Emotionally Unavailable, Si Cuek, Acuh dan Dingin
Ilustrasi seseorang yang cuek. (Foto: Unsplash/Noah Silliman)
MerahPutih.com - Dia cuek dan acuh. Sikapnya juga dingin ketika berinteraksi dengan seseorang. Perkenalkan si emotionally unavailable, semua sifat-sifat tersebut ada pada dirinya.
Sebenarnya orang dengan sifat ini masih bisa menunjukkan emosi, tetapi tetap terlihat cuek pada prakteknya. Ia akan berusaha tidak memperlihatkan perasaannya kepada orang lain, khususnya dalam hubungan asmara.
Baca juga:
Dilansir Alodokter, memiliki sifat ini sebenarnya bukan sebuah masalah, asalkan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.
Sayangnya, pada kenyataannya orang dengan sikap tersebut malah sulit untuk menunjukkan kepeduliannya kepada orang lain. Bahkan, mereka terlihat sombong karena sulitnya memiliki hubungan secara emosional dengan orang lain.
Sifat emotionally unavailable ada pada diri seseorang akibat luka batin dan trauma masa lalu. Konflik belum terselesaikan dan kesalahan pola asuh juga menjadi penyebab seseorang memiliki sikap ini.
Baca juga:
Konsumsi Makanan Ultra-Olahan Tingkatkan Risiko Kematian Dini dan Gangguan Mental
Lebih parahnya, seseorang bisa memiliki sifat emotionally unavailable karena menderita gangguan mental tertentu, seperti depresi, bipolar, hingga gangguan kepribadian.
Orang dengan emotionally unavalilable suka menghidari topik pembicaraan yang melibatkan perasaan. Ia juga akan kesulitan saat harus memahami perasaan orang lain.
Sekalinya mencoba terbuka dalam pembicaraan bersifat emosional, ia hanya akan memberikan respons seadanya. Ia akan suka menyendiri, terlihat menyimpan banyak rahasia, hingga tidak suka membicarakan tentang hubungan. (ikh)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta