FACEBOOK berencana untuk melakukan rebranding dengan mengubah nama perusahaan. Hal ini ditujukan agar nama tersebut dapat lebih mencerminkan fokus perusahaan untuk membangun metaverse.
"Kami akan bertransisi agar pandangan orang-orang yang hanya melihat kami sebagai sebuah perusahaan media sosial, dapat berubah menjadi perusahaan metaverse," ujar pihak Facebook pada Juli 2021 seperti dilansir laman The Verge.
Rencana transisi yang dilakukan Facebook telah terlihat sebelumnya, sebab Facebook telah memiliki lebih dari 10.000 karyawan untuk membangun perangkat keras. Seperti Kacamata AR yang diklaim akan disebar ke secara global dengan kemampuan seperti smartphone.
Baca juga:
Facebook Luncurkan Iklan Untuk Tingkatkan Literasi Media dan Perangi Hoaks
Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook dijadwalkan akan membicarakan persoalan ini pada 28 Oktober 2021, tepatnya pada konferensi tahunan Facebook Connect. Namun tak menutup kemungkinan, jika penggantian nama ini akan diumumkan lebih cepat dibandingkan tanggal yang telah ditentukan.
Dengan berganti nama, perusahaan dinilai ingin memperlihatkan ambisinya agar dapat dikenal lebih dari media sosial yang beberapa kali mengalami 'gangguan'.
Facebook nampaknya juga telah merencanakan hal ini secara matang. Sebab Facebook dikabarkan juga telah membentuk tim metaverse khusus. Perusahaan itu dikabarkan telah mempekerjakan 10.000 karyawan baru untuk bekerja di metaverse Eropa.
Selain itu, rencana rebranding ini juga kemungkinan akan membuat media sosial Facebook menjadi salah satu produk yang diatur oleh sebuah perusahaan induk.
Nantinya perusahaan induk ini juga dikabarkan akan mengatur beberapa aplikasi lainnya seperti Instagram, WhatsApp, Oculus, dan beberapa aplikasi lainnya. Namun pihak Facebook hingga saat ini belum mengonfirmasi hal ini.
Baca juga:
Facebook Rilis Sejumlah Fitur Baru untuk Messenger dan Instagram
Facebook bukanlah perusahaan teknologi ternama pertama yang mengubah nama perusahaan, guna mencapai ambisinya. Pada 2015, Google juga melakukan perombakan organisasi di bawah pimpinan perusahaan induk bernama Alphabet.
Perubahan ini menjadi penanda, bahwa sejak saat itu Google bukan lagi hanya hadir sebagai mesin pencari. Melainkan perusahaan yang membuat mobil tanpa pengemudi dan teknologi kesehatan.
Aplikasi Snapchat juga pernah mengambil langkah yang serupa. Snapchat berganti nama menjadi Snap Inc. pada 2016. Pada tahun yang sama, perusahaan ini juga mulai memperkenalkan dirinya sebagai perusahaan kamera. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga merilis sepasang kacamata yang disertai kamera bernama Spectacles. (cit)
Baca juga: