Headline

Dua Delegasi Korea Bertemu, Presiden Korsel Puji Donald Trump

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 10 Januari 2018
Dua Delegasi Korea Bertemu, Presiden Korsel Puji Donald Trump

Delegasi Korea Selatan dan Utara menghadiri pertemuan di desa gencatan senjata Panmunjom di zona demiliterisasi (ANTARA FOTO/Yonhap via REUTERS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Terwujudnya perundingan delegasi Korea Selatan dan Korea Utara untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir ini, membuat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memuji Donald Trump setinggi langit.

Dalam pernyataannya kepada media Rabu (10/1), Presiden Korsel Moon Jae-in mengungkapkan pertemuan tersebut tidak terlepas dari peran Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Berkat tekanan Trump, Pyongyang bersedia membuka kembali dialog dengan Seoul.

Kedua negara Korea menggelar perundingan pada Selasa di zona demiliterisasi, yang memisahkan mereka sejak 1953.

Namun di sisi lain, Moon juga mengancam Korea Utara akan sanksi yang lebih berat jika terus melakukan provokasi dengan melakukan uji coba nuklir dan peluru kendali, sebagaimana terjadi sepanjang tahun lalu.

Sanksi internasional melalui PBB membuat Pyongyang sepakat berunding dengan Seoul pada Selasa untuk membentuk ulang konsultasi militer yang mencegah konflik langsung.

"Menurut saya, Presiden Trump berjasa besar dalam terlaksananya perundingan antar-Korea ini. Saya ingin menyampaikan terimakasih," kata Moon dalam konferensi pers.

"Perundingan ini bisa jadi merupakan hasil dari sanksi dan tekanan Amerika Serikat," kata dia.

Moon Jae-in mengaku siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara untuk memperbaiki hubungan bilateral, jika ada "jaminan tercapainya tujuan tertentu."

"Perundingan awal ini bertujuan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara. Sementara dalam jangka panjang, kami ingin berunding dengan mereka mengenai masalah denuklirisasi," kata Moon.

Namun demikian, Pyongyang menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan masalah nuklir dengan Seoul, mengingat persenjataan itu hanya akan digunakan untuk menyerang Amerika Serikat--bukan "saudara-saudara" mereka di Korea Selatan, ataupun Rusia dan China.

Sikap ini juga ditulis dalam surat kabar Korea Utara, Rodong Sinmun, yang mengatakan bahwa semua persoalan akan mudah diselesaikan oleh sesama Korea tanpa keterlibatan Amerika Serikat.

"Jika Utara dan Selatan mengabaikan tekanan eksternal dan bekerja sama, maka kita akan bisa menyelesaikan semua persoalan demi memenuhi kebutuhan rakyat," tulis Rodong Sinmun sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Sementara itu Washington menyambut baik perundingan di Semenanjung Korea dan menyebutnya sebagai langkah pertama mengatasi krisis nuklir. Mereka juga mengaku tertarik bergabung dengan negosiasi yang sama di masa depan dengan tujuan menghabisi nuklir Pyongyang.

Amerika Serikat saat ini masih mempunyai 28.500 tentara di Korea Selatan untuk bersiaga. Amerika bersama Kanada, juga akan menjadi tuan rumah pertemuan 20 menteri luar negeri untuk membahas persoalan nuklir Korea tanpa partisipasi dari China, sekutu terbesar Pyongyang.

"Pertemuan itu hanya menciptakan perpecahan dalam komunitas internasional sehingga menghambat penyelesaian nuklir Semenanjung Korea," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang.(*)

#Presiden Korea Selatan #Donald Trump #Korea Utara #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
ShowBiz
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Penyanyi sekaligus aktris musik country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Legenda Country Dolly Parton Meninggal Dunia, Donald Trump Perintahkan Bendera Setengah Tiang Selama Satu Pekan
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Dunia
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Sekitar 42.000 orang diperintahkan segera mengungsi, sedangkan 45.000 warga lainnya diminta bersiap meninggalkan rumah mereka.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Dunia
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Kekeringan yang sedang berlangsung menyebabkan permukaan air di sejumlah wilayah barat AS terus menyusut.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Dunia
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Iran membalas pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Balas Klaim Trump atas Selat Hormuz, Iran Sebut California Wilayah Barunya
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Dunia
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Kasus kebakaran Jeep Gladiator dan Wrangler memicu gugatan hukum di AS. FCA recall 1,07 juta unit akibat masalah konektor listrik pompa power steering. NHTSA catat 51 kebakaran dan 1 cedera.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Bagikan