Kesehatan

Rambut Organ Intim Jangan Dicukur Habis

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Jumat, 26 Agustus 2022
Rambut Organ Intim Jangan Dicukur Habis

jangan mencukur habis rambut pada organ intim (Foto: pixabay/hairdresserooo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJAGA kebersihan organ intim sangat penting. Kamu perlu mencukur rambut organ intim agar selalu terlihat higienis. Namun, jangan pernah mencukurnya habis, karena rambut organ intim bermanfaat untuk kesehatan.

Dokter Spesialis obstetri dan ginekologi dr. Tofan Widya Utami, Sp.OG (K) menyarankan jangan mencukur habis rambut pada organ intim, khususnya untuk perempuan agar terhindar dari masalah.

"Rambut (di area organ intim) jangan dikerok, di-waxing supaya bersih kayak bayi, tetapi secara baik gunting sisakan 0,5 cm," jelas dr. Tofan seperti yang dikutip dari laman Antara.

Baca Juga:

Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang

Tofan menjelaskan hal tersebut dilakukan demi menghindari timbulnya gatal ketika rambut baru tumbuh. Rasa gatal tersebut terkadang memicu seseorang untuk menggaruk, padahal dia belum mencuci tangannya.

rambut pada organ intim memiliki beberapa manfaat perlindungan (Foto: pixabay/hairdresserooo)

Seperti yang dikutip dari Medical News Today dan Healthline, menggaruk area yang gatal justru bisa memperburuk rasa gatal, lantaran dianggap mengiritasi ujung saraf pada area yang kamu garuk.

Rambut pada organ intim memiliki beberapa manfaat perlindungan, seperti mencegah kotoran memasuki organ intim, yakni berfungsi sebagai semacam bantalan untuk melindungi terhadap gesekan ketika berhubungan intim, serta penutup untuk menjaga organ tetap hangat.

Baca Juga:

Meditech+, Aplikasi Kesehatan Berbasis AI Karya Anak Bangsa

Selain tentang rambut, Dokter Tofan pun menyarankan masyarakat untuk menjaga kebersihan organ intim. Khusus untuk perempuan, area vulva termasuk yang boleh dibersihkan dengan menggunakan air serta sabun, namun tidak dilakukan setiap hari.

"Vulva harus cucinya pakai sabun, jangan air saja. Tetapi tidak dilakukan setiap hari, setiap saat. Justru kalau kita melakukannya setiap saat atau rutin, itu menyebabkan inflamasi atau radang vulvitis (radang di vulva)," jelas Tofan.

Dokter Tofan pun menyarankan masyarakat untuk menjaga kebersihan organ intim (Foto: pixabay/saeedkebriya)

Kemudian, Tofan juga mengingatkan cara membersihkan organ intim dari depan ke belakang dan bukan dari belakang ke depan. Tofan menyarankan penggunaan bidet yang arahnya dari depan ke belakang.

"Saya kok enggak setuju ya dengan (bidet) yang disiram dari belakang, itu akan memicu satu percikan, mikroorganisme patogen, dari anus ke depan. Padahal kita mengajarkan, bagaimana cara membasuh organ genital eksternal kita dari depan ke belakang," tutupnya. (ryn)

Baca Juga:

Pentingnya Mengetahui Sumber Bahan Baku Suplemen Kesehatan

#Kesehatan #Tips Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
BPJS Kesehatan bukan yang berwenang mengaktifkan atau menonaktifkan akun.
Dwi Astarini - 44 menit lalu
BPJS Kesehatan Sebut Peserta yang Dinonaktifkan sudah tak Masuk Golongan Syarat Kategori Miskin
Indonesia
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Hingga kini, belum ada kasus Nipah di Indonesia. Polri menekankan kewaspadaan Polri dan pentingnya komunikasi publik agar masyarakat tidak panik.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Penggunaan ponsel secara berlebihan dalam kondisi minim cahaya memang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mata, seperti computer vision syndrome dengan gejala mata lelah, penglihatan kabur, mata merah, mata kering, hingga sakit kepala.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Indonesia
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
kajian kesehatan perlu dilakukan guna Memastikan ikan sapu-sapu layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Februari 2026
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Indonesia
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Januari 2026
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Indonesia
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program ini dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini terkendala dalam mengakses layanan kesehatan akibat tunggakan iuran JKN.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Januari 2026
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Indonesia
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Tak kalah penting, kandungan zinc yang ditemukan dalam daging merah, susu, dan olahan kedelai berperan besar dalam meningkatkan fungsi sel imun
Angga Yudha Pratama - Rabu, 07 Januari 2026
Menu Makanan Penangkis Flu Musim Hujan Rekomendasi Dietisien RSCM
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Bagikan