Merahputih.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembakaran alat kerja pekerja media ketika melakuka peliputan. Sejurus dengan itu, ia juga meminta petugas dapat menangkap motif dari perbuatan para pelaku.
"Aparat harus mencari apa yang menjadi alasan (pelaku membakar motor wartawan)," ujar Fahri kepada wartawan, Kamis (26/9).
Baca Juga:
Fahri juga mengkritik adanya kekerasan terhadap insan pers saat kerusuhan di kawasan Gedung DPR/MPR. Kerja pers pada dasarnya ditujukan untuk perbaikan negara.
Karena itu dirinya meminta semua pihak menghormati tugas pekerja media dengan tidak mengorbankannya. "Jangan korbankan wartawan yang juga berjuang untuk perbaikan negara,"
Fahri berharap, kekerasan terhadap wartawan tak terulang lagi. "Ikut prihatin. Saya harap kekerasan serupa tak terulang kembali," kata dia.
Sebelumnya sepeda motor milik reporter Okezone.com, Puteranegara Batubara hangus dibakar massa saat meliput unjuk rasa pelajar di luar Gedung DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, yang berlangsung ricuh, Rabu 25 September 2019.
Sepeda motor yang dibakar itu jenis Honda Supra X-125 bernomor polisi B 3933 BWV. Motor itu selama ini menjadi tunggangan Puteranegara dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.
Puteranegara awalnya mendapat tugas liputan dari kantor redaksi untuk meliput di sekitar DPR-MPR sekaligus memantau kondisi terkini pasca-demo rusuh, pada Selasa 24 September kemarin.
Dengan mengendarai motor tersebut, dia meluncur ke DPR. Setiba di Jalan Tentara Pelajar di luar DPR, Puteranegara terjebak karena saat itu massa menamakan diri #STMMelawan yang berdemonstrasi sudah mulai anarkis dengan melempar batu dan pecahan botol ke arah DPR dan polisi. Polisi membalas lemparan massa dengan tembakan gas air mata.
Baca Juga:
Cerita Wartawan Perempuan Sembunyikan Rekaman Polisi Aniaya Pendemo ke Pakaian Dalam
Polisi sudah membarikade jalan dan akses ke DPR karena massa berupaya masuk ke sana. Puteranegara akhirnya terpaksa memarkirkan motornya di depan pintu masuk Gedung DPR khusus pejalan kaki lalu berupaya masuk ke kompleks parlemen untuk menyelamatkan diri.
Dia sempat berupaya memasukkan motornya ke kompleks DPR, namun petugas pengamanan dalam (Pamdal) DPR-MPR melarangnya. Massa saat itu sudah mulai beringas. Selain melempari polisi, mereka juga merusak barang-barang di lokasi. Sepeda motor milik Putera diseret lalu dibakar bersama dua motor lainnya. (Knu)