Dua Kepsek Dana UPS Datangi Polda
Foto Ilustrasi (Antara Foto/ M Agung Rajasa)
MerahPutih Megapolitan- Hari ini Polda Metro Jaya akan memanggil 49 Kepala Sekolah (Kepsek). Mereka akan dimintai keterangannya sebagai saksi dana UPS. Namun, dari pantauan merahputih.com, hanya dua orang Kepsek yang baru tiba hingga berita ini diturunkan. Seperti apakah mereka bersaksi?
Kedatangan dua Kepsek tersebut untuk dimintai keterangan terkait dana siluman, UPS, seperti yang diungkapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Gubernur DKI Jakarta. Keduanya datang sejak pukul 11.00 WIB. Pemeriksaan saksi tersebut hanya memakan waktu sekitar satu jam di ruangan Bagian Reserse dan Kriminal Polda Metro Jaya. (Baca: Terkait Dana Siluman APBD 2015 DKI, Kejagung Belum Terima Laporan dari Ahok)
Ketika keduanya keluar dari ruang pemeriksaan, melalui pintu belakang, para wartawan yang telah menunggu sejak pagi segera menghampiri mereka. Apa yang terjadi? Kedua Kepsek tersebut enggan komentar perihal pemeriksaannya sebagai saksi yang baru saja dilakukan. Ia hanya terdiam dan berjalan menuju keluar lingkungan Polda Metro Jaya, Senin (9/3).
Hingga berita ini diturunkan hanya dua Kepsek yang mengiyakan pemanggilan Polda Metro tersebut. Kini hanya terlihat kerumunan media yang ingin memperoleh berita tersebut. Para jurnalis ini menunggu dan menunggu hingga datangnya para saksi dana UPS, yang kabarnya menghabiskan sejumlah 12, 1 triliun. (gms)
Bagikan
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Ancam Pidanakan Oknum Polisi yang Diduga Main Tangkap Pedagang Es Jadul di Kemayoran
dr Richard Lee Daftar Permohonan Praperadilan Usai Terancam 12 Tahun Kurungan, Begini Respons Polisi
Pandji Pragiwaksono Sindir Ibadah Salat di 'Mens Rea', Novel Bamukmin Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Jual Online 50 Senjata Api Ilegal, Sindikat Pabrik Rumahan Untung Rp 3-5 Juta per Pucuk
Pabrik Senpi Rumahan Terbongkar, Belajar Merakit Sejak 2018 Mulai Dijual Online 2024
Marak Pejahat Bersenjata Api di Wilayah Polda Metro, Ternyata Banyak Dijual Online