Donald Trump Larang Perjalanan dari Negara-Negara Eropa ke AS

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2020
Donald Trump Larang Perjalanan dari Negara-Negara Eropa ke AS

Presiden Donald Trump larang perjalanan dari Eropa ke Amerika selama 30 hari kedepan (Foto: Instagram/@realdonaldtrump)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DUNIA sedang sangat panik dengan penyebaran virus Corona (COVID-19). Tak terkecuali untuk negara adidaya Amerika Serikat. Apalagi setelah keluarnya berita tentang selebitas Hollywood, Tom Hanks yang baru saja terkena virus Corona.

Enggak hanya itu, per 12 Maret WHO juga mendeklarasikan bahwa COVID-19 statusnya sudah jadi pandemik. Nah, hal-hal ini yang sepertinya membuat Donald Trump selaku pemimpin tertinggi negara AS membuat keputusan larangan atau travel warning dari Eropa selama 30 hari. Lantas, apa dampak dari kebijakan tersebut?

Baca juga:

Tom Hanks, Bintang Hollywood Pertama yang Dinyatakan Positif Corona

Donald Trump akan terapkan larangan perjalanan dari negara-negara Eropa

View this post on Instagram

A post shared by President Donald J. Trump (@realdonaldtrump) on

Seperti yang kamu tahu, data dari WHO saat ini menunjukkan bahwa negara dengan korban virus corona terbanyak berada di Italia. Kemudian beberapa negara lain di Eropa juga masuk ke dalam daftar negara-negara dengan jumlah korban virus Corona terbanyak, selain Korea Selatan dan Iran.

Nah, hal ini membuat Presiden AS langsung memberikan larangan perjalanan dari negara-negara Eropa yang ingin masuk ke Amerika selama 30 hari ke depan. Peraturan ini akan mulai dilaksanakan pada hari Jumat waktu setempat.

Dalam pengumumannya tersebut, ia menyalahkan European Union karena tidak langsung membatasi perjalanan pada masa awal-awal merebaknya virus Corona. Oleh karena itu, menurut Trump Amerika harus segera menindaklanjutinya agar bisa melawan virus mematikan yang satu ini.

Baca juga:

Tawarkan Rp65 Juta untuk Jadi Subjek Penelitian Virus Corona

Peraturan tidak berlaku untuk Inggris, Rusia, Irlandia, dan beberapa negara lainnya

Donald Trump Larang Perjalanan dari Negara-Negara Eropa ke AS
Negara-negara yang berada di 'schengen area' yang akan mendapatkan larangan perjalanan masuk Amerika (Foto: europarl.europe.eu)

Walaupun Trump mengatakan akan melarang perjalan dari negara-negara di Eropa, ada beberapa negara yang tidak termasuk di dalamnya. Dilansir dari laman New York Post, larangan berpergian ini hanya berlaku pada 26 negara Eropa yang termasuk dalam area Schengen, seperti Jerman, Denmark, Finlandia, Belanda, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani, Prancis, dan beberapa negara lainnya.

Oleh karena itu, walaupun masih berada di benua Eropa, negara Inggris, Rusia, Irlandia, Monako, Turki, dan beberapa lainnya tidak akan terkena pelarangan perjalanan yang diterapkan Trump ini.

Apa dampaknya?

Donald Trump Larang Perjalanan dari Negara-Negara Eropa ke AS
Walaupun orang tidak bisa masuk, namun perdagangan masih akan berjalan (Foto: express.co.uk)

Hal ini tentu akan sangat memengaruhi ekonomi Amerika. Bisa kamu bayangkan jika tadinya ada berbagai penerbangan dari Eropa ke Amerika dan sebaliknya, dalam 30 hari ke depan tidak ada lagi penerbangan antara dua benua ini. Apalagi sebulan adalah waktu yang cukup lama lho.

Namun, Trump mengatakan bahwa kepentingan bisnis seperti perdagangan antar negara masih bisa dilakukan dan tidak akan berpengaruh terhadap peraturan ini. Soalnya larangan ini hanya untuk menghentikan orangnya saja, bukan barang-barangnya.

Baca juga:

Coachella dan Stagecoah 2020 Resmi Diundur karena Corona

Bagaimana menurutmu? Apakah kebijakan yang diambil Donald Trump untuk menanggapi penyebaran virus Corona ini sudah tepat? (Sam)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona #Amerika Serikat #Donald Trump #Travel Warning
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Bagikan