Merahputih.com - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta secara resmi mengoperasikan layanan angkutan umum perkotaan atau feeder khusus guna memfasilitasi Arus Mudik Lebaran 2026. Terminal Tipe A, Bandara Soekarno-Hatta, dan Transjakarta 24 Jam disiapkan sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang di ibu kota.
Langkah strategis ini bertujuan mempermudah akses masyarakat dari kediaman masing-masing menuju titik keberangkatan utama secara terintegrasi dan efisien.
"Dalam mengantisipasi lonjakan penumpang, penumpang yang berangkat dari rumah menuju titik-titik pemberangkatan, kami menyiapkan angkutan dalam kota atau feeder menuju terminal tipe A ataupun menuju bandara," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dishub DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, Kamis (12/3).
Baca juga:
Sebaran Rute Strategis Menuju Terminal Utama
Pemerintah mengalokasikan puluhan armada Transjakarta dan Mikrotrans yang terkoneksi langsung dengan empat terminal besar. Untuk akses ke Terminal Tanjung Priok, tersedia layanan Transjakarta rute 10, 10A, 10D, 12, dan 14B. Penumpang juga dapat memanfaatkan belasan armada Mikrotrans seperti JAK01 hingga JAK90 untuk menjangkau terminal di Jakarta Utara tersebut.
Sementara itu, Terminal Kalideres akan dilayani oleh Transjakarta rute 3 dan 3A, serta Mikrotrans JAK50 dan JAK52.
Bagi masyarakat yang ingin menuju Terminal Pulo Gebang, Dishub DKI menyiagakan rute 11, 11D, 11Q, serta rangkaian Mikrotrans JAK100 hingga JAK40. Terminal Kampung Rambutan juga mendapatkan penguatan armada yang masif melalui rute 7, 7A, 7B, hingga layanan Mikrotrans seperti JAK06 dan JAK98.
Baca juga:
Layanan 24 Jam dan Rute Baru ke Bandara
Demi menjamin kelancaran mobilisasi di malam hari, Pemprov DKI memastikan transportasi publik tetap tersedia meskipun di jam-jam krusial. Kehadiran layanan operasional penuh ini menjadi solusi bagi pemudik yang memiliki jadwal keberangkatan dini hari.
"Ada 14 koridor BRT yang nantinya akan beroperasi selama 24 jam dan terakhir, hari ini diluncurkan rute SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta," tambah Yayat Sudrajat.
Kehadiran rute SH2 (Blok M-Bandara Soekarno-Hatta) melengkapi rute SH1 (Kalideres-Perkantoran Soekarno-Hatta) yang sudah ada sebelumnya. Integrasi ini diharapkan mampu memecah kepadatan kendaraan pribadi dan taksi online di jalan raya selama periode libur panjang Idul Fitri 2026.

