DPR Desak Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Dirombak Total, tak Boleh Ada lagi Petani Menjerit

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 22 April 2026
DPR Desak Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Dirombak Total, tak Boleh Ada lagi Petani Menjerit

Karung pupuk subsidi. (ANTARA/HO-Pertanian Bulukumba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi VI DPR RI Nasim Khan mendesak pemerintah memperbaiki secara menyeluruh tata kelola pupuk bersubsidi guna menjamin penyaluran yang lebih tepat sasaran dan berkeadilan. Efektivitas distribusi pupuk dinilai menjadi kunci utama kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan petani.

Menurut Nasim, permasalahan utama dalam tata kelola pupuk saat ini terletak pada belum sinkronnya sektor regulasi dan sisi distribusi. PT Pupuk Indonesia (Persero) sebagai eksekutor distribusi dinilai perlu berkoordinasi lebih intensif dengan otoritas pertanian yang mengatur regulasi, agar alokasi pupuk benar-benar selaras dengan kebutuhan faktual di lapangan.

“Kami berharap ada perbaikan menyeluruh. Kuncinya yakni kebersamaan dan kesamaan niat. Seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada petani, bukan justru membebani mereka dengan birokrasi yang rumit,” ujar Nasim Khan di Jakarta, Rabu (22/4).

Nasim menyoroti urgensi penyempurnaan sistem data, khususnya pada aplikasi e-RDKK yang sering kali menjadi titik lemah dalam validitas data penerima pupuk. Ia juga mendesak penguatan fungsi pengawasan hingga ke tingkat daerah agar tidak ada lagi kebocoran alokasi pupuk yang seharusnya diterima petani kecil.

Baca juga:

Pemerintah Jamin Pasokan Pupuk, Tidak Bakal Naikkan Harga



Selain aspek distribusi, Nasim mendorong pemerintah untuk mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik impor dengan memacu produksi pupuk organik berbasis potensi lokal. Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor pertanian dalam negeri di tengah ketidakpastian pasokan global.

“Kita memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Tapi kita juga harus tahu bagaimana mengelola dan memberdayakannya secara maksimal untuk mendukung kebutuhan nasional. Pengembangan pupuk organik harus menjadi fokus agar petani tidak selamanya tergantung pada impor,” tegas legislator asal Jawa Timur ini.

Untuk mewujudkan kebijakan yang lebih komprehensif dari hulu ke hilir, Nasim mendorong adanya kolaborasi lintas komisi di DPR RI, yakni antara Komisi IV (bidang pertanian) dan Komisi VI (bidang BUMN dan perdagangan). Kolaborasi ini dinilai krusial agar tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan yang merugikan petani.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan petani mendapatkan dukungan yang layak. Dengan kerja bersama dan integrasi data yang akurat, saya yakin kedaulatan pangan dapat kita wujudkan tanpa perlu lagi mendengar keluhan kelangkaan pupuk di lapangan,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Perbaikan Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, DPR Fokus Entaskan Masalah Petani

#Pupuk Subisidi #Distributor Pupuk #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serangan Drone di Wilayah Mekah, DPR Minta KBRI Perkuat Komunikasi dengan WNI
perwakilan RI di Arab Saudi wajib menjadi rujukan utama guna mencegah kepanikan massal akibat maraknya pesan berantai di media sosial.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Serangan Drone di Wilayah Mekah, DPR Minta KBRI Perkuat Komunikasi dengan WNI
Indonesia
DPR Minta Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Transparan dan Tepat Sasaran
Anggaran tersebut harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
DPR Minta Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Transparan dan Tepat Sasaran
Indonesia
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut hak konsumen sekaligus kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, DPR: Segera Tarik dari Pasar dan Tindak Tegas Pelaku
Dunia
DPR Minta KNKT Transparan Ungkap Pemicu Kapal 39 Tahun Tenggelam di Laut Jawa
Proses inspeksi kapal penumpang tidak boleh sebatas formalitas administratif di atas kertas.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
DPR Minta KNKT Transparan Ungkap Pemicu Kapal 39 Tahun Tenggelam di Laut Jawa
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Pembangunan industri kendaraan listrik tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan penjualan kendaraan.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
DPR Minta Pemerintah Susun Peta Jalan Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Indonesia
Komisi IX DPR Dukung Pembahasan RUU Pekerja Gig
Negara perlu menghadirkan regulasi khusus yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, tanpa mematikan karakter fleksibel.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Komisi IX DPR Dukung Pembahasan RUU Pekerja Gig
Indonesia
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran
Bandung Barat Bersatu menyampaikan aspirasi di DPR RI. Mereka menyoroti tata kelola pemerintahan.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran
Indonesia
Legislator Gerindra Dorong Transparansi dan Optimalisasi Badan Pemulihan Aset
Badan Pemulihan Aset (BPA) diminta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi pemulihan aset bagi negara.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Legislator Gerindra Dorong Transparansi dan Optimalisasi Badan Pemulihan Aset
Indonesia
Kader Nasdem Anggota DPR RI Eva Stevany Masuk Desil 4, Disebut Kekeliruan dan Langsung Diperbaiki
Menurut pencatatan jumlah harta kekayaan (LHKPN) 2026, sosok politisi dari Nasdem tersebut sudah memiliki total harta sebanyak Rp 3,5 miliar lebih.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kader Nasdem Anggota DPR RI Eva Stevany Masuk Desil 4, Disebut Kekeliruan dan Langsung Diperbaiki
Indonesia
Fraksi PKB DPR Tegaskan Pekerja Gig Harus Dapat Perlindungan
Perkembangan pekerjaan gig menunjukkan dunia kerja Indonesia mengalami perubahan yang signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Fraksi PKB DPR Tegaskan Pekerja Gig Harus Dapat Perlindungan
Bagikan