sistem transportasi yang terintegrasi. Simpul transportasi seperti Bekasi, Jatinegara, hingga Halim menjadi titik peralihan yang memperlancar perjalanan pelanggan dari antarkota hingga kawasan perkotaan.
Peningkatan mobilitas ini juga berdampak pada pergerakan ekonomi dan aktivitas wisata di berbagai daerah. Perjalanan dengan kereta api menjadi bagian dari pengalaman, terutama melalui layanan Kereta Panoramic dan Kereta Wisata yang menghadirkan panorama dan destinasi dalam satu perjalanan.(knu)
Baca juga:
3 Kota Favorit Tujuan Mudik dengan Kereta Api Angkutan Lebaran 2026, Tiket Terjual Cepat

