Dibiayai Dana Hibah UEA, Revitalisasi Masjid Agung Keraton Surakarta Hampir Rampung
Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta. (Foto: MerahPutih.com/Ismail)
MerahPutih.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo memastikan proyek pekerjaan revitalisasi Masjid Agung Keraton Kasunanan Surakarta mencapai 90 persen.
Diketahui, Proyek revitalisasi Masjid Agung Surakarta didanai oleh dana hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) Rp 14 miliar dan dikerjakan pada tahun 2024. Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki dan mempercantik masjid yang berlokasi di Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah.
Kepala PUPR Kota Solo Nur Basuki mengatakan, proyek revitalisasi Masjid Agung Surakarta yang dimulai sejak pertengahan tahun telah menyentuh 90 persen.
“Kami optimistis penataan masjid di kawasan Alun-Alun Utara tersebut bisa rampung tepat waktu di akhir tahun ini,” kata Basuki, Minggu (15/12).
Baca juga:
Dapat Dana Hibah Rp 14 Miliar dari UEA, Keraton Surakarta Rehab Masjid Agung dan Siti Inggil Kidul
Lebih lanjut, ia mengatakan pekerjaan revitalisasi Masjid Agung Keraton Surakarta saat ini tinggal menyisakan pekerjaan kecil. Di bagian dalam, revitalisasi yang menyasar sejumlah tiang utama masjid sudah rampung seluruhnya.
“Area pelataran pun kini sudah lebih cantik dengan dipasangnya paving baru sebagai jalan akses baru. Sementara area parkir di sisi utara masjid telah siap seluruhnya,” kata dia.
Sisa pekerjaan, lanjut dia, tinggal merampungkan sejumlah pekerjaan kecil seperti kelistrikan dan kawasan depan gapura masjid setempat.
”Masjid Agung ini sudah mau selesai. Ini sudah lebih dari 90 persen, target penyelesaian di 28 Desember 2024,” katanya.
Baca juga:
Pemkot Solo Pakai Dana Hibah UEA Rp 16,6 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Tunggulsari
Dia menambahkan revitalisasi tidak bisa dikerjakan karena status Masjid Agung Keraton Surakarta adalah Benda Cagar Budaya (BCB). Atas dasar itu, Pemkot Solo melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah.
“Dengan revitalisasi ini akan membuat destinasi wisata religi di Solo menjadi daya tarik wisatawan untuk dikunjungi,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Bagikan
Ananda Dimas Prasetya
Berita Terkait
Respati Rotasi Massal 209 ASN Solo, Biar Sama-Sama Merasakan Pedih dan Lelah
Patuhi Putusan PN Solo, Dukcapil Solo Proses Perubahan Nama Purboyo
Menkes Budi Sebut Penyakit Jatung Mematikan Kedua di Indonesia, RS Kardiologi Emirates Solo Dibanjiri Pasien
Perubahan Nama KTP KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV Digugat di PN Solo
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Tol Solo-Yogyakarta Bakal Fungsional Saat Lebaran 2026, Jasamarga Kebut Infrastruktur Pendukung
Dana Hibah Dikirim ke Rekening Pribadi, Ini Pengakuan Keraton Surakarta
PB XIV Purbaya Curhat ke Dasco, Nyatakan Keberatan atas SK Kemenbud dan Harapkan Persatuan Keraton Solo
Jadi Pelaksana Keraton Solo, Tedjowulan Minta 2 Raja Kembar Serahkan Penguasaan Aset