Headline

Dikritik Keras Oposisi, Begini Pembelaan Luhut Pandjaitan Soal Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

Eddy FloEddy Flo - Senin, 08 Oktober 2018
Dikritik Keras Oposisi, Begini Pembelaan Luhut Pandjaitan Soal Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan (kiri). Foto: MP/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Suara keras pihak oposisi terkait tudingan pemborosan anggaran dalam pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali ditanggapi Luhut Binsar Pandjaitan. Menko Kemaritiman ini menjelaskan bahwa pemerintah justru berhemat dalam menggunakan anggaran untuk pertemuan tersebut.

Sebagaimana diketahui pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali menelan biaya sekitar Rp855,6 miliar.

"Dari total pagu anggaran yang dialokasikan APBN 2017/2018 itu, sampai hari ini kami menggunakan sekitar Rp566 miliar. Jadi kami betul-betul menghemat yang tidak perlu," kata Luhut dalam konferensi pers persiapan Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10).

Selaku Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB, Luhut Pandjaitan menjelaskan bahwa anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk mengembangkan infrastruktur di Bali diantaranya perluasan apron Bandara Ngurah Rai dan pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, serta untuk menyambut para tamu dan delegasi.

Renovasi Bandara Ngurah Rai
Menko Maritim Luhut B Panjaitan berbincang dengan Direktur Utama AP I Faik Fahmi di Bandara Ngurah Rai (Foto: Twitter @AP_Airports)

Pengembangan infrastruktur itu disebut Luhut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan sektor pariwisata Bali dan mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Dengan membangun underpass, sekitar 40 persen kepadatan lalu lintas berkurang," kata Luhut.

Sementara perluasan apron bandara akan meningkatkan jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel di Bali dari sekitar 60 persen menjadi 70-80 persen.

Kehadiran peserta Pertemuan Tahunan IMF-WB yang mencapai 34.223 orang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dan menambah devisa yang masuk ke dalam negeri.

Sebagaimana dilansir Antara, menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dampak ekonomi secara langsung diperkirakan senilai Rp5,9 triliun untuk pembangunan sejumlah infrastruktur yaitu underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana dan tempat pembuangan akhir sampah Suwung serta biaya operasional.

Sementara itu, diharapkan para tamu dan delegasi akan "menyumbang" devisa ratusan triliun rupiah untuk kebutuhan dan akomodasi mereka selama perhelatan yang diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Habiburokhman: 300 Pengacara Bakal Dampingi Amien Rais

#IMF #Bank Dunia #Luhut Panjaitan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia relatif lebih sedikit terpapar terhadap lonjakan aktivitas global yang berkaitan dengan AI dibandingkan negara-negara lain di kawasan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
 Indonesia Alami Lonjakan Aktivitas AI
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Pemerintah Bakal Ubah Bantuan Barang Menjadi Uang Tunai Langsung Pada Penerima
Digitalisasi bansos dilaporkan sudah menyelesaikan menyasar sebanyak 43 kabupaten/kota dan sekarang diperluas hingga mencapai 258 kabupaten kota
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Pemerintah Bakal Ubah Bantuan Barang Menjadi Uang Tunai Langsung Pada Penerima
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dunia
Sri Mulyani Kembali ke Bank Dunia, Tugasnya Berikan Pinjaman ke Negara Miskin
Dalam jabatannya itu, Sri Mulyani bertugas mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pendanaan di negara-negara donor maupun peminjam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Sri Mulyani Kembali ke Bank Dunia, Tugasnya Berikan Pinjaman ke Negara Miskin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Soal MBG, Menkeu Purbaya Tantang Luhut soal Transparansi Data
Purbaya menantang Luhut soal program Makan Bergizi Gratis. Simak kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Soal MBG, Menkeu Purbaya Tantang Luhut soal Transparansi Data
Indonesia
Menteri Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF-Bank Dunia
Pemberian utang itu ia tolak didasari kondisi stabilitas fiskal nasional yang dinilai masih sangat terjaga di tengah dinamika global di Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Menteri Purbaya Tolak Tawaran Pinjaman Utang dari IMF-Bank Dunia
Dunia
IMF Ramal Kiamat Rantai Pasok Global, April Mulai Terasa
Bahkan, efeknya sudah mulai terasa terutama di Asia yang bergantung pada impor energi dari Teluk Persia.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 April 2026
IMF Ramal Kiamat Rantai Pasok Global, April Mulai Terasa
Dunia
Konflik di Timur Tengah Membuat Semua Negara Rasakan Dampak Ekonomi
Pada saat yang sama, gangguan pasokan diperkirakan akan menyebabkan penutupan kilang, serta krisis bahan bakar dan pangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Konflik di Timur Tengah Membuat Semua Negara Rasakan Dampak Ekonomi
Indonesia
Perang di Iran Sebabkan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat, Indonesia Punya Ketahanan
Ketahanan itu ditopang oleh keberadaan cadangan strategis, kapasitas kilang domestik, serta penerimaan ekspor komoditas yang berfungsi sebagai penyeimbang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Perang di Iran Sebabkan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat, Indonesia Punya Ketahanan
Bagikan