DPR: Menhub Telusuri Anak Buahnya yang Diduga Terima Suap

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 05 Januari 2015
DPR: Menhub Telusuri Anak Buahnya yang Diduga Terima Suap

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional- Dugaan suap izin penerbangan AirAsia QZ8501 pada hari Minggu terus menjadi perhatian Komisi V DPR RI. Anggota Komisi V, Abdul Hakim adalah salah satu contohnya.

Politikus dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengambil langkah sebagai inisiatif untuk menelusuri jajarannya sebelum ia melakukan mutasi terhadap Air Trafic Control (ATC). Sebab, menurut Hakim, ATC adalah sebagai operator sedangkan Menhub sebagai regulator.

"Makanya saya bilang tadi kita sekarang harus objketif mengidentifikasi siapa jajaran atau bawahannya (Menhub) yang memberi izin sebelum dia melakukan mutasi ATC," kata Hakim, Senin (5/1).

Menurutnya, sebagai otoritas pengawas, Menhub mestinya memastikan pesawat-pesawat, termasuk AirAsia QZ8501 sesuai prosedur sebelum terbang. Kemudian setelah semua komponen sudah siap, barulah pesawat tersebut di izinkan terbang sesuai prosedur yang ada.

"Apakah kemudian otoritas sesuai tugasnya atau enggak. Kalau kemudian operator tahu pesawat yang mau terbang itu tidak punya izin, artinya dia harus menghentikan itu, itu fungsi otoritas," katanya.

Otoritas dalam hal ini Menhub harus mengontrol untuk memastikan bahwa seluruh penerbangan dapat dipastikan memenuhi prosedur. Karena itulah, Hakim meminta agar Menhub lebih objektif menelusuri izin operasi pesawat jurusan Surabaya-Singapura pada hari minggu itu.

"Kenapa izin diberikan, siapa yg memberikan izin? Karena Air Navigasi yang saya ketahui hanya memberikan pelayanan navigasi yang sudah ada jadwalnya. Adakah izin terbang hari Ahad, jika ada, siapa yang memberi izin?," tanya Hakim.

Terkait sanksi, Hakim menegaskan agar tepat sasaran dan diberikan kepada yang melakukan kesalahan. Menhub, kata Hakim, harus mencermati ulang persoalan hal ihwal penyebab kecelakaan pesawat berpenumpang 155 orang dan 7 orang awak kabin itu.

"Prinsip saya setuju melakukan tindakan tegas kepada yang melanggar prosedur. Tetapi harus dilakukan tepat sasaran," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan menuding maskapai penerbangan AirAsia telah melakukan pelanggaran izin. AirAsia disebut tak memiliki izin terbang rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu. (HUR)

#Kasus Suap #Kemenhub #AirAsia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Cari Korban Kapal Virgo Transport 8, Penyelam Pasukan Khusus TNI-AL Gunakan Drone Laut
Ada 622 orang personel tim SAR gabungan yang dikerahkan mencari para korban Kapal Virgo Transport 8.
Dwi Astarini - Senin, 14 September 2026
Cari Korban Kapal Virgo Transport 8, Penyelam Pasukan Khusus TNI-AL Gunakan Drone Laut
Indonesia
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Kemenhub mengerahkan kapal patroli membantu pencarian lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Cari 5 Jurnalis yang Hilang di Perairan Selat Sunda
Indonesia
Pejabat Kemenhub Diduga Minta Commitment Fee 5 Persen, Proyek Perlintasan Kereta Rp 20,7 Miliar Jadi Sorotan
Dakwaan KPK mengungkap dugaan commitment fee 5 persen dalam proyek perlintasan sebidang Jawa dan Sumatera senilai Rp 20,7 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Pejabat Kemenhub Diduga Minta Commitment Fee 5 Persen, Proyek Perlintasan Kereta Rp 20,7 Miliar Jadi Sorotan
Indonesia
AirAsia Batalkan Sejumlah Penerbangan dari dan ke Jakarta, Ini 4 Pilihan SRO bagi Penumpang
Selain pembatalan dan perubahan jadwal, AirAsia menyediakan Service Recovery Options (SRO) bagi penumpang yang terdampak.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
AirAsia Batalkan Sejumlah Penerbangan dari dan ke Jakarta, Ini 4 Pilihan SRO bagi Penumpang
Indonesia
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Sekitar 150 ribu penumpang terdampak setelah 467 penerbangan dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
150 Ribu Penumpang Terdampak Gangguan Penerbangan, Kemenhub Minta Maskapai Pastikan Hak Refund
Indonesia
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Kemenhub belum membuka sejumlah bandara terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, termasuk 409 domestik.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
Kemenhub Pilih Tahan Penerbangan, Abu Gunung Anak Krakatau Masih Jadi Ancaman
Indonesia
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Mayoritas armada asing yang masuk merupakan helikopter karena memiliki kemampuan efektif dalam mendukung pemadaman api dari udara di lokasi terdampak.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 September 2026
Negara-Negara Asing Ikut Bantu Pemadam Karhutla, 35 Pesawat dari AS Hingga Laos Diizinkan Masuk NKRI
Indonesia
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan Kalimantan: Cek Update Bandara Terdampak dan Hak Penumpang
Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan memicu penundaan dan pembatalan penerbangan di sejumlah bandara seperti Singkawang dan Pangkalan Bun. Cek status terkini, jadwal penerbangan terdampak, serta panduan refund dan reschedule tiket gratis di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan Penerbangan Kalimantan: Cek Update Bandara Terdampak dan Hak Penumpang
Indonesia
Amplop SGD 14.000 Jadi Sorotan, KPK Periksa Stafsus Menhut dalam Kasus Bupati Kuansing
KPK memeriksa Stafsus Menhut Raja Juli Antoni, Andi Saiful Haq, sebagai saksi kasus Bupati Kuansing. Pemeriksaan terkait amplop SGD 14.000.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Amplop SGD 14.000 Jadi Sorotan, KPK Periksa Stafsus Menhut dalam Kasus Bupati Kuansing
Indonesia
Tragedi KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep, Komisi V DPR Evaluasi Menhub
Keselamatan penumpang dan awak kapal harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi laut.
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Tragedi KMP Mutiara Sentosa II di Perairan Sumenep, Komisi V DPR Evaluasi Menhub
Bagikan