Eks Direktur TPN Jadi Ahli Pihak 02 di Sidang MK, Kuasa Hukum 03 Protes

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 04 April 2024
Eks Direktur TPN Jadi Ahli Pihak 02 di Sidang MK, Kuasa Hukum 03 Protes

Eks Direktur TPN Ganjar-Mahfud jadi ahli pihak 02. (Foto: YouTube/Mahkamah Konstitusi RI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SIDANG lanjutan sidang PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi, Kamis (4/4), diwaranai keberatan yang dilayangkan anggota tim kuasa hukum Ganjar-Mahfud, Maqdir Ismail, kepada majelis hakim atas ahli yang dihadirkan kubu 02.

Pasalnya, tim kuasa hukum 02 menghadirkan eks Direktur Sengketa Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Profesor Andi Muhammad Asrun. Maqdir khawatir kehadiran Andi menimbulkan konflik kepentingan. Ia mengatakan menjelang persiapan gugatan hasil Pilpres ke MK oleh kubu 03, Andi bahkan masih menjabat Direktur Sengketa TPN Ganjar-Mahfud.

Baca juga:

Ahli KPU Sebut Pembahasan soal Sirekap di Sidang MK Tak Ada Gunanya

"Saya secara pribadi, keberatan dengan kehadiran Saudara Andi Muhammad Asrun," kata Maqdir kepada majelis hakim.

Ketua MK Suhartoyo kemudian bertanya kembali kepada Maqdir mengenai status Andi saat ini, yang memang sudah tidak menjabat Direktur Sengketa TPN Ganjar-Mahfud. "Memang betul dia mengundurkan diri, Yang Mulia. Tapi, persiapan-persiapan awal, untuk mempersiapkan ini (gugatan ke MK), Beliau terlibat," balas Maqdir.

Suhartoyo kemudian tetap menerima dan mencatat keberatan nan dilayangkan Maqdir, tapi menekankan bahwa hanya keterangan yang di bawah sumpah yang Mahkamah nilai.

Tim kuasa hukum 03 layangkan keberatan dan konsisten tak ajukan  keberatan. (Foto: YouTube/Mahkamah Konstitusi RI)

Tim kuasa hukum 03 layangkan keberatan dan konsisten tak ajukan keberatan. (Foto: YouTube/Mahkamah Konstitusi RI)

Setelah Andi menyampaikan paparannya, ketua tim kuasa hukum Prabowo-Gibran Prof Yusril Ihza Mahendra menolak ahlinya itu ditanyai kubu 03. "Kalau keberatan, tolong konsisten, jangan tanya kepada orang yang Anda keberatan," kata Yusril.

"Kami punya beberapa pertanyaan, tapi karena kami sudah menyatakan keberatan kami terhadap ahli, kami tidak akan mengajukan pertanyaan," kata ketua tim kuasa hukum 03 Prof Dr Todung Mulya Lubis.

Ketua MK Suhartoyo kemudian mengatakan keberatan Yusril akan dicatat, tapi pihak pemohon tetap boleh melayangkan pertanyaan.

Kendati demikian, Todung mengatakan pihaknya ingin tetap konsisten dan tidak mengajukan pertanyaan. (waf)

Baca juga:

Menanti Kesaksian Ahli hingga Saksi dari KPU-Bawaslu di Sidang MK Hari ini

#Sidang Mk #Pilpres
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Beredar kabar yang menyebut PDIP usung sekjen mereka, Hasto Kristiyanto, maju di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasnya!
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Indonesia
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu Gibran maju di Pilpres 2029. Ia tetap mendukung Prabowo-Gibran dua periode.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Jokowi Tegaskan Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode di Pilpres 2029
Indonesia
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
PAN mengusulkan agar ambang batas pilpres dan parlemen dihapus dalam revisi UU Pemilu.
Soffi Amira - Jumat, 30 Januari 2026
Revisi UU Pemilu, PAN Minta Ambang Batas Pilpres dan Parlemen Dihapus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Beredar informasi yang menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo akan menduetkan Gibran-Kaesang di Pilpres 2029. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 28 Januari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Indonesia
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Mensesneg, Prasetyo Hadi mengatakan, tidak wacana pemilihan Presiden lewat MPR. Pilpres akan tetap dipilih langsung oleh rakyat.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Istana Bantah Isu Pemilihan Presiden Lewat MPR, Pastikan Tetap Dipilih Rakyat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Ketua DPR RI, Puan Maharani, kabarnya menggandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029.
Soffi Amira - Jumat, 07 November 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Puan Maharani Gandeng Anies Baswedan di Pilpres 2029, Pede Bisa Raih 68 Persen Suara
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Beredar informasi yang menyebut Jokowi dan Gibran akan berkontestasi di Pilpres 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Oktober 2025
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua Harian PSI Usulkan Duet Gibran-Jokowi di Pilpres 2029
Indonesia
KPU Batalkan Aturan Kerahasiaan 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres, Termasuk Soal Ijazah
Keputusan pembatalan itu dilakukan setelah KPU telah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga negara lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 September 2025
KPU Batalkan Aturan Kerahasiaan 16 Dokumen Syarat Capres-Cawapres, Termasuk Soal Ijazah
Dunia
Pemilu Presiden Korea Selatan Digelar Selasa (3/6), Warga Antusias Datang ke TPS
Sebanyak 14.295 TPS akan dibuka secara nasional mulai pukul 06.00 dan akan ditutup pada pukul 20.00.
Dwi Astarini - Senin, 02 Juni 2025
Pemilu Presiden Korea Selatan Digelar Selasa (3/6), Warga Antusias Datang ke TPS
Dunia
Partisipasi Pemilih Awal Pilpres Korsel Capai 34,74 Persen, Perhatian Tertuju pada Hasil Pemungutan Suara Pekan Depan
Ini merupakan angka tertinggi kedua sejak pemungutan suara awal diberlakukan secara nasional pada 2014.
Dwi Astarini - Minggu, 01 Juni 2025
Partisipasi Pemilih Awal Pilpres Korsel Capai 34,74 Persen, Perhatian Tertuju pada Hasil Pemungutan Suara Pekan Depan
Bagikan