Dituding Nepotisme Benih Lobster, Edhy Prabowo Siap Diaudit

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 09 Juli 2020
Dituding Nepotisme Benih Lobster, Edhy Prabowo Siap Diaudit

Menteri Edhy Prabowo di Tambak Udang. (Foto: KKP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengaku siap diaudit atas izin ekspor benih lobster yang lagi ramai jadi perbincangan.

Edhy juga siap memaparkan proses seleksi perusahaan penerima izin ekspor yang dinilainya sudah sesuai aturan.

“Disebut ada perusahaan yang berkorelasi dengan saya, sahabat saya, yang sebenarnya saya sendiri tidak tahu kapan mereka daftarnya,” kata Edhy dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (8/7).

Baca Juga:

Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Tewas Terjatuh ke Jurang Sedalam 7 Meter

Edhy mengajak masyarakat mengawasi proses pemberian izin. Jangan melihat siapa yang mendapat izin. Sebab, perusahaan atau koperasi manapun dipersiapkan mengajukan diri sebagai eksportir benih lobster.

“Ada nama yang dikaitkan dengan saya dan langsung dinilai macam-macam. Tetapu ada puluhan perusahaan yang dapat izin. Apa karena saya menteri, teman saya tidak boleh berusaha. Yang penting kan prosesnya fair. Saya tidak memperlakukan istimewa sahabat,” kata Edhy.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, proses pendaftaran perusahaan eksportir benih lobster dilakukan oleh tim terdiri dari semua eselon I KKP, termasuk inspektorat yang bertugas melakukan pengawasan.

Ilustrasi Tambak Udang. (Foto: KKP)

Ia tak mencampuri sama sekali apalagi mengintervensi proses pemberian izin pendaftar eksportir benih lobster. “Ada tim yang memutuskan izin, ada dirjen dan irjen. Biasa saja kalau ada yang curiga. Saya siap diaudit, KKP juga sangat terbuka,” tegasnya.

Keputusannya diambil berdasarkan kajian ilmiah dan mengikuti semua prosedur. Alasan utamanya mengeluarkan izin lobster karena ingin menghidupkan kembali puluhan ribu nelayan penangkap benih yang kehilangan pekerjaan

Selain itu, untuk mendorong majunya budidaya lobster nasional dengan tanpa mengabaikan keberlanjutan. Sekadar informasi, pengambilan benih lobster dari alam dan izin ekspor diatur dalam Pemen KP Nomor 12 tahun 2020 yang terbit awal Mei 2020 lalu.

Baca Juga:

Kasus Salah Tembak Petani di Poso, Ini Klarifikasi Mabes Polri

Dalam aturan ini, eksportir wajin membudidaya lobster dan melepasliarkan dua persen hasil panennya ke alam. Benih yang dibudidaya harus dibeli dari nelayan dengan harga minimal Rp 5.000 per ekor.

“Saya tidak peduli di-bully, yang penting berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Saya tak takut dikuliti, karena yang saya perjuangkan masyarakat kita bisa makan. Dan ini sesuai perintah Presiden,” pungkas Edhy. (Knu)

#KKP #Lobster #Benih Lobster #Lobster Ilegal #Edhy Prabowo
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Janjikan Pembangunan Desa Nelayan Dimulai Juni 2026
Pemerintah pusat telah memberi bantuan kapal ikan ukuran 15 gross ton (GT) guna dimanfaatkan hasil tangkapan perikanan untuk warga di Miangas.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Prabowo Janjikan Pembangunan Desa Nelayan Dimulai Juni 2026
Indonesia
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Jadi Pupuk Organik, KKP Ungkap Potensinya
Kementerian Kelautan dan Perikanan mengungkap ikan sapu-sapu tak hanya hama, tetapi bisa dimanfaatkan jadi pupuk organik hingga tepung ikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 April 2026
Ikan Sapu-Sapu Ternyata Bisa Jadi Pupuk Organik, KKP Ungkap Potensinya
Indonesia
KKP-Pemprov DKI Mulai Tabuh Genderang Perang Lawan Ikan Sapu-Sapu, Siapkan Regulasi Basmi Ikan Invasif
Haeru menjelaskan bahwa membasmi ikan sapu-sapu menghadapi tantangan besar karena karakteristik biologisnya.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 17 April 2026
KKP-Pemprov DKI Mulai Tabuh Genderang Perang Lawan Ikan Sapu-Sapu, Siapkan Regulasi Basmi Ikan Invasif
Indonesia
Menteri Trenggono Janjikan 100 Kampung Nelayan Sudah Rampung di Mei 2026
Pemerintah mempercepat pembangunan KNMP sebagai bagian dari penguatan ekonomi pesisir nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 08 April 2026
Menteri Trenggono Janjikan 100 Kampung Nelayan Sudah Rampung di Mei 2026
Indonesia
Polresta Bandara Soetta Sidik Dugaan Penyelundupan 200.000 Benih Lobster Ilegal
Benur ilegal tersebut diduga akan diselundupkan ke Batam, Kepulauan Riau, untuk kemudian dibawa ke Vietnam.
Dwi Astarini - Senin, 06 April 2026
Polresta Bandara Soetta Sidik Dugaan Penyelundupan 200.000 Benih Lobster Ilegal
Indonesia
Nih Ada Lowongan 3000 Buat Kerja di Tambak Udang KKP
Nantinya KKP juga akan menggelar program pelatihan bagi para peserta yang lolos seleksi agar dapat menjadi tenaga kerja di berbagai posisi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 11 Februari 2026
Nih Ada Lowongan 3000 Buat Kerja di Tambak Udang KKP
Berita Foto
Raker Mentan dan Menteri KKP dengan Komisi IV DPR Bahas Kesiapan Pangan Jelang Puasa Ramadhan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Sudaryono (kiri), Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (kedua kanan) dan Wamen KKP Didit Herdiawan (kanan)
Didik Setiawan - Selasa, 03 Februari 2026
Raker Mentan dan Menteri KKP dengan Komisi IV DPR Bahas Kesiapan Pangan Jelang Puasa Ramadhan
Indonesia
Pingsan Saat Pelepasan Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Presiden Prabowo Hubungi Menteri Trenggono
Trenggono menyampaikan, kondisinya baik-baik saja dan mengatakan, hanya mengalami kelelahan, sebagaimana hasil observasi dokter yang menanganinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
Pingsan Saat Pelepasan Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Presiden Prabowo Hubungi Menteri Trenggono
Indonesia
Keluarga di Karanganyar Terima Jenazah FOO Hariadi Korban Pesawat Jatuh di Sulsel
Setelah disalatkan keluarga, jenazah dibawa ke Masjid Istiqomah untuk disalatkan warga kampung.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Januari 2026
Keluarga di Karanganyar Terima Jenazah FOO Hariadi Korban Pesawat Jatuh di Sulsel
Indonesia
Menteri KKP Trenggono Pingsan saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Pesawat ATR 42-500
Menteri KKP, Wahyu Sakti Trenggono, pingsan saat memimpin upacara persemayaman korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Soffi Amira - Minggu, 25 Januari 2026
Menteri KKP Trenggono Pingsan saat Pimpin Upacara Persemayaman Korban Pesawat ATR 42-500
Bagikan