DPRD Mau Lihat Dulu Arah Manuver Anies Rombak Nama Dinas

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 25 Juni 2019
DPRD Mau Lihat Dulu Arah Manuver Anies Rombak Nama Dinas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keterangan kepada para wartawan usai mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/6) (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan Anggota Parlemen Kebon Sirih belum mau mempersoalkan rencana Gubernur DKI Jakarta melakukan perombakan Dinas-Dinas di Pemprov DKI.

"Ya kemarin kan Pak Anies baru membacakan rencana revisi perda. Kita lihat dulu arahnya mau ke mana. Sepanjang itu untuk efisiensi dan efektivitas kerja kami oke," kata Gembong saat dikonfirmasi, Selasa (25/6).

Anies sebelumnya mengusulkan perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

BACA JUGA: Anies Akan Balas Komentar Ahok Soal Reklamasi Lewat Keterangan Tertulis

Menurut Gembong, Perda Nomor 5 Tahun 2016 tersebut pernah disahkan pada era Pelaksanaan Tugas (Plt) Gubernur Sumarsono.

"Disahkan bersama beliau (Sumarsono) nah, ini Pak Anies mau mengubah lagi. Ya kita lihat nanti arahnya beliau," tuturnya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menuturkan, sebelum disahkan oleh Anggota Parlemen Kebon Sirih terlebih dahulu dikonsultasikan dengan Kementerian Dalam Negari (Mendagri). Usulan Perda itu nantinya dikoreksi oleh Kemendagri selanjutnya dikirim ke DPRD DKI.

"Disahkan di kami, tapi dikirim ke sana, dikoreksi. Kami terima, dikoreksi, baru diundangkan," tutupnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di pulau reklamasi (Foto: antaranews)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di pulau reklamasi (Foto: antaranews)

Seperti diketahui, saat menghadiri rapat paripurna yang digelar hari ini di Gedung DPRD DKI Jakarta, Gubernur DKI Anies Baswedan menyampaikan soal usulan perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

"Terkait dengan dinas pariwisata dan kebudayaan ini kita usulkan untuk dipisah. Dinas kebudayaan sendiri, kemudian Dinas pariwisata dan ekonomi kreatif itu sendiri," ujar Anies di lokasi, Senin (24/6).

Anies, berencana akan membentuk dinas baru, yakni Dinas Kebudayaan lantaran harus dipisahkan dengan Dinas Pariwasata. Ia mengusulkan agar dua dinas tersebut menjadi dinas yang berbeda. Agar nantinya kegiatan pariwisata dan kebudayaan di dinas DKI Jakarta memiliki dua target yang berseberangan.

"Kegiatan pariwisata itu dalam rangka menggerakan perekonomian. Karena itu ada motif ekonomi, dan ada unsur komersial," jelasnya.

Pembentukan dinas baru tersebut, lanjut Anies mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pembinaan dan Pengendalian Penataan Perangkat Daerah.

BACA JUGA: Anies Bocorkan Realisasi Pelaksanaan APBD DKI Anggaran 2018

Adapun rencana perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah DKI Jakarta :

1. Pembentukan perangkat daerah baru, yaitu Dinas Kebudayaan.

2. Dinas Lingkungan Hidup menjadi Dinas Lingkungan Hidup dan Energi.

3. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

4. Dinas Kehutanan menjadi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

5. Dinas KUKM serta Perdagangan menjadi Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan KUKM.

6. Badan Pajak dan Retribusi Daerah menjadi Badan Pendapatan Daerah.

7. Pembubaran perangkat daerah lama, yaitu Dinas Perindustrian dan Energi. (Asp)

#Anies Baswedan #DPRD
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Seluruh transaksi parkir on-street wajib menggunakan kanal pembayaran resmi yang terintegrasi dan terverifikasi, bukan rekening pribadi juru parkir.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Pilkada Diusulkan Sesuai Karakter Daerah, Bisa Dipilih DPRD atau Ditetapkan
Kompetisi antarkader di internal partai politik harus berjalan secara sehat dan tidak menghalalkan segala cara dan transaksional
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Pilkada Diusulkan Sesuai Karakter Daerah, Bisa Dipilih DPRD atau Ditetapkan
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Gubernur Kaltim Diincar Pansus Angket DPRD, Legislator Senayan Angkat Suara
Dinamika di Kalimantan Timur bisa menjadi pelajaran bagi kepala daerah lain pentingnya sensitivitas terhadap isu publik serta fokus pada penguatan fiskal daerah.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Gubernur Kaltim Diincar Pansus Angket DPRD, Legislator Senayan Angkat Suara
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Indonesia
Pekerja Rumah Tangga Kini Wajib Minimal 18 Tahun, Majikan Rekrut ART Bocah Siap-Siap Kena Pidana
Bagi mereka yang masih di bawah umur dan belum menikah, Bob Hasan menyatakan bahwa kontrak kerja harus segera berakhir
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Pekerja Rumah Tangga Kini Wajib Minimal 18 Tahun, Majikan Rekrut ART Bocah Siap-Siap Kena Pidana
Indonesia
Arahan Presiden Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD Dilakukan Tertutup
Prabowo menekankan, para Ketua DPRD yang hadir, meski berasal dari latar belakang politik berbeda, tetap memiliki semangat kebangsaan yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
Arahan Presiden Prabowo ke Seluruh Ketua DPRD Dilakukan Tertutup
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI, probabilitas atau kemungkinannya mencapai 99,1 persen.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Bagikan Kuota Haji Gratis untuk Umat, Bisa Ganti dengan Uang Tunai jika Tak Mau
Indonesia
Prabowo Beri Arahan Khusus untuk Ketua DPRD Se-Indonesia dalam Retret di Akmil
Prabowo dijadwalkan menghadiri kegiatan retret pukul 10.00 WIB. Sejumlah menteri disebut mengisi retret ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 April 2026
Prabowo Beri Arahan Khusus untuk Ketua DPRD Se-Indonesia dalam Retret di Akmil
Bagikan