MerahPutih.com - Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, melontarkan gagasan radikal demi merombak tatanan diplomasi global dengan menyerukan penghapusan total hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
Penghapusan hak istimewa veto harus menjadi titik awal sekaligus tujuan strategis utama dari setiap reformasi yang berarti,
Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan
Baca juga:
Hak Veto AS Jegal Resolusi Gencatan Senjata Timteng dari Rusia di PBB, Akhirnya Pakai Usulan Bahrain
Dunia Lebih Besar dari Sekadar Lima Negara
Erdogan mengkritik DK PBB masih mencerminkan struktur hubungan internasional pada era setelah Perang Dunia II.
Menurut dia, keberadaan lima negara anggota tetap DK PBB yang memiliki Hak Veto tidak akan menyelesaikan masalah konsentrasi kekuasaan, tetapi justru memperluas sistem hak istimewa yang sudah ada.
Alasannya, tatanan PBB saat ini sudah sangat usang dan tidak lagi relevan dalam merespons deretan krisis modern mulai dari pandemi, krisis energi global, gangguan rantai pasok, hingga eskalasi konflik regional.
Baca juga:
China Siapkan Hak Veto Tolak Perluasan Landas Kontinen Filipina
"Penyelesaian krisis global tidak dapat terus diserahkan kepada sejumlah kecil negara," tandas Presiden Turkiye itu, dilansir dari Antara.
Poin Utama Usulan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan
-
Hapus Hak Istimewa Veto: Menghentikan monopoli keputusan global yang selama ini cuma dikuasai oleh lima negara anggota tetap (AS, Rusia, Tiongkok, Inggris, dan Prancis).
-
Hapus Status Keanggotaan Tetap DK PBB: Menolak penambahan anggota tetap baru karena dianggap hanya memperluas hierarki elite tanpa menyelesaikan akar masalah konsentrasi kekuasaan.
-
Sistem Rotasi Demokratis: Seluruh anggota DK PBB wajib dipilih secara berkala oleh Majelis Umum PBB berdasarkan dukungan mayoritas suara.
-
Penguatan Majelis Umum PBB: Mengembalikan keseimbangan kewenangan agar tidak ada satu negara pun yang bisa membendung kehendak kolektif komunitas internasional secara permanen.