Dokter Reisa Angkat Bicara Seputar Mitos Vaksin dan COVID-19
dr. Reisa Broto Asmoro berbicara perihal mitos tentang vaksin dan COVID-19 (Foto: instagram @reisabrotoasmoro)
JURU bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, baru-baru ini angkat bicara perihal berbagai mitos yang berkembang di masyarakat terkait dengan vaksinasi dan COVID-19.
Dokte Reisa mengatakan salah satu mitos yang banyak berkembang di masyarakat yakni keberadaan cip yang disuntikkan ke tubuh lewat vaksin COVID-19.
Baca Juga:
Sejumlah Pengelola Mal Dukung Penuh Aturan Pengunjung Wajib Vaksin
"Jadi ini mitos yang banyak banget berkembang karena pada tidak paham isi vaksin itu sebenarnya apa. Sebenarnya isi vaksin itu, entah itu vaksin buatan Amerika, Eropa, ataupun Tiongkok, semuanya punya standar internasional yang sama," jelas Reisa, dikutip ANTARA.
Lebih lanjut, Reisa menambahkan bahwa vaksin hanya berisi komponen virus serta bahan-bahan yang membuat vaksin awet di dalam tubuh. Jadi tidak ada isi cip dan sejenisnya.
Selain soal cip, Reisa juga membahas tentang mitos rokok yang bisa menangkal virus corona. Ia menjelaskan hal itu tidak benar.
Menurut Reisa, merokok justru bisa memperburuk kondisi tubuh, terlebih ketika terinfeksi COVID-19. Selain itu, merokok juga bisa berpotensi menularkan droplet ke lingkungan sekitar.
Terlebih bila merokok di ruangan yang tak memiliki sirkulasi udara yang bagus. Hal itu bisa membuat virus bertahan di udara serta berpotensi terhirup oleh orang lain.
Mitos selanjutnya yang dibahas Reisa ialah soal anak-anak yang kebal terhadap COVID-19. Dia mengatakan tingkat kematian anak-anak akibat COVID-19 di Indonesia justru terbilang tinggi.
"Jangan salah kaprah, anak-anak ini bukan berarti kebal dan justru malah kita harus bersedih karena di Indonesia ini tingkat kematian anak karena COVID-19 ini tinggi sekali ketimbang negara lainnya," ujarnya.
Karena itu, Reisa mengimbau untuk ekstra hati-hati dalam menjaga anak-anak dan ajarkan mereka protokol kesehatan.
Baca Juga:
Kominfo Imbau Masyarakat untuk Menyimpan Sertifikat Vaksin dengan Baik
Ia kemudian menyinggung mitos bahwa setelah menerima vaksin, seseorang bisa dengan santai mengabaikan protokol kesehatan.
Menurut Reisa, hal itu sangat salah kaprah. Menurutnya, vaksinasi COVID-19 tak lantas membuat tubuh menjadi kebal 100 persen. Ia mengatakan vaksin merupakan bagian dari ikhtiar membentengi diri dari penularan COVID-19.
Selain vaksin, ikhtiar lain yang perlu dilakukan yaitu menerapkan protokol kesehatan.
"Nantilah suatu saat kalau misalnya semuanya sudah divaksinasi, kita sudah mempunyai herd immunity atau kekebalan komunitas, barulah kita bisa berharap kita bisa melonggarkan si protokol kesehatan ini," papar Reisa.
Mitos selanjutnya yang juga banyak terjadi di masyarakat ialah meminum minyak kayu putih bisa menyembuhkan COVID-19. Menurut Reisa, mengonsumsi minyak kayu putih justru bisa membahayakan tubuh serta berpotensi menimbulkan penyakit baru. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta