Dikabarkan Selingkuh, Arzetti Tertawa
Arzetti Bilbina (Sumber: Screenshot/YouTube)
MerahPutih Politik - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Arzeti Bilbina dikabarkan berselingkuh dengan seorang anggota TNI. Peristiwa tersebut dilakukan pada akhir Juni 2015 lalu.
Menanggapi hal tersebut, Arzeti membantahnya. "Hahahhahahahahaah dirimu yg keseratus sekian.. Alhamdulillah enggak bener itu masku," ujar dia ketika dihubungi Merahputih.com, di Jakarta, Senin (26/10).
Saat tim redaksi menyambangi ke ruang kerja Arzeti di lantai 16 nomor 1607, nampak beberapa staf ahli sedang bekerja seperti biasa. Salah satu staf ahli Arzeti, Ida mengatakan bosnya tengah berada di luar kota.
"Ibunya tidak ada, lagi di luar kota di dapil," kata Ida.
Sebelumnya beredar kabar, pada hari Minggu Tanggal 25 Juni 2015 sekira pukul 13.30 WIB Detasemen Polisi Militer (Denpom) Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad mendapat telpon dari Letkol Psk (Pasukan Khas) Dicky meminta bantuan untuk melakukan penggerebekan kasus perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh anggota TNI leting (lulusan akademi militer 97 dengan Arzeti Bilbina istri Didit (sipil) yang sedang berada di Hotel Arjuna kamar 18 Lawang, Malang, Jawa Timur.
Sekira pukul 14.30 penggerebekan dilakukan dan mendapati Letnan kolonel (Letkol) Kavaleri (Kav) Risky komandan kodim (Dandim) Sidoarjo bersama Arzeti Bilbina sedang berduaan di kamar. Mereka kemudian diamankan di Ma Denpom Divif 2. Selain itu suami Arzeti juga dihadirkan di Ma denpom V/3 Malang untuk dilakukan proses lebih lanjut. (Mad)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Dua Konsep RUU Perampasan Aset, Semua Penyitaaan Berbasis Putusan Pengadilan
Rehabilitasi Sawah Rusak Rp 5 Triliun, DPR Minta Pengawasan Ketat
Syarat dan Ketegori Aset Tersangka yang Bisa Dirampas dalam RUU Perampasan Aset
Gaji Hakim Ad Hoc Mau Disulap Setara Hakim Karier, DPR: Tunjangan Harus Naik, Kalau Perlu Seribu Persen
DPR Mulai Kejar Harta Haram Koruptor Lewat RUU Perampasan Aset
166 Sekolah Rakyat Sudah Berdiri, Legislator Ingatkan Prabowo Sumbawa Jangan Dianaktirikan
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
DPR Anggap Kritik KUHP Baru Sebagai Bagian Penting Demokrasi, Persilakan Publik Uji Materi ke MK
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu