Digeser dari Kabareskrim, Komjen Buwas Korban Keganasan Kartel?

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Rabu, 02 September 2015
Digeser dari Kabareskrim, Komjen Buwas Korban Keganasan Kartel?

Kabareskrim, Komjen Pol Budi Waseso di Mabes Polri, Rabu (22/4). (MerahPutih/ Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso (Komjen Buwas) kembali membuat publik tanah air terperangah. Kali ini Jenderal polisi bintang tiga itu membuat heboh publik tanah air bukan karena nyali besarnya dalam membongkar kasus-kasus dugaan korupsi yang terjadi di Indonesia. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri itu menjadi pembicaraan hangat publik lantaran kabar santer yang beredar bahwa dirinya akan dicopot dari jabatannya.

Kabar pencopotan Komjen Buwas menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan banyak orang. Sejumlah politikus di Senayan mengaku heran dengan desas-desus pencopotan Komjen Buwas dari posisi Kabareskrim. Sebab selama menjadi Kabareskrim mantan Kapolda Gorontalo itu bertindak sesuai dengan Undang-Undang.

Sejumlah pihak juga mengaitkan kabar pencopotan Komjen Buwas dari jabatan Kabareskrim lantaran keberanian Komjen Buwas dalam membongkar dugaan korupsi yang terjadi di Pelindo II dan Pertamina.

Politikus Partai Gerindra Desmond J Mahessa menduga kuat bahwa kabar santer terkait pencopotan Komjen Buwas dari posisi Kabareskrim lantaran sepak terjang bekas Kapolda Gorontalo yang melakukan penggeladahan di kantor Pelindo II.

Wakil Ketua Komisi III itu mencurigai ada kekuatan tertentu yang menghendaki agar Komjen Buwas digeser dari jabatannya.

"Apakah ada tekanan dari kartel-kartel kekuasaan? Apalagi akhir-akhir ini Buwas berani menggeledah Pelindo II,” ujarnya di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9).

Senada dengan Desmond politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsy menilai sepak terjang Komjen Buwas yang berani menggeledah Pelindo II patut diapresiasi. Sebab apa yang dilakukan Komjen Buwas sejalan dengan cita-cita reformasi dalam pemberantasan korupsi.

"Itu semua harus diakui sebagai hasil kerja Kabareskrim (Komjen Budi Waseso). Jadi mestinya diapresiasi, bukan dicopot,” tegas Anggota Komisi Hukum DPR, Aboe Bakar Al-Habsy," katanya.

Komjen Buwas Dirotasi Bukan Dipecat

Komjen Buwas yang juga alumnus Akademi Polisi tahun 1984 menepis kabar santer yang mengaitkan pencopotan dirinya lantaran ia tengah mengusut dugaan korupsi yang terjadi di Pelindo II.

"Jangan dikaitkan dengan itu," katanya di Mabes Polri, Rabu (2/9).

Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah pada tanggal 19 Februari 1960 menambahkan pihaknya banyak sekali menemukan bukti penyimpangan yang terjadi di Pelindo II, salah satunya pengadaan mobil Crane di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam kasus tersebut Bareskrim sudah memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

"Yang jelas kita harus jujur kerja itu berdasarkan undang-undang. Dasarnya alat bukti," Buwas menambahkan.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan membantah kabar santer terkait pencopotan Komjen Buwas dari posisi Kabareskrim.

"Saya tidak percaya ada pencopotan, mungkin nanti pergantian tempat," kata Purnawiranan Jenderal TNI bintang 4 di komplek Istana Kepresidenan, Rabu (2/9).

Luhut melanjutkan bahwa mutasi dan promosi baik dalam tubuh Polri dan TNI adalah hal lumrah. Atas dasar itulah ia meminta kabar rotasi Komjen Buwas tidak perlu dibawa ke ranah politik.

"Kita jangan menarik-narik TNI dan Polri ke ranah politik. Biarlah mereka dalam aturan yang sudah mereka miliki," tandas Luhut.

Diberitakan sebelumnya, Komjen Pol Budi Waseso dikabarkan akan dicopot sebagai Kabareskrim Polri. Kapolri sendiri sudah menyodorkan tiga nama beberapa jenderal kepada Presiden Joko Widodo untuk menggantikan posisi Komjen Buwas.

Kabar santer yang beredar sejumlah jenderal yang disiapkan menggantikan Komjen Buwas adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol Saud Usman Nasution, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharman Polri) Komjen Pol Putut Eko Bayu Seno.

BACA JUGA:

Budi Waseso Pasrah jika Dicopot dari Kabareskrim

Luhut: Komjen Buwas Tidak Dicopot Hanya Dirotasi

Gede Pasek: Jika Komjen Buwas Dicopot, Koruptor Pemenangnya

Komjen Buwas Bantah Dirinya Sering Bikin Gaduh

#Kabareskrim Polri #Komjen Buwas #Pelindo II
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Bareskrim Polri Buka Kanal Aduan, Masyarakat Bisa Laporkan Penyelewengan BBM dan LPG Bersubsidi
Polri buka hotline 0821-1999-5151 untuk laporkan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi. Kerugian negara capai Rp 243 miliar dalam dua pekan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bareskrim Polri Buka Kanal Aduan, Masyarakat Bisa Laporkan Penyelewengan BBM dan LPG Bersubsidi
Indonesia
Komitmen Berantas Narkoba, Polri Jerat Eks Kapolres Bima Kota dengan Pasal Berat
Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba.
Soffi Amira - Senin, 16 Februari 2026
Komitmen Berantas Narkoba, Polri Jerat Eks Kapolres Bima Kota dengan Pasal Berat
Indonesia
Bareskrim Bongkar Kasus Keterangan Palsu Akta Autentik, Pria Beristri Tipu Perempuan Ngaku belum Pernah Menikah
tersangka diduga meminta petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mengubah status perkawinannya dari 'kawin' menjadi 'belum kawin'.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Februari 2026
Bareskrim Bongkar Kasus Keterangan Palsu Akta Autentik, Pria Beristri Tipu Perempuan Ngaku belum Pernah Menikah
Indonesia
Hampir 1000 Orang Termasuk Anak-Anak Jadi Tersangka Demo Rusuh di Akhir Agustus, Aktor Intelektual Masih Dicari
Saat ini penyidik juga tengah menyelidiki dugaan adanya keterlibatan sosok aktor intelektualnya yang sengaja membuat demo berjalan ricuh.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 24 September 2025
Hampir 1000 Orang Termasuk Anak-Anak Jadi Tersangka Demo Rusuh di Akhir Agustus, Aktor Intelektual Masih Dicari
Indonesia
Profil Komjen Syahardiantono, ‘Teman Dekat’ Kapolri yang Kini Jadi Kabareskrim Polri
Kapolri mempercayakan jabatan Kepala Bareskrim kepada Komjen Syahardiantono.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 06 Agustus 2025
Profil Komjen Syahardiantono, ‘Teman Dekat’ Kapolri yang Kini Jadi Kabareskrim Polri
Indonesia
Komisi III DPR Dukung Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pidana Izin Tambang di Raja Ampat
Komisi III DPR mendukung Bareskrim Polri untuk menyelidiki dugaan pidana izin tambang di Raja Ampat.
Soffi Amira - Kamis, 12 Juni 2025
Komisi III DPR Dukung Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pidana Izin Tambang di Raja Ampat
Dunia
Bareskrim Polri Cari Data Laporan Dugaan Eksploitasi Pemain di Oriental Circus Indonesia
Bareskrim telah menyurati fungsi di Polri yang membidangi berkas laporan guna mendapatkan data tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 April 2025
Bareskrim Polri Cari Data Laporan Dugaan Eksploitasi Pemain di Oriental Circus Indonesia
Indonesia
Pelabuhan Tanjung Priok Macet Parah, Prabowo Diminta Evaluasi Manajemen Pelindo
Insiden kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, pada Kamis (17/4) lalu.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 April 2025
Pelabuhan Tanjung Priok Macet Parah, Prabowo Diminta Evaluasi Manajemen Pelindo
Indonesia
1.797 Tabung LPG Hasil Oplosan Beredar di Masyarakat, Polisi Sita Paling Banyak di Tegal
Tindak pidana ini berupa menyuntikkan gas LPG subsidi 3 kg ke gas elpiji 12 kg.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 13 Maret 2025
1.797 Tabung LPG Hasil Oplosan Beredar di Masyarakat, Polisi Sita Paling Banyak di Tegal
Indonesia
Bareskrim Sidak Pasar Kramat Jati, Harga Minyak Goreng Capai Rp 210 Ribu
Bareskrim Polri melakukan pengecekan harga bahan pokok di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Ada minyak goreng yang dijual seharga Rp 210.000.
Soffi Amira - Selasa, 04 Maret 2025
Bareskrim Sidak Pasar Kramat Jati, Harga Minyak Goreng Capai Rp 210 Ribu
Bagikan