PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 2 jam, 11 menit lalu
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan pernyataannya pada agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Senin (19/10/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menilai perubahan iklim terbukti membawa dampak besar mulai dari bencana kelaparan, ketidakstabilan ekonomi, hingga peningkatan suhu yang melampaui batas 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun ke depan.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menegaskan, pentingnya peran Indonesia sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar keenam di dunia dalam mendorong transisi menuju energi terbarukan.

Saya mengapresiasi keinginan Presiden Prabowo Subianto atas proyek pembangkit listrik tenaga surya 100 gigawatt serta target swasembada energi Indonesia untuk percepatan transisi,

tambahnya.

Guterres mengatakan, percepatan transisi energi bersih dapat membawa keuntungan ekonomi dalam bentuk industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, ketahanan energi, dan peningkatan daya saing.

Baca juga:

Perang Jalur Energi Bikin Pasar Keok! IHSG Kompak Memerah Masuk ke Area Gap

Sekjen PBB menekankan pentingnya peran serta bantuan negara-negara maju untuk mendukung negara-negara berkembang dalam memajukan transisi serta ketahanan energi.

Selain itu, mengingatkan sejumlah negara maju memiliki janji untuk menyediakan 300 miliar dolar AS per tahun guna mendukung transisi di negara-negara berkembang serta melipatgandakan pembiayaan adaptasi iklim.

PBB menegaskan, mineral kritis yang menjadi komoditas kunci dalam transisi energi harus membawa timbal balik yang bermanfaat bagi negara berkembang pemiliknya.

“Kita harus memastikan bahwa negara-negara yang kaya akan mineral memperoleh porsi nilai ekonomi yang jauh lebih besar sambil membangun industri lokal, dan menciptakan pekerjaan yang layak,” kata Sekjen PBB dalam pernyataan yang disampaikan pada agenda “Foreign Policy Circle Talks” di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta pada Senin.

Guterres menyoroti Indonesia, bersama sejumlah negara berkembang lainnya, memiliki kandungan mineral kritis yang begitu kaya dan berperan besar dalam menggerakkan revolusi energi terbarukan di tingkat global.

Indonesia bersama negara-negara senasib harus bisa mendapat manfaat ekonomi yang semakin besar dari komoditas mineral kritis yang mereka miliki.

“Tak ada lagi penjarahan, tak ada lagi eksploitasi,” katanya, menyoroti masa lalu kelam yang dihadapi Indonesia dan negara-negara berkembang akibat kolonialisme.

#Energi #PBB #Utang Negara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi
Mineral kritis yang menjadi komoditas kunci dalam transisi energi harus membawa timbal balik yang bermanfaat bagi negara berkembang pemiliknya.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 11 menit lalu
PBB Ingatkan Janji Negara Maju Bantu Negara Berkembang Rp 300 Miliar Buat Program Transisi Energi
Indonesia
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Sekjen PBB membahas reformasi sistem multilateral serta kemajuan mencapai Agenda 2030
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Poin Poin Pertemuan Presididen Prabowo Dengan Sekjen PBB António Guterres di  Hambalang
Dunia
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Pemanasan global telah merusak stabilitas ekologi Himalaya yang rapuh, melelehkan permafrost serta gletser, dan mempercepat timbulnya berbagai bahaya.
Dwi Astarini - Jumat, 25 September 2026
Perdana Menteri Nepal Sebut Banjir Bandang Peringatan bagi Dunia, Desak Kerja Sama Global untuk Hadapi Krisis
Indonesia
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Menlu Sugiono memanfaatkan rangkaian Sidang Umum PBB di New York untuk menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2029-2030.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
Di New York, Menlu Sugiono Galang Dukungan Indonesia untuk DK PBB 2029-2030
Dunia
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Ikut Aksi Walk Out Saat  Benjamin Netanyahu Pidato di  Sidang ke-81 Majelis Umum PBB
Indonesia
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Menlu Sugiono akan menyampaikan National Statement Indonesia di Sidang Umum PBB ke-81, membawa isu Palestina, multilateralisme hingga Global South.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81
Dunia
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Debat umum PBB dijadwalkan berlangsung pada 22-26 September dan 28 September.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
2 Kali Visa Presiden Mahmoud Abbas ke Sidang PBB Ditolak AS, Isu Palestina Tetap Jadi Bahasan
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Indonesia
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Mahkamah Internasional (ICJ) telah mengeluarkan tindakan sementara yang mengikat secara hukum dalam perkara terkait penerapan Konvensi Genosida di Jalur Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Risiko Pembersihan Etnis Makin Menguat di Tepi Barat Palestina
Dunia
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan serukan penghapusan hak veto dan keanggotaan tetap DK PBB demi tatanan dunia yang lebih adil. Simak usulan lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Dunia Lebih Besar dari 5 Negara, Presiden Erdogan Usul Hak Veto PBB Dihapus
Bagikan