Merahputih.com - MRT Jakarta, sistem cadangan listrik, dan keselamatan penumpang menjadi sorotan utama setelah insiden mati listrik melanda sejumlah stasiun di Ibu Kota baru-baru ini.
Gangguan teknis tersebut memicu kekhawatiran mengenai kesiapan mitigasi bencana pada moda transportasi kebanggaan warga ibu kota tersebut.
Baca juga:
Hari Transportasi Nasional 24 April 2026: Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp 1
Urgensi Sistem Cadangan Listrik di Stasiun
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mendesak manajemen MRT Jakarta untuk segera meningkatkan sistem cadangan listrik di seluruh stasiun. Langkah ini bertujuan mencegah terulangnya insiden mati listrik yang sempat melumpuhkan aktivitas operasional.
Nova menilai peristiwa tersebut menjadi indikator nyata bahwa standar operasional prosedur (SOP) terkait sistem kelistrikan pada fasilitas vital, seperti lift dan eskalator, masih memerlukan penguatan signifikan.
“Ini sangat penting. Dari penjelasan yang kami terima, belum ada genset atau sistem cadangan listrik yang memadai, terutama untuk fasilitas vital seperti lift dan eskalator,” ujar Nova, Senin (27/4).
Mitigasi dan Keselamatan Penumpang
Kondisi tanpa listrik cadangan ini tidak boleh berlanjut karena bersinggungan langsung dengan aspek keamanan publik.
Ia menekankan agar MRT Jakarta menyiapkan langkah mitigasi yang jelas serta menyeluruh di seluruh koridor stasiun, mengingat gangguan kemarin tidak hanya terjadi di satu titik saja.
Baca juga:
Fasilitas krusial harus tetap berfungsi normal meskipun pasokan listrik utama mengalami kendala.
“Harus ada mitigasi yang jelas, dan juga perencanaan pemasangan genset sebagai backup plan ketika listrik mati di ruang-ruang yang sangat urgen seperti eskalator maupun lift,” tegasnya.
Manajemen MRT Jakarta kini mengemban tanggung jawab untuk memastikan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas tertinggi dalam pengelolaan transportasi publik di Jakarta.