Headline

F-PAB dan Pendeta Tabaraka Sepakat Berdamai Demi Keutuhan Bangsa

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 28 Agustus 2019
 F-PAB dan Pendeta Tabaraka Sepakat Berdamai Demi Keutuhan Bangsa

Kuasa hukum F-PAB Lexyndo Hakim didampingi Ketua F-PAB Wilayah Jakarta Eduardus N Mbete dalam pertemuan damai dengan Pendeta Tabaraka di Gading Serpong (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Forum Persaudaraan Anak Bangsa (F-PAB) dan Terlapor Kasus Ujaran Kebencian dan SARA Pendeta Theodores Tabaraka sepakat berdamai dan akan mencabut laporan di Bareskrim Polri atas perkara kebencian atau permusuhan individu dan atau antar golongan (SARA) serta kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Perdamaian ini difasilitasi oleh Kuasa Hukum FPAB, Lexyndo Hakim atau dikenal Lexy bersama Pendeta Theodores Tabaraka. Pertemuan kedua pihak berlangsung di Anni Cake, kawasan Gading Serpong.

Baca Juga:

F-PAB dan FORTIBER Laporkan Akun Youtube Pemecah Belah Kemajemukan Bangsa Indonesia

Lexy membenarkan adanya permintaan maaf secara langsung dari Pendeta Tabaraka kepada pihak FPAB. Lanjut Lexy, FPAB pun telah memaafkan Pendeta Tabaraka.

F-PAB dan Pendeta Tabaraka sepakat berdamai demi menjaga keutuhan bangsa
Kuasa hukum FPAB dan Ketua FPAB Jakarta bersama Pendeta Tabaraka sepakat berdamai serta mencabut laporan polisi terkait masalah SARA (MP/Rizki Fitrianto)

Terhadap hal ini, Lexy berharap tak ada lagi orang-orang khususnya yang memiliki ilmu Agama yang lebih, wawasan yang lebih, yang melakukan hal demikian, antar agama yang satu dengan yang lainnya. FPAB juga tak ingin masalah seperti ini diulangi oleh siapapun masyarakat yang dapat memecah belah bangsa Indonesia.

"Dalam hal ini beruntung ada titik temu antar kedua belah pihak dan mediasi yang dilakukan berjalan dengan baik, bayangkan kalau semua pihak penuh emosional dan kebencian ? Bisa membuat preseden sangat buruk kedepannya," kata Lexy di Jakarta, Rabu (28/8).

Baca Juga:

Fortiber Sambut Baik Upaya Damai dari Pendeta Tabaraka

Menurut Lexy, Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. Namun, kata Lexy, untuk penegakan hukum dan atau dalam hal memberikan efek jera, FPAB akan menempuh jalur hukum bila ada upaya oknum tertentu berupaya meretakkan bangsa Indonesia.

Pertemuan kesepakatan damai antara FPAB dan Pendeta Tabaraka
Pertemuan kesepakatan damai antara Fortiber dan Pendeta Theodores Tabaraka. (Ist)

Forum Persaudaraan Anak Bangsa (F-PAB) yang diwakili Ketua Wilayah DKI Jakarta, Eduardus Noe Mbete dengan tegas mengajak warga Indonesia untuk bergandengan tangan, dan saling menjaga kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama dan bermasyarakat.

"FPAB hanya ingin hal ini agar menjadi contoh masyarakat Indonesia untuk tidak sembarangan ngomong, baik secara internal apalagi ke publik, karena di zaman digital dan mudahnya informasi, berita provokatif itu sangat membahayakan keutuhan bangsa," tutupnya.(Asp)

Baca Juga:

Polemik Pidato Anies Baswedan, Ini Tanggapan Ketua Umum FPAB

#Fortiber #Lexyndo Hakim #Bareskrim #Masalah Sara
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Bareskrim Geledah Perusahaan Ekspor Sawit, Terkait dengan Dugaan Under Invoicing
Penyidik menduga terdapat praktik manipulasi data ekspor yang dilakukan untuk mengurangi nilai sebenarnya dari barang ekspor sawit atau under invoicing.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
Bareskrim Geledah Perusahaan Ekspor Sawit, Terkait dengan Dugaan Under Invoicing
Berita Foto
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Ikatan Keluarga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Sekjen DPP IKM B Moulevey Rajo Mudo melaporkan Permadi Arya ke Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Kasus Dugaan Ujaran Kebencian, Ikatan Keluarga Minang Laporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri
Indonesia
Pastikan ‘Blackout’ di Sumatra bukan Sabotase, Bareskrim: Kerusakan Kabelnya Semrawut
Bentuk fisik kerusakan kabel yang ditemukan di lapangan tidak rapi.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Pastikan ‘Blackout’ di Sumatra bukan Sabotase, Bareskrim: Kerusakan Kabelnya Semrawut
Indonesia
Polisi Selidiki Mati Listrik Massal di Sumatra, Gangguan Diduga Berawal dari Jambi
Bareskrim Polri menyelidiki insiden mati listrik massal di Sumatra. Gangguan itu diduga berawal dari Jambi.
Soffi Amira - Minggu, 24 Mei 2026
Polisi Selidiki Mati Listrik Massal di Sumatra, Gangguan Diduga Berawal dari Jambi
Indonesia
DPR Apresiasi Bareskrim Polri Bongkar TPPU Narkoba, Minta Bandar Dimiskinkan
Komisi III DPR mengapresiasi Bareskrim Polri dalam membongkar kasus narkoba. Bandar narkoba minta dimiskinkan.
Soffi Amira - Jumat, 22 Mei 2026
DPR Apresiasi Bareskrim Polri Bongkar TPPU Narkoba, Minta Bandar Dimiskinkan
Indonesia
Cuci Duit Bandar Narkoba Kaltim, Perwira Menengah Polisi Ditangkap Bareskrim
Penyidik membawa Deky ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, untuk pemeriksaan lebih lanjut
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Cuci Duit Bandar Narkoba Kaltim, Perwira Menengah Polisi Ditangkap Bareskrim
Indonesia
Jadi Beking Jaringan Narkoba, AKP Deky Jonathan Sasiang Diborgol Masuk Bareskrim
Bareskrim Polri menangkap mantan Kasat Narkoba Kutai Barat, AKP Deky Jonathan Sasiang
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Jadi Beking Jaringan Narkoba, AKP Deky Jonathan Sasiang Diborgol Masuk Bareskrim
Olahraga
Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 Jaga Warisan Ekosistem Basket Nasional, Ketum Perbasi DKI: Bukan Soal Menang dan Kalah
Ketua Perbasi DKI Jakarta Lexyndo Hakim menyebut Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia bagi pebasket senior dari berbagai daerah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Intercity Evergreen Veterans Basketball 2026 Jaga Warisan Ekosistem Basket Nasional, Ketum Perbasi DKI: Bukan Soal Menang dan Kalah
Indonesia
Mantan Kasat Narkoba Bima Diusut Kasus TPPU, Pemeriksaan Dilakukan Mabes Polri
Penyidik juga akan memeriksa mantan Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Mantan Kasat Narkoba Bima Diusut Kasus TPPU, Pemeriksaan Dilakukan Mabes Polri
Indonesia
Bareskrim Bongkar Pabrik Oplos LPG 3 Kg di Klaten, Kerugian Negara Rp 6 Miliar
Bareskrim Polri menggerebek pabrik oplos LPG 3 kg di Klaten. Modus pelaku memindahkan gas subsidi ke tabung non-subsidi, kerugian negara capai Rp6 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 02 Mei 2026
Bareskrim Bongkar Pabrik Oplos LPG 3 Kg di Klaten, Kerugian Negara Rp 6 Miliar
Bagikan