MerahPutih.com - Rencana pelatihan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadi Komponen Cadangan (Komcad) menuai sorotan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, mengingatkan agar pelaksanaan kebijakan itu tak berdampak pada pelayanan publik.
Menurut Dede Yusuf, ASN yang diikutsertakan dalam pelatihan tak berurusan langsung dengan pelayanan publik. Misalnya, ASN yang bekerja di kantor kepengurusan perizinan.
"Bisa pada bagian penunjang, sehingga waktunya tidak terganggu pada tugas seharusnya," kata Dede kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/2).
Baca juga:
ASN Boleh Kerja Fleksibel Jelang Nyepi dan Lebaran 2026, ini Jadwal Lengkapnya
Dede Yusuf juga meminta kementerian pelaksana program ini untuk mengatur ketentuan ASN yang mengikuti latihan komcad.
"Kami serahkan kepada pemerintah mana yang paling pas untuk mengikuti pelatihan," ucap politikus Partai Demokrat ini.
Sekadar informasi, sebanyak 4 ribu ASN dari 49 kementerian dan lembaga akan direkrut untuk mengikuti pelatihan Komponen Cadangan (Komcad).
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat sistem pertahanan semesta dengan melibatkan unsur sipil dalam skema pertahanan negara.
Baca juga:
Aturan Polisi Ditempatkan di Jabatan Sipil Segera Rampung, Jadi Solusi Sementara
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan menyebutkan, pihaknya telah meminta kementerian dan lembaga mengirimkan nama-nama ASN untuk diseleksi sebelum mengikuti pelatihan.
Proses pendidikan direncanakan berlangsung sekitar dua bulan dan dijadwalkan mulai April tahun ini.
“Nama-nama sudah kami minta, nanti akan diseleksi sebelum mengikuti pelatihan,” ujar Donny.
Langkah ini menandai keterlibatan langsung birokrasi sipil dalam program pertahanan yang selama ini identik dengan unsur militer.
ASN yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan dasar kemiliteran sesuai skema Komcad, yang secara hukum memang memungkinkan warga sipil dilatih sebagai cadangan pertahanan negara.
Baca juga:
TNI Susun Kriteria Pemilihan Prajurit Dikirim ke Gaza, Beberapa Opsi Disiapkan Buat Perdamaian
Secara terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan, TNI AD siap memfasilitasi pelatihan tersebut.
Melalui infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang dimiliki, TNI AD dinilai mampu menggelar pendidikan bagi ribuan ASN sekaligus.
Namun demikian, Maruli menegaskan pihaknya masih menunggu penugasan detail dari Mabes TNI.
Pelatihan Komcad untuk ASN ini juga dimungkinkan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara atau TNI Angkatan Laut, tergantung keputusan akhir komando. (knu)

