Dituduh Minta Mahar Politik ke Seorang Jenderal, Ini Jawaban PKS
Bakal paslon wali kota dan wakil wali kota Cirebon, Brigjen Pol Siswandi (kanan) dan Euis Fetty Fatayati (kiri) saat mendafar ke KPU Kota Cirebon, Rabu (10/1) malam lalu. (MP/Mauritz)
MerahPutih.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membantah adanya dugaan permintaan uang yang dilakukan oknum pengurus DPD PKS Kota Cirebon kepada mantan bakal calon wali kota Cirebon, Brigjen Pol Siswandi.
Sekretaris Umum DPW PKS Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya melalui keterangan tertulis yang diterima Merahputih.com menyatakan, pihaknya telah melakukan investigasi kepada semua pihak di internal PKS yang terlibat dalam proses penerbitan SK untuk bakal calon wali kota dan wakil wali kota Cirebon.
Menurut Abdul, pihaknya telah konfirmasikan kepada Siswandi siapa oknum yang meminta dana kepada beliau dan bagaimana prosesnya.
"Namun, beliau tidak bisa menyampaikan jawaban yang pasti," kata Abdul di Bandung, Senin (15/1).
Menurutnya, proses penentuan kandidat kepala daerah Kota Cirebon cukup dinamis, dan semua komunikasi antarstruktur PKS terdokumentasi rapi.
"Sepanjang catatan kami, DPW PKS Jawa Barat tidak pernah memproses nama Siswandi-Euis. DPP PKS mustahil memproses nama yang tidak diajukan secara resmi oleh DPW," ujarnya.
Dengan demikian, katanya, PKS menyampaikan bahwa pemberitaan terkait adanya persyaratan materiil tertentu dari PKS kepada Siswandi yang menjadi sebab tidak terbitnya SK bakal calon wali kota-wakil wali kota Cirebon adalah tidak benar.
PKS memahami kekecewaan beberapa pihak atas proses penentuan calon wali kota-wakil wali kota Cirebon.
Dan mengharapkan agar kejadian itu menjadi bahan perbaikan bagi semua pihak serta tidak menghalangi silaturahmi dan kerja sama konstruktif di masa mendatang untuk kebaikan masyarakat, umat, dan bangsa. (Mauritz)
Bagikan
Berita Terkait
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
Sekjen PKS Tegaskan Perlu Kajian Mendalam dan Partisipatif untuk Penentuan Pilkada Langsung atau Lewat DPRD
Marsinah Dijadikan Pahlawan Nasional, Bukti Negara Mulai Menghargai Kelompok Buruh
Tokoh Intelijen Indonesia Soeripto Meninggal di Usia 89 Tahun, Begini Karirnya
Presiden Perintahkan Kader PKS Jadi Negarawan, Jaga Integritas
PKS Solo Kukuhkan Pengurus, Serukan Koalisi Beretika dan Bermartabat
Evaluasi Masih Bobrok, Legislator PKS Ingatkan MBG Berpotensi Jadi 'IKN Jilid 2'
Keracunan karena MBG Marak, DPR Tuntut Evaluasi Total Segera dari Segi Komunikasi Krisis hingga Regulasi
F-PKS DPRD DKI Minta Transjakarta Perluas Rute Mikrotrans
Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam, PKS Ingatkan Tantangan Berat