MerahPutih.com - Situasi menjelang pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih semakin panas. Serangkaian aksi dan kericuhan terjadi.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan, ancaman ini nyata adanya.
Baca Juga
"Kalau ini saya lihat ada serangan, begitu. Memang ada saya dengar, ancaman untuk presiden supaya tidak dilantik 20 Oktober. Dan dilantiknya kan di gedung ini (DPR)," kata Fahri kepada wartawan, Rabu (25/9).
Mantan Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini melanjutkan aparat intelijen harus mencari tahu siapa otak pengacau tersebut.
"Menurut saya, pihak intelijen harus membaca apa yang terjadi ini. Karena saya kaget ini tiba-tiba meletus. Sampai orang bakar kayak begitu. Pasti ada sesuatu" jelasnya
Baca Juga
Fahri Hamzah Desak Intelijen Analisis Kerusuhan Demo Depan Gedung DPR
Fahri menduga, hal ini terjadi bukan shatu kebetulan, melainkan sudah direncanakan. "Saya enggak percaya ini natural. Karena tidak ada yang kita tutup," jelas Fahri.
Fahri sendiri berharap Jokowi tak perlu takut.
Baca Juga
"Karena hasil pemilu sudah memilih dia. Mahkamah konstitusi dan KPU sudah dilalui. Da penghitungan suara sudah dianggap selesai. Pak Prabowo sudah menerima. Harusnya itu sudah selesai lah. Dan karena itu presiden ga perlu takut. Seolah-olah ini dikaitkan dengan ada upaya menggagalkan pelantikkan presiden. Enggak lah," tutup Fahri.
Jokowi dan Ma'ruf bakal dilantik 20 Oktober mendatang di Gedung DPR/MPR. Sebelumnya, anggota dewan terpilih akan dilantik terlebih dahulu pada 1 Oktober mendatang. (Knu)