DPRD Soroti Fasilitas Sekolah yang Buruk di Kabupaten Bandung
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Jajang Rohana. (MP/Yugi Prasetyo)
MerahPutih.com – Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman bagi para siswanya selain di rumah. Pasalnya waktu yang dihabiskan di sekolah pun cukup lama. Sehingga harus diciptakan suasana yang nyaman serta aman.
Hal itulah yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Jajang Rohana, saat mengunjungi SDN Bojongmanggu, Kecamatan Pameumpeuk, Kabupaten Bandung.
Dalam kunjungan tersebut Jajang mendapati sekolah tersebut minim penunjang fasilitas yang memadai.
“Tidak ada ruang bermain, ruang aktivitas, ruang olah raga, apalagi taman-taman. Padahal sekolah harus memiliki taman, namanya juga taman siswa, agar siswanya betah,” ujar Jajang.
Sekolah itu, sejatinya menurut Jajang adalah tempat tumbuh kembangnya anak. Jika sarana prasana yang kasat mata saja tidak ada, bagaimana anak bisa bertumbuh dengan baik. Belum lagi tidak adanya keberadaan tempat ibadah yang menurut Jajang sangat penting untuk mendidik karakter anak di masa depan.
“Bagaimana anak mau berkarakter, sejak kecil saja tidak disediakan tempat ibadah bagi mereka,” katanya.
Masalah sanitasi yang buruk juga menambah deretan mal-fasilitas bagi sekolah tersebut. Satu toilet yang idealnya digunakan 10 orang siswa, kenyataannya digunakan untuk 420 orang siswa. Hal tersebut dianggap Jajang sebagai hal yang sangat tidak manusiawi.
“Sangat buruk dari standar yang seharusnya. Sebaiknya idealnya ada beberapa wc yang bisa menampung ratusan siswa itu satu toilet untuk 10 siswa,” ujar anggota DPRD dari Fraksi PKS ini.
Dari keseluruhan pemasalahan itu, Jajang menyimpulkan, bahwa permasalah fisik sekolah, yang banyak terjadi, harus segera ditangani dengan cara melakukan revitalisasi bangunan.
Bertambahnya jumlah penduduk di kota dan daerah, membuat jumlah rombongan belajar tidak sebanding dengan ketersediaan ruang kelas.
“Kondisi demikian harus menjadi perhatian pemerintah, terutama bangunan sekolah yang sudah tua atau bangunan yang memang dibangun dengan kualitas yang buruk,” tegasnya. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Aksi Bela Rohingya Di Candi Borobudur Belum Kantongi Izin
Bagikan
Berita Terkait
Diperintah Kelola Sampah oleh Presiden, Kota Bandung Siapkan Anggaran Rp 348 Miliar
2 Orang Meninggal Saat Cari Harta Karun di Antapani Bandung
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Pemda Siapkan Dana Rp 7,3 Miliar Buat Korban Longsor Cisarua Bandung
Siswa Aceh Utara Belajar di Lumpur, DPR Desak Bantuan Perabotan
Pilkada Butuh Banyak Uang Memicu Politik Transaksional, Guru Besar STIK Yakin Bakal Ada Ancaman Demokrasi
Nasib Kebun Binatang Bandung Ditentukan 2 Bulan Lagi
Persib Vs Persija, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Larang Bobotoh Pawai dan Minta Dewasa
Tolak Keras Pilkada Lewat DPRD, Gerakan Rakyat: Ini Permufakatan Elit Rampas Kedaulatan
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD