DPR Respons Wacana Potong Gaji Menteri: Penting sebagai Teladan, Bukan Sekadar Anggaran

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Maret 2026
DPR Respons Wacana Potong Gaji Menteri: Penting sebagai Teladan, Bukan Sekadar Anggaran

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wacana pemotongan gaji menteri dan pejabat negara yang tengah dikaji pemerintah menuai respons dari kalangan legislatif. Anggota Komisi II DPR RI, Ali Ahmad, menilai langkah tersebut memiliki makna penting di tengah situasi global yang tidak menentu akibat konflik di Timur Tengah.

Menurut Ali, gagasan yang tengah dipertimbangkan oleh Presiden Prabowo Subianto itu dapat dipandang sebagai sinyal moral bahwa para pemimpin harus berada di garis depan dalam menunjukkan empati kepada masyarakat.

"Ketika rakyat diminta bersiap menghadapi dampak ekonomi, para pejabat juga perlu menunjukkan kesiapan berkorban,” ujar Ali Ahmad dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Baca juga:

Kenaikan Gaji Menteri Harus Dibarengi Dengan Target Kinerja

Ali menjelaskan bahwa pemotongan gaji pejabat, termasuk menteri dan anggota DPR, memang memiliki nilai simbolik yang kuat. Namun, dari sisi fiskal, kontribusinya terhadap anggaran negara dinilai relatif kecil.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sebaiknya tidak dipandang sebagai solusi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, melainkan sebagai bentuk teladan kepemimpinan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menunjukkan solidaritas pemerintah terhadap masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.

Baca juga:

Golkar Dukung Prabowo Potong Gaji Pejabat Dampak Krisis Global Akibat Perang di Timur Tengah

Ali Ahmad juga mengingatkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi memberikan dampak luas, mulai dari kenaikan harga energi global hingga terganggunya rantai pasok internasional.

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Karena itu, ia menilai wacana penghematan tidak boleh berhenti pada pemotongan gaji pejabat semata, tetapi perlu diperluas menjadi gerakan disiplin fiskal secara nasional.

“Dalam situasi seperti ini, wacana penghematan harus diperluas menjadi gerakan disiplin fiskal nasional, mulai dari efisiensi belanja kementerian, penguatan prioritas program, hingga pengendalian pemborosan anggaran,” katanya.

Baca juga:

Prabowo Cek Anggaran Sampai Satuan Terkecil, Ingin Penghematan Sampai Rp 20 Triliun

Ali menekankan bahwa kebijakan fiskal pemerintah harus tetap berfokus pada perlindungan masyarakat, terutama kelompok rentan dan pelaku usaha kecil.

Menurutnya, anggaran negara harus diarahkan untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat di tengah gejolak global.

Ia juga menilai pentingnya transparansi dalam menyampaikan kebijakan kepada publik agar dapat membangun kepercayaan dan rasa kebersamaan dalam menghadapi tantangan ekonomi.

"Situasi global saat ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat reformasi dalam pengelolaan anggaran negara, memperkuat efisiensi birokrasi, memprioritaskan program yang benar-benar berdampak bagi rakyat, dan memastikan setiap rupiah APBN memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan," tegasnya. (Pon)

#Efisiensi Anggaran #Gaji Menteri #Gaji Pejabat #Komisi II DPR #Geopolitik #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Prabowo Ungkap 328 BUMN Sudah Ditutup, Target Hemat Bisa Capai Rp 100 Triliun
Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan, bahwa sudah menutup 328 BUMN. Target hemat anggaran bisa menembus Rp 100 triliun.
Soffi Amira - Rabu, 16 September 2026
Prabowo Ungkap 328 BUMN Sudah Ditutup, Target Hemat Bisa Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Prabowo Targetkan Penghematan Rp 100 Triliun Dari Tutup 700 BUMN
Pengurangan jumlah BUMN tersebut dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi biaya rutin yang selama ini dikeluarkan perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Targetkan Penghematan Rp 100 Triliun Dari Tutup 700 BUMN
Indonesia
ICW Kritik Anggaran Burung Merpati Rp 305 Juta di Perayaan HUT ke-81 RI
ICW menyoroti pengadaan burung merpati Rp 305 juta dalam perayaan HUT ke-81 RI. Pengadaan tersebut dinilai berlebihan.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
ICW Kritik Anggaran Burung Merpati Rp 305 Juta di Perayaan HUT ke-81 RI
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Bagikan