Dukung Kebijakan DHE SDA, Legislator: Masukan Investor Tetap Perlu Didengar

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Dukung Kebijakan DHE SDA, Legislator: Masukan Investor Tetap Perlu Didengar

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi XII DPR RI Syafruddin mendukung langkah Pemerintah dalam memperketat kebijakan retensi devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) serta rencana penyesuaian tarif royalti mineral dan batu bara (minerba). Kebijakan ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat ketahanan fiskal dalam negeri dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global.


Kendati demikian, pria yang akrab disapa Udin ini mengingatkan pemerintah tidak menutup mata terhadap keluhan dan masukan dari para investor, termasuk yang dilayangkan Kamar Dagang China baru-baru ini. Menurutnya, pemerintah harus mampu merumuskan langkah mitigasi agar instrumen perlindungan fiskal ini tidak sampai mengganggu iklim investasi nasional.


"Kebijakan menahan 50 persen DHE SDA di bank milik negara selama satu tahun dan penyesuaian royalti merupakan langkah berani yang harus kita dukung demi kedaulatan ekonomi nasional. Kita butuh pasokan valas tetap berada di dalam ekosistem keuangan kita untuk menahan tekanan terhadap rupiah. Namun, kita juga harus bijaksana. Pemerintah perlu mendengarkan kalkulasi dari para pelaku usaha agar operasional investasi mereka tidak mandek akibat masalah likuiditas," ujar Syafruddin di Jakarta, Senin (18/5).

Baca juga:

Bertemu Investor AS, Menkeu Purbaya Pastikan Arah Fiskal RI Tepat




Dalam merespons kekhawatiran pelaku usaha China terkait dengan pembekuan arus kas (cash flow), Udin mendorong perbankan BUMN untuk memberikan insentif bunga yang bersaing atau fasilitas pembiayaan modal kerja khusus (back-to-back loan) dengan jaminan dana DHE yang ditahan tersebut.


"Dengan begitu, likuiditas operasi jangka panjang perusahaan tidak terganggu sehingga investor juga ada jaminan jika mereka tidak akan merugi dengan kebijakan DHE,” ujarnya.


Terkait dengan rencana penaikan tarif royalti dan bea keluar minerba yang dikhawatirkan mendongkrak biaya produksi hilirisasi nikel, Udin meminta pemerintah menerapkan skema progresif dan adaptif. Kebijakan royalti sebaiknya dikaitkan dengan fluktuasi harga komoditas global sehingga saat harga pasar sedang turun, beban investor tidak terlampau berat.


Legislator asal Kalimantan Timur ini menegaskan penghiliran industri yang sukses membutuhkan rasa saling percaya antara negara dan investor. Indonesia berhak mendapatkan bagian keuntungan yang adil (fair share) dari eksploitasi kekayaan alamnya untuk membiayai APBN, tetapi kepastian hukum dan kenyamanan berbisnis bagi investor tetap menjadi pilar utama yang harus dijaga.


"Kita ingin investasi yang masuk ke Indonesia benar-benar membawa dampak kesejahteraan bagi rakyat, salah satunya lewat kontribusi fiskal dan cadangan devisa yang kuat. Melalui dialog yang konstruktif dengan Kamar Dagang China dan mitra investor lainnya, kita yakin pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo bisa menemukan formula mitigasi yang tepat. Fiskal kita aman, investasi pun tetap tumbuh subur," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Outlook Kredit Indonesia Negatif, DPR Minta Pemerintah Perkuat Stabilitas Fiskal

#Minerba #Kebijakan Fiskal #Ekspor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Indonesia
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi dengan target potensi transaksi 17,5 miliar dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Indonesia
Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, perubahan status guru PPPK paruh waktu tak pengaruhi fiskal Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027, ini Penjelasan Menkeu Purbaya
Indonesia
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Prabowo menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Indonesia
DPR Dukung 3 Skema Anggaran Untuk Pembayaran Gaji PPPK, Biar Segera Akhiri Keresahan Pegawai
Persoalan tersebut harus segera ditangani karena keterlambatan pembayaran gaji bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keberlangsungan kehidupan keluarga para pegawai.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
DPR Dukung 3 Skema Anggaran Untuk Pembayaran Gaji PPPK, Biar Segera Akhiri Keresahan Pegawai
Indonesia
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Berbagai produk industri hilir pertambangan juga bisa menjadi andalan Indonesia untuk diekspor ke Negeri Gajah Putih.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Bagikan