DPR Minta Riset Kebencanaan Harus 'Membumi', Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendidikan dan Riset

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 09 Desember 2025
DPR Minta Riset Kebencanaan Harus 'Membumi', Kesiapsiagaan Bencana Melalui Pendidikan dan Riset

Evakuasi Korban Bencana Alam di Aceh dan Sumatera. (Foto: dok. Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputihcom - Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mendorong adanya pergeseran fundamental dalam cara menangani bencana di sektor pendidikan. Pendekatan yang selama ini cenderung reaktif harus diubah menjadi pendekatan yang lebih preventif dan berbasis mitigasi jangka panjang.

Mengingat Indonesia dijuluki sebagai “supermarket bencana”, Bonnie menilai kesiapsiagaan harus ditingkatkan secara serius. Hal ini menuntut peran lebih besar dari riset, teknologi, dan keberanian para akademisi untuk menyuarakan secara dini persoalan kerusakan lingkungan.

“Indonesia sering disebut sebagai negara dengan istilah supermarket bencana. Kalau kita lihat, bencana itu banyak sekali. Mestinya kita lihat ke depan sekarang penanggulangan sudah banyak, saya juga mengapresiasi tindakan cepat dari community scientist, juga BRIN, terhadap penanggulangan bencana ini. Ke depan, kita bisa meningkatkan lagi kewaspadaan kita, kemudian mitigasinya,” ujar Bonnie dalam keterangannya, Senin (8/12).

Baca juga:

Fenomena Supermoon Dituding Penyebab Banjir Rob Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu

Pengawasan Lingkungan dan Peran Teknologi

Bonnie turut menyoroti lemahnya pengawasan lingkungan. Ia menyinggung kasus pencabutan izin empat perusahaan oleh Menteri Kehutanan yang diduga kuat menjadi kontributor kerusakan lingkungan.

Menurutnya, insiden yang menyebabkan bencana besar dan korban jiwa seharusnya dapat terdeteksi sejak awal jika sistem pengawasan berjalan optimal.

Pemanfaatan teknologi seperti pemetaan citra satelit dan drone semestinya mampu mengidentifikasi sejak dini aktivitas ilegal seperti penggundulan hutan, penyalahgunaan izin, atau operasi perusahaan tanpa izin yang berpotensi memicu bencana besar seperti banjir dan tanah longsor.

"Mestinya kan terdeteksi dari awal, mestinya kan bisa diketahui dari awal, sehingga banjir yang menyebabkan korban jiwa yang sangat besar ini kita bisa hindari,” tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Mendorong Riset Kebencanaan yang Membumi

Dalam konteks pendidikan tinggi dan riset, Bonnie mendesak keterlibatan aktif dari universitas, khususnya yang memiliki fakultas kehutanan, lingkungan, dan program studi terkait kebencanaan. Kampus tidak hanya dilihat sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai sumber produksi pengetahuan yang harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Riset-riset kebencanaan didorong untuk lebih "membumi" dan melibatkan langsung masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Menggali dan Melestarikan Pengetahuan Lokal

Selain riset modern, Bonnie secara khusus menekankan pentingnya penggalian dan pelestarian pengetahuan lokal (local wisdom) terkait bencana. Ia mengingatkan bahwa banyak komunitas adat dan masyarakat lokal memiliki istilah, penanda alam, serta ingatan kolektif mengenai bencana. Pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun ini sering kali terputus dan terabaikan karena kurang terdokumentasi dan tidak terdistribusikan secara luas.

Ia memberikan contoh praktik riset di luar negeri yang menggunakan arsip visual dan dokumentasi historis (foto-foto lama) untuk memetakan risiko bencana di masa depan. Pendekatan historis ini dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia guna memanfaatkan arsip, kronologi, dan data historis bencana sebagai dasar kuat untuk perencanaan mitigasi.

Baca juga:

KLH Persilahkan Gelondongan Kayu Banjir Sumatra Dimanfaatkan Pemda

Isu Keadilan dalam Pemulihan Pascabencana

Menutup pernyataannya, Bonnie juga menyinggung ancaman banjir rob yang semakin nyata di Jakarta dan menilai riset lingkungan harus menjadi agenda yang sangat urgen. Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang adil dan menyeluruh dalam pemulihan pendidikan pascabencana.

Ia mempertanyakan skema bantuan biaya hidup pemerintah yang hanya mencakup mahasiswa dan dosen. Menurutnya, tenaga profesional lain di lingkungan kampus, seperti pustakawan, laboran, dan tenaga kependidikan juga berpotensi terdampak langsung oleh bencana dan harus diperhitungkan dalam skema bantuan tersebut.

#DPR #DPR RI #Bencana Alam #Bencana Nasional #Bencana Hidrometeorologi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Jangan Tunggu Bencana, Siapkan Tas Siaga Beserta Isinya
Menyiapkan tas siaga bencana menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan sejak awal.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Jangan Tunggu Bencana, Siapkan Tas Siaga Beserta Isinya
Indonesia
DPR Dorong Kemendag Kendalikan Harga Beras
Kenaikan harga beras perlu segera diantisipasi karena merupakan salah satu kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia yang dikonsumsi hampir setiap hari. 

Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
DPR Dorong Kemendag Kendalikan Harga Beras
Indonesia
Tiga Warga Meninggal, DPR Desak Larangan Total Sound Horeg
Desakan tersebut muncul setelah tiga warga di Jawa Timur yang dilaporkan meninggal dunia selama Agustus.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Tiga Warga Meninggal, DPR Desak Larangan Total Sound Horeg
Dunia
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menyapu permukiman, jalan, lahan pertanian, serta berbagai infrastruktur yang berada di sepanjang jalur alirannya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Ancaman Kesehatan Sampai Risiko Banjir Susulan masih Membayangi Nepal
Indonesia
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Sebanyak 8 WNI bergabung dengan militer Rusia. DPR meminta pemerintah untuk tidak kecolongan lagi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Indonesia
Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Banjir bandang tercatat menewaskan lebih dari 1.000 orang, sedangkan lebih dari 3.900 orang masih dinyatakan hilang.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
  Lebih dari 110 Orang Diselamatkan Sepekan setelah Banjir Bandang Nepal
Indonesia
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Jika ada WNI yang bergabung dengan militer negara asing maka status kewarganegaraan Indonesia akan hilang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
RUU Perampasan Aset Jangkau 13 Tindak Pidana, Praktisi Hukum Ingatkan jangan Jadi Alat Tebang Pilih
Perluasan cakupan tersebut merupakan langkah maju dalam memperkuat pemberantasan kejahatan.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
RUU Perampasan Aset Jangkau 13 Tindak Pidana, Praktisi Hukum Ingatkan jangan Jadi Alat Tebang Pilih
Indonesia
DPR Setuju Anggaran KPK 2027 Tambah Rp 774,31 Miliar Jadi Rp 2,22 Triliun
Komisi III DPR RI menyetujui tambahan anggaran KPK sebesar Rp774,31 miliar. Dengan tambahan ini, pagu anggaran KPK 2027 naik menjadi Rp2,22 triliun untuk mendukung pemberantasan korupsi
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
DPR Setuju Anggaran KPK 2027 Tambah Rp 774,31 Miliar Jadi Rp 2,22 Triliun
Berita Foto
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Ketua DPR Puan Maharani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 01 September 2026
Rapat Paripurna DPR Tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI
Bagikan