Merahputih.com - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI mengklaim hingga kini telah membuat sumur resapan atau drainase vertikal sebanyak 3000 titik yang tersebar di lima wilayah ibu kota. Program itu dilakukan Pemprov dalam mengatasi banjir yang kerap menyerang Jakarta.
Pada tahun 2020 ini Dinas SDA menargetkan 5000 titik drainase vertikal. Sumur resapan ini sudah dikerjakan DKI sejak awal Januari lalu.
"Kita jalan terus, sekarang, perkiraan sudah 3000-an," papar Kepala Dinas SDA DKI, Juaini Yusuf di Jakarta, Kamis (12/11).
Baca Juga
Pemprov DKI Ajak Warga Buat Drainase Vertikal, Segini Harganya
Juaini mengatakan, awal tahun depan, pengerjaan drainase vertikal akan kembali dilanjutkan dengan melibatkan vendor yang lebih banyak. Penambahan vendor ini perlu dilaksanakan untuk mengkebut pengerjaan sumur resapan yang lebih banyak lagi.
"Di awal Januari kita lanjut lagi. Karena saat ini yang kerjakan, di samping satgas-satgas kita di lima wilayah, juga ada katalog vendor, baru 2 nih, memang kurang. Rencananya kita akan membuka vendor-vendor baru yang bisa ngerjakan lebih banyak. Jadi, di awal tahun, vendor bisa lebih banyak," paparnya.
Kemungkinan juga nanti ada kerjasama hibah dengan masyarakat. Dinas SDA yang memberikan barang atau alat drainase vertikal, setelah itu warfa yang mengerjakan membuat sumur resapan di halaman rumah masing-masing.
Saat ini, Juaini mengaku, pihaknya baru mengerjakan drainase vertikal di aset-aset milik Pemprov DKI antara lain di Kecamatan, Kelurahan, Puskesmas, dan kantor-kantor pemerintah.
Baca Juga
Pemprov DKI Akui Drainase Vertikal Tak Mampu Atasi Banjir Kiriman
Tak hanya memberi barang drainase vertikal, lanjut Juani, masyarakat juga harus ikut andik dalam pembuatan drainase vertikal di lingkungan rumah.
"Rencananya, kita juga imbau masyarakat mengajukan kalau memang mau ikut andil dalam pembuatan vertikal drainase," tutupnya. (Asp)