MerahPutih.com - Produk makanan dan minuman (mamin) olahan Indonesia yang masuk ke pasar Jepang, terus meningkat secara signifikan selama masa pandemi COVID-19 ini.
Bahkan, peningkatan mencapai 200 persen membuat pasar Jepang sangat potensial bagi pelaku usaha Indonesia. Pemerintah bakal menggarap semaksimal mungkin dan secara serius pasar Jepan ini.
Dengan besarnya pasar mamin di Jepang, pelaku usaha di Indonesia diharapkan dapat mengidentifikasi selera pasar di Jepang, mempersiapkan standardisasi dan sertifikasi berkaitan produk pangan olahan seperti izin BPOM dan HACCP untuk terjamin keamanan produknya, menjaga kualitas produk, sanitasi dan higienitas, perlunya uji kandungan nutrisi untuk persyaratan label, kesiapan kapasitas produksi, dan kecepatan merespons permintaan calon buyer.
Baca Juga:
KPK: Aset Istri Nurhadi yang Dikuasai PNS MA Kardi Mobil Pajero
“Kami yakin pelaku UKM tetap optimistis dan menjadikan krisis ini sebagai momentum yang baik untuk melakukan akselerasi sehingga dapat memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Jepang secara optimal,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, Kamis, 2 Juli 200.
Kepala Balai Besar PPEI Noviani Vrisvintati setelah adanya diskusi via daring dengan pelaku usaha Jepang, akan berlanjut ke rangkaian penjajakan kesepakatan dagang (business matching) dan misi dagang virtual dengan menghadirkan buyer potensial agar dapat menghasilkan transaksi dagang bagi para pelaku ekspor, khususnya UKM.
Baca Juga:
Advokat PDIP Bakal Bersaksi di Sidang Suap Wahyu Setiawan KPU