Elektabilitas Jokowi-Maruf Kalah di Medsos, TKN Akui Kekuatan Belum Terkonsolidasi
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Abdul Kadir Karding. Foto: MP/Fadhli
MerahPutih.Com - Wakil Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengaku timnya belum terlalu fokus menggarap media sosial untuk menaikkan elektabilitas pasangan jagoannya.
Alhasil, dalam sejumlah survei Pasangan nomor urut 01 kalah tinggi dengan pesaingnya Prabowo-Sandi.
Namun demikian, Karding menyebut akan segera mengkonsolidasikan seluruh kekuatan di media sosial untuk memenangkan paslon yang diusung.
"Ini waktu masih 4 bulan jadi seluruh kekuatan besar media sosial pak Jokowi ini kan menyebar, cuma selama ini kelemahannya itu belum terorkestra secara apik. Ini sedang dikonsolidasikan," kata Karding usai memberikan pembekalan TKD di Jakarta, Jumat (7/12).
Politisi PKB itu menyebut kekuatan media sosial kubu Jokowi cukup besar namun masih berjalan sendiri-sendiri, sehingga butuh waktu untuk mensolidkan.
"Potensi-potensi medsos kita sedang kita konsolidasi misalnya ini jumlahnya banyak tapi main tagar sendiri-sendiri ya itu juga menjadi bagian (rencana strategi)," tuturnya.
Dia pun meyakini, sebelum Pilpres mendatang sudah dapat dikonsolidasikan guna memenangkan Jokowi-Ma'ruf.
"Oh nanti nyalip, liat aja slow masih 4 bulan lagi kok," ucapnya.
Sebelumnya, hasil survei Median juga menyebut, Paslon Jokowi-Ma'ruf kalah dari Prabowo-Sandi di media sosial. Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin kalah unggul di kalangan pengguna media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: BPN Prabowo-Sandi Bantah Pakai Strategi Populisme Sayap Kanan Demi Pilpres 2019
Bagikan
Berita Terkait
Akun X Bruno Fernandes Kena Hack, Manchester United Langsung Angkat Bicara
Grok AI Belum Punya Filter Pornografi, DPR Tuntut Langkah Proaktif Kemkomdigi
Kumpulan Ucapan Natal Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial
Imbas Konten Pornografi, X Harus Bayar Denda Rp 80 Juta ke Pemerintah
Polda Jabar Bakal Selidiki YouTuber Resbob Terkait Dugaan Ujaran Kebencian
DPR Usul Buzzer Bisa Langsung Diusut Tanpa Aduan, Revisi UU ITE Kembali Diungkapkan
Indonesia Resmi Atur Anak di Ruang Digital, Sanksi Bagi Platform Tengah Dirumuskan
Menkomdigi Tegaskan Batas Usia Pengguna Medsos Wajib Dipatuhi, PSE Siap Kena Sanksi
Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook
Buntut Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pramono Kaji Pembatasan Medsos Bagi Siswa