MerahPutih.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) se-Soloraya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Ngarsopuro, Solo, Jawa Tengah, Kamis (21/10).
Demo dilakukan bertepatan dengan dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Tema yang diangkat kali ini adalah soal pendidikan.
BEM mengkritik keras kinerja Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.
Baca Juga:
Kejari Jayawijaya Minta Jokowi-Ma'ruf Telusuri Pejabat 'ABS'
"Kami menilai Kabinet Indonesia Maju yang telah berjalan dua tahun, Mendikbud Ristek dinilai gagal mereformasi pendidikan untuk mencerdaskan seluruh lapisan masyarakat," ujar korlap aksi Joni Prabowo pada awak media, Kamis (21/10).
Dalam aksi itu, mahasiswa pembentangan spanduk bertuliskan “Evaluasi Total Kabinet Indonesia Maju”. Kata “Maju” dalam spanduk disilang lalu diganti kata “Mundur”.
Mereka juga membawa poster bertuliskan “Jamin Kebebasan Akademik”, “Save KPK” hingga “Deklarasikan Darurat Iklim”. Aksi ini diikuti BEM dari Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Aisyiah Solo.
Ia menyebut, Kabinet Indonesia Maju yang dibentuk Presiden Joko Widodo dua tahun lalu terbukti belum mampu menyelesaikan sejumlah problem di masyarakat. Selama dua tahun ini, justru muncul masalah besar.
"Yang jadi sorotan adalah kinerja Mendikbud Ristek. Hasil kerjanya jauh dari memuaskan," kata dia.
Baca Juga:
Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Ancaman Pidana Kebebasan Berekspresi Dinilai Masih Terjadi
Ia mencontohkan, siswa di daerah pelosok kesulitan mengakses pembelajaran di masa pandemi COVID-19 karena minimnya fasilitas pendukung. Selain itu, keterlibatan akademik dalam mengintervensi mahasiswa dalam menyuarakan kebebasan menyampaikan pendapat.
"Dia (Nadiem) kami kasih E. BEM se-Indonesia bahkan sudah menyerukan tagar Nadiem Out,” tutup dia.
Di sela-sela aksi damai di kota kelahiran Jokowi itu, sejumlah polwan dari Polresta Surakarta membagikan air mineral dan permen kepada pendemo. Aksi ditutup dengan membacakan pernyataan sikap. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Isu Pelanggaran HAM dan Kebebasan Demokrasi Masih Jadi Masalah di Rezim Jokowi-Ma'ruf