Djarot Curigai Johar Baru Ada Peredaran Narkoba

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Senin, 04 September 2017
Djarot Curigai Johar Baru Ada Peredaran Narkoba

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota Jakarta. (MP/ Fadhli Harahap)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mencurigai adanya peredaran narkoba di Kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat. Hal itu dinyatakannya, menyusul sering terjadi tawuran warga di sekitar kampung tersebut.

"Persoalan ini saya selalu mencurigai, ya, tawuran ini modusnya bukan sekadar tawuran. Tapi ada provokasi entah dari siapa. Yang di masa lalu, mudah-mudahan gak terjadi di masa sekarang, dengan adanya tawuran narkoba masuk, ada tawuran narkoba masuk," kata Djarot kepada awak media di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/9).

Seperti sejumlah kawasan, kata Djarot, setiap ada tawuran pengedar memanfaatkan hal itu untuk memasok barang haram tersebut.

"Saya sudah beberapa kali ke Jalan Tambak sama Manggarai. Mereka bilang begitu ada tawuran, barang masuk," kata Djarot.

Terkait hal itu, Djarot menyebut akan mengkaji akar permasalahannya, jika benar tawuran terjadi akibat minimnya sarana ekspresi warga, Pemprov akan menambah ruang tersebut.

"Kita gencar untuk bikin RPTRA. Makanya, RPTRA akan kita bikin di lingkungan yang padat penduduknya supaya mereka bisa beraktivitas. Johar Baru memang dari dulu, beberapa sudah menurun ini mulai kambuh lagi," kata dia.

Mantan Walikota Blitar itu mengingatkan agar tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di sana tidak lengah dan senantiasa menjaga lingkungan.

"Saya khawatir akar permasalahannya salah satunya masuknya narkoba. Saya minta tokoh masyarakat setempat untuk tetap menjaga lingkungan, supaya jangan sampai kita lengah lalu narkoba masuk," tandasnya.

Kawasan padat penduduk Johar Baru, menjadi salah satu perkampungan yang kerap terjadi tawuran massa. Di Jakarta sendiri, kawasan serupa masih banyak ditemui, seperti di Manggarai dan Tambak.

Sehubungan dengan hal itu, Djarot mengingatkan agar massa tidak mudah tersulut emosi hingga mengakibatkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. (Fdi)

Baca berita terkait Gubernur Djarot lainnya di: Supporter Bola Tewas, Djarot Minta Introspeksi Diri

#Djarot Saiful Hidayat #Kasus Narkoba
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Pemerintah Filipina Ampuni Mantan Terpidana Mati Mary Jane Veloso, Janji Bantu Kehidupan dan Keluarganya
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Indonesia
Lagi Banyak Pikiran, Motif Aktor Revaldo Kembali Pakai Narkoba Biar Badan Fit
Motif yang melatarbelakangi selebritas Revaldo Fifaldi Surya Permana kembali tersandung kasus narkoba mulai terkuak, setelah tiga kali terjerat kasus yang sama.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
Lagi Banyak Pikiran, Motif Aktor Revaldo Kembali Pakai Narkoba Biar Badan Fit
Indonesia
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan narkoba BNN di Kampung Bahari. Tiga tersangka ditangkap dalam operasi tersebut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Pramono Dukung Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari: Jadi Pembelajaran bagi Warga
Indonesia
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
BNN menangkap MR alias 'Bos Gendut', buronan kasus kepemilikan 98 kg sabu. MR ditangkap di salon Mangga Besar setelah dibuntuti dari Kampung Bahari.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
Dibuntuti dari Kampung Bahari, 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu Akhirnya Ditangkap di Salon
Indonesia
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Operasi pembersihan sarang narkoba di Kampung Bahari sempat memanas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 13 Agustus 2026
'Bos Gendut' Kampung Bahari Akhirnya Tumbang: BNN Sita Senpi, Emas Batangan, Hingga 98 Kg Sabu
Indonesia
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
BNN menangkap bandar narkoba MR di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Dari pengembangan TPPU, disita uang Rp 1,277 miliar dan aset Rp 39,950 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Agustus 2026
BNN Tangkap Bandar Narkoba MR di Kampung Bahari, Sita Uang Rp 1,277 Miliar
Indonesia
Pilot Malaysia Diduga Bawa Urine Cadangan untuk Kelabui Tes Narkoba di Bandara Soetta
Pilot Malaysia yang ditangkap di Bandara Soetta, ternyata membawa urine cadangan untuk mengelabui tes narkoba.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
Pilot Malaysia Diduga Bawa Urine Cadangan untuk Kelabui Tes Narkoba di Bandara Soetta
Indonesia
Bareskrim Bongkar Modus Pilot Malaysia Bawa 70.114 Butir Ekstasi dan Sabu dalam Koper
Bareskrim Polri mengungkap modus pilot Malaysia berinisial MSBO yang menyelundupkan 70.114 butir ekstasi dan sabu melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Juli 2026
Bareskrim Bongkar Modus Pilot Malaysia Bawa 70.114 Butir Ekstasi dan Sabu dalam Koper
Indonesia
7 Anggota Polres Tangsel Diperiksa Bareskrim, Wakapolres Belum Terima Informasi Lengkap
Tujuh anggota Polres Tangsel diperiksa Bareskrim. Namun, Wakapolres Tangsel belum menerima informasi lengkap.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
7 Anggota Polres Tangsel Diperiksa Bareskrim, Wakapolres Belum Terima Informasi Lengkap
Bagikan