Pemilu 2019

Esok Kembali Beraksi, Massa Pengunjuk Rasa Depan Bawaslu Bubarkan Diri

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 21 Mei 2019
 Esok Kembali Beraksi, Massa Pengunjuk Rasa Depan Bawaslu Bubarkan Diri

Massa yang beraksi depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat mulai membubarkan diri (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Massa yang berunjuk rasa depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat membubarkan diri menjelang pukul 21.00 WIB. Sebelum meninggalkan lokasi, koordinator aksi Ustaz Bernard Abdul Jabbar meminta kepada peserta aksi untuk tidak menimbulkan keributan atau provokasi dengan pihak-pihak tertentu.

Bukan hanya itu, kepada massa peserta aksi yang mendesak Bawaslu mendiskualifikasikan pasangan nomor urut 01 itu, Ustaz Bernard meminta sebelum tinggalkan lokasi agar membersihkan sampah-sampah yang berserakan.

"Tolong juga bersihkan sampah-sampah. Jangan ada satu kertas pun dan satu batang pun rokok tersisa di tempat tempat ini," kata Bernard di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Massa yang beraksi depan kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat
Massa peserta aksi yang memprotes kecurangan Pemilu 2019 depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat (MP/Kanu)

Bernard Abdul Jabbar juga menegaskan aksi depan Gedung Bawaslu bukan bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Massa, kata Bernard hanya ingin melawan kecurangan yang terjadi di Pemilu 2019.

"Kalau besok kita datang lagi ke sini pada pukul 14.00 WIB kita akan lanjutkan hal ini dan Insyallah massa akan lebih besar di sini, sekali lagi kita bukan hendak makar, bukan hendak menggulingkan pemerintahan yang sah, kita ingin membunuh kecurangan, membunuh ketidakjujuran, ini dijamin UU," jelas dia.

Peserta aksi protes Pemilu 2019
Suasana depan kantor Bawaslu mulai lenggang dan massa peserta aksi meninggalkan lokasi untuk kembali beraksi esok Rabu (22/5) (MP/Kanu)

Pihaknya berharap agar kepolisian tetap bertindak profesional dalam menangani aksi damai kelompoknya.

"Polisi tenang-tenang aja, ini mau bubar, jangan provokasi, nanti bapak yang rugi sendiri, jumlah kita lebih banyak. Kita masih hargai, arahan pimpinan kita, ini aksi super damai apalagi ini bulan penuh barokah dan ibadah," ujar dia.

Rencananya massa akan berkumpul kembali di depan kantor Bawaslu, Rabu (22/5) pukul 14.00 WIB. Ustaz Bernard meminta semua peserta aksi untuk beristirahat dan menyiapkan tenaga untuk aksi besok.(Knu)

#Bawaslu #Aksi Unjuk Rasa #Pemilu 2019 #Aksi Massa
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Bawaslu Siapkan 'Kuburan' Buat Caleg Curang, DPR Dukung Blacklist Permanen Pelaku Politik Uang
Saat ini, praktik politik uang dapat dilakukan melalui transfer saldo digital, voucher elektronik, pulsa, hingga berbagai bentuk insentif non-tunai lainnya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Juni 2026
Bawaslu Siapkan 'Kuburan' Buat Caleg Curang, DPR Dukung Blacklist Permanen Pelaku Politik Uang
Indonesia
Ribuan Buruh Datangi DPR hingga Monas Hari Ini, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Ribuan buruh menggelar aksi di DPR RI dan Monas jelang May Day 2026. Simak tuntutan KSPI dan potensi dampak lalu lintasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
Ribuan Buruh Datangi DPR hingga Monas Hari Ini, Tuntut Penghapusan Outsourcing
Indonesia
Demo Solidaritas Aktivis Andrie Yunus dekat Istana Negara, Polisi Siagakan Seribu Lebih Aparat
Personel yang diterjunkan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
Demo Solidaritas Aktivis Andrie Yunus dekat Istana Negara, Polisi Siagakan Seribu Lebih Aparat
Dunia
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Sayangnya, pemadaman internet selama hampir empat hari yang diberlakukan otoritas Iran membuat sangat sulit untuk memverifikasi laporan secara independen.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Januari 2026
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Indonesia
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Koalisi Masyarakat Sipil menilai simulasi baru Polri dalam penanganan unjuk rasa yang berbasis pelayanan sebagai langkah positif menuju reformasi kepolisian yang lebih humanis dan sesuai prinsip HAM.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Simulasi Baru Polri Dinilai Jadi Langkah Positif Transformasi Penanganan Unjuk Rasa
Indonesia
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Polri tidak ingin tergesa-gesa dalam menetapkan regulasi baru yang akan diterapkan secara nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Emak-emak Tolak MBG di Depan Gedung Badan Gizi Nasional Jakarta
Aksi emak-emak membawa poster menolak program MBG (Makan Bergizi Gratis) di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 15 Oktober 2025
Aksi Unjuk Rasa Emak-emak Tolak MBG di Depan Gedung Badan Gizi Nasional Jakarta
Berita Foto
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Pengunjuk rasa melakukan aksi teaterikal dengan membentangkan poster aspirasi dan memasang kursi kosong saat aksi bertajuk Rapat Dengar Pendapat Warga di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Didik Setiawan - Senin, 06 Oktober 2025
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Indonesia
Buruh Kepung Gedung MPR/DPR Hari ini (22/9), Tolak Upah Murah dan Minta Sistem Outsourcing Dihapus
Ribuan buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung MPR/DPR RI, Senin (22/9). Mereka menolak upah murah dan meminta sistem outsourcing dihapus.
Soffi Amira - Senin, 22 September 2025
Buruh Kepung Gedung MPR/DPR Hari ini (22/9), Tolak Upah Murah dan Minta Sistem Outsourcing Dihapus
Indonesia
Soroti Kriminalisasi Usai Aksi 25 Agustus, Legislator PDIP: Ancaman Serius bagi Demokrasi
Pola penegakan hukum yang represif dinilai melukai prinsip demokrasi hingga memperlebar jurang ketidakpercayaan antara rakyat dan negara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 September 2025
Soroti Kriminalisasi Usai Aksi 25 Agustus, Legislator PDIP: Ancaman Serius bagi Demokrasi
Bagikan