Tradisi

Di Tengah Pandemi, Yadnya Kasada Tetap Digelar

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2020
Di Tengah Pandemi, Yadnya Kasada Tetap Digelar

Warga suku Tengger gelar Yadnya Kasada, Senin(6/7). (foto: MP/don)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RATUSAN orang berbaris rapi menuju puncak Gunung Bromo. Mengenakan sarung yang melilit hingga dada, mereka membawa sesaji. Hasil bumi, hewan ternak, dan uang jadi persembahan untuk Sang Hyang Widhi. Semuanya diletakkan di sebuah wadah diberi nama ongkek. Wadah itu diusung di atas kepala warga.

Pada Senin (6/7), Yadnya Kasada bagi umat Hindu Tengger di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, digelar meriah kendati di tengah masa pandemi. Beberapa rangkaian ritual telah dilalui, mulai semeninga, mendak tirta atau pengambilan air suci, makemit hingga melasti dan atur sungguh.

BACA JUGA:

Enak Banget, ini 5 Makanan Indonesia yang Mendunia

Sebagai ritual puncak, digelar piodalan (upacara) Pura Ponten, tempat suci yang berada di kaki Gunung Bromo. Setelah itu, upacara Yadnya Kasada dilanjutkan berdoa dalam pura dan melarung atau lelabuh sesaji ke kawah Gunung Bromo.

Untuk menempuh puncak Bromo, warga harus menapaki anak tangga menuju puncak. Taruhan nyawa tak dihiraukan. Tua, muda, anak-anak, hingga bayi turut khidmat menyuarakan puja-puja kepada Sang Pencipta.

Di puncak, banyak warga lain telah menunggu. Mereka menanti larung sesaji dari warga yang siap dilempar ke kawah.


Berebut sesaji di kawah Bromo

kasada
Warga berebut sesaji menggunakan jaring dan galah. (foto: MP/don)

Mereka yang sudah menanti berdiri di tepi kaldera kawah Gunung Bromo. Tanpa rasa takut. Mereka sudah terbiasa. Mereka berebut memperoleh sesaji dengan galah dan jaring untuk menggapai. Di malam hari, ritual masih berlanjut semalam suntuk.

Ritual Yadnya Kasada diawali pembacaan sejarah Yadnya Kasada dan Puja Stuti Dukun Pandita. Kemudian upacara mulunen atau pengukuhan dukun pandita baru. Ritual diakhiri mekakat. Itulah penutup rangkaian acara.

Pandita baru yang terpilih bertugas melayani umat yang akan melakukan labuh atau larung sesaji. Ia juga melaksanakan korban suci atau nglabuh.

Sarto, warga setempat, mengatakan labuh ialah bentuk syukur dan terima kasih atas limpahan rejeki dan berharap keselamatan yabg dihaturkan kepada Sang Hyang Widhi. “Biasanya persembahan berupa hasil bumi, ternak, dan uang untuk persembahan kepada Sang Hyang Widhi dan Raden Kusumo sebagai perjanjian anak cucu,” papar Sarto.

Menurutnya, masyarakat di sana meyakini bahwa semuanya ada yang menciptakan. "Bahkan, Gunung Bromo muncul api ada penjaganya, lalu terdapat sumber air patirtan Widodaren," tutur Sarto.


Meski ada pandemi, ritual tetap digelar

kasada
Digelar di tengah pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (MP/don)

Saat Jawa Timur masih mencatatkan angka yang tinggi dalam pasien COVID-19, warga suku Tengger tetap melaksanakan Yadnya Kasada. Sesuai anjuran, mereka tetap mematuhi berbagai batasan dan protokol kesehatan sebagai syarat pelaksanaan ritual tersebut.

Jalan menuju Desa Ngadisari bahkan dijaga ketat. Nampak lima pintu pemeriksaan bagi setiap warga yang hendak memasuki wilayah ritual. “Pembatasan dan protokol kesehatan harus dilakukan, karena untuk memutus penyebaran virus corona. Mereka yang tidak menggunakan masker kami suruh putar balik,” ucap Jatmiko, petugas penjaga pos check point Desa Ngadisari.

Saat ini pemerintah memang mulai memberi kelonggaran untuk membuka destinasi wisata di Indonesia, tapi dengan syarat penerapan protokol kesehatan demi memutus mata rantai COVID-19.(*)

Artikel ini merupakan laporan kontributor MP untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, Andika Eldon.

#Tradisi
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Olahraga
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Lifestyle
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Tradisi
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Proses memasak ini biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh warga, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Lifestyle
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi khas masyarakat di Kalimantan Barat yang selalu meriah digelar menjelang dan saat perayaan Idulfitri.
Frengky Aruan - Minggu, 15 Maret 2026
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Tradisi Ngejot di Bali menjadi simbol toleransi antarumat beragama saat Ramadan. Warga berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Bagikan