Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus

Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan. Foto: Dok/Repulic of Turkiye

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, melontarkan gagasan radikal demi merombak tatanan diplomasi global dengan menyerukan penghapusan total hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Penghapusan hak istimewa veto harus menjadi titik awal sekaligus tujuan strategis utama dari setiap reformasi yang berarti,

Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan

Baca juga:

Hak Veto AS Jegal Resolusi Gencatan Senjata Timteng dari Rusia di PBB, Akhirnya Pakai Usulan Bahrain

Dunia Lebih Besar dari Sekadar Lima Negara

Erdogan mengkritik DK PBB masih mencerminkan struktur hubungan internasional pada era setelah Perang Dunia II.

Menurut dia, keberadaan lima negara anggota tetap DK PBB yang memiliki Hak Veto tidak akan menyelesaikan masalah konsentrasi kekuasaan, tetapi justru memperluas sistem hak istimewa yang sudah ada.

Alasannya, tatanan PBB saat ini sudah sangat usang dan tidak lagi relevan dalam merespons deretan krisis modern mulai dari pandemi, krisis energi global, gangguan rantai pasok, hingga eskalasi konflik regional.

Baca juga:

China Siapkan Hak Veto Tolak Perluasan Landas Kontinen Filipina

"Penyelesaian krisis global tidak dapat terus diserahkan kepada sejumlah kecil negara," tandas Presiden Turkiye itu, dilansir dari Antara.

Poin Utama Usulan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan

  • Hapus Hak Istimewa Veto: Menghentikan monopoli keputusan global yang selama ini cuma dikuasai oleh lima negara anggota tetap (AS, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis).

  • Hapus Status Keanggotaan Tetap DK PBB: Menolak penambahan anggota tetap baru karena dianggap hanya memperluas hierarki elite tanpa menyelesaikan akar masalah konsentrasi kekuasaan.

  • Sistem Rotasi Demokratis: Seluruh anggota DK PBB wajib dipilih secara berkala oleh Majelis Umum PBB berdasarkan dukungan mayoritas suara.

  • Penguatan Majelis Umum PBB: Mengembalikan keseimbangan kewenangan agar tidak ada satu negara pun yang bisa membendung kehendak kolektif komunitas internasional secara permanen.

#Recep Tayyip Erdogan #PBB #Dewan Keamanan Pbb
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Indonesia
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Delegasi Indonesia juga akan memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB tahun ini untuk meluncurkan kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029—2030.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Menlu Sugiono Bakal Sampaikan Pernyataan Nasional di Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Dunia
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
PBB melalui Organisasi Meteorologi Dunia atau WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
Peringatan PBB: El Nino 2026 Bisa Capai Level Ekstrem dan Bertahan hingga 2027
Dunia
PBB Dituntut Ingatkan Negara Timur Tengah Berhenti Mengizinkan AS Melancarkan Serangan ke Wilayah Iran
Iran mengecam keras serangan AS yang dilakukan selama 22 jam terakhir, dan menggambarkan hal itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
PBB Dituntut Ingatkan Negara Timur Tengah Berhenti Mengizinkan AS Melancarkan Serangan ke Wilayah Iran
Dunia
Harapan Baru untuk Kuba, PBB Sepakat Kaji Ulang Embargo AS Selama 66 Tahun
Majelis Umum PBB sepakat mengkaji ulang embargo ekonomi AS terhadap Kuba. 136 negara mendukung langkah ini, memberi harapan baru bagi Havana yang 66 tahun didera sanksi.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Harapan Baru untuk Kuba, PBB Sepakat Kaji Ulang Embargo AS Selama 66 Tahun
Dunia
PBB Proyeksikan 6,7 Juta Korban Terdampak Gempa Venezuela, 2 Juta di Ibu Kota Caracas
PBB memproyeksikan 6,76 juta orang terdampak gempa Venezuela, termasuk 2 juta di Caracas. IOM siapkan bantuan darurat.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
PBB Proyeksikan 6,7 Juta Korban Terdampak Gempa Venezuela, 2 Juta di Ibu Kota Caracas
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Erdogan Tidak Mau Bersalaman dengan Prabowo
Tengah viral di media sosial soal informasi yang menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak bersalaman dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Minggu, 21 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Erdogan Tidak Mau Bersalaman dengan Prabowo
Bagikan