Dewan Pers Siap Usul Ganti Hari Pers Nasional ke Jokowi, Ini Syaratnya

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 21 April 2018
Dewan Pers Siap Usul Ganti Hari Pers Nasional ke Jokowi, Ini Syaratnya

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo (kanan).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Pers menyatakan akan memfasilitasi untuk berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Sekretaris Negara (Setneg) untuk mengganti peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang saat ini jatuh setiap 9 Februari dengan syarat mendapat persetujuan dari semua organisasi wartawan yang ada di Indonesia.

"Kalau ada kesepakatan, Dewan Pers akan memfasilitasi mengundang konstituen yang lain untuk bertemu. Kalau semua setuju, Dewan Pers bisa memfasilitasi untuk berkomunikasi dengan pihak Istana, dalam hal ini melalui Setneg," kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Jakarta, kemarin.

Konstituen yang dimaksud Dewan Pers meliputi Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Serikat penerbit Pers (SPS), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), dan Persatuan radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

hari pers

Menurut Yosep, sampai saat ini yang sudah mengajukan usulan perubahan tanggal HPN baru datang dari AJI dan IJTI. Dewan Pers sudah sempat melakukan audiensi dengan kedua organisasi wartawan itu pada Rabu (18/4) lalu. Pertemuan itu, lanjut dia, baru sebatas mendengarkan masukan dari konstituen, sehingga belum ada keputusan atas usulan yang dilayangkan AJI dan IJTI.

AJI dan IJTI mengusulkan perubahan tanggal HPN karena berpandangan pemakaian tanggal 9 Februari menimbulkan kesan hari itu peringatan untuk satu organisasi wartawan, yakni hari lahir Persatuan Wartawan Indonesi (PWI). Mereka beralasan tanggal 9 Februari bukan hari lahir pers yang bisa diperingati semua insan pers Indonesia.

HPN yang biasa diperingati setiap 9 Februari itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, yang dasar hukumnya memakai Undang-undang Nomor 21 Tahun 1982. UU Nomor 21 Tahun 1982 itu kini tidak berlaku lagi setelah lahirnya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"HPN itu dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden. Yang bisa mengubah HPN itu presiden sendiri, mengubah Keppres-nya. Tidak ada orang lain yang (bisa) mengubah. Perubahan bisa dilakukan kalau tiga organisasi wartawan yang sedang ribut-ribut soal HPN itu bisa bersekutu, kemudian bersepakat menunjuk HPN (yang baru)," tutur Stanley, sapaan akrab Ketua Dewan Pers itu.

Dewan Pers
Gedung Dewan Pers.

Lebih jauh, Stanley menegaskan rumor yang berkembang ke masyarakat tentang perubahan HPN tidak utuh, sehingga menimbulkan kegaduhan. Atas hal itu, lanjut dia, Dewan Pers menegaskan belum melakukan pembahasan perubahan tanggal HPN.

Sementara itu, Wakil ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar menambahkan dari catatan pertemuan kemarin PWI dengan tegas tak ingin mengubah HPN yang jatuh pada tanggal 9 Februari. Artinya, lanjut dia, Rapat Pleno Dewan Pers kemungkinan besar memutuskan takkan ada pergantian HPN, karena tidak didukung semua organisasi pers yang ad

Menurut Ahmad, Dewan Pers lebih fokus mewujudkan eksistensi diri wartawan sebagai profesional ketimbang meributkan tentang perubahan tanggal HPN. "Jadi kalau merujuk pada pertemuam yang kemarin rasanya bukan hal yang sangat urgent mempersoalkan perubahan HPN," tegas dia. (Asp)

#Dewan Pers #Hari Pers Nasional #Aliansi Jurnalis Independen #PWI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Aspek keselamatan perlu jadi bagian penting dalam setiap perencanaan peliputan, terutama ketika wartawan harus bekerja di lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Berita Foto
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan refleksi saat doa bersama dan aksi solidaritas di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Indonesia
Insiden Jurnalis Hilang di Kawasan Anak Krakatau, Dewan Pers: tak Ada Berita Seharga Nyawa
Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam peliputan, terutama ketika jurnalis bekerja di wilayah yang tengah dilanda bencana.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Insiden Jurnalis Hilang di Kawasan Anak Krakatau, Dewan Pers: tak Ada Berita Seharga Nyawa
Indonesia
HUT Ke-4 Iwakum Tegaskan Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Solidaritas Jurnalis
Iwakum memperingati HUT ke-4 dengan menegaskan pentingnya menjaga kemerdekaan pers, memperkuat solidaritas jurnalis, serta mendorong perlindungan hukum bagi wartawan di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 01 Agustus 2026
HUT Ke-4 Iwakum Tegaskan Komitmen Jaga Kemerdekaan Pers dan Solidaritas Jurnalis
Indonesia
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Advokat Prabu Sutisna mengimbau tokoh publik lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan agar tidak memicu polemik di masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 28 Juli 2026
Advokat Prabu Sutisna Imbau Tokoh Publik Jaga Persatuan, Sampaikan Pengaduan ke Bareskrim Polri
Indonesia
Alasan Ketum PWI Cabut Laporan Polisi Hotman Paris Setelah Maksi Bareng Dasco
Ketua Umum PWI Akhmad Munir memastikan laporan polisi terhadap Hotman Paris dicabut setelah pertemuan damai difasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Alasan Ketum PWI Cabut Laporan Polisi Hotman Paris Setelah Maksi Bareng Dasco
Indonesia
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
AJI mendesak Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta maaf usai menyebut wartawan sebagai Londo Ireng.
Soffi Amira - Sabtu, 25 Juli 2026
Kejagung Resmi Tahan Febrie Adriansyah, Sebut Kasusnya Kriminalisasi
Indonesia
Hotman Paris tak Pusingkan Laporan ke Polisi soal Pencemaran Wartawan, Sebut hanya Perkataan dari Orang ke Orang
Hotman mengatakan pernyataan yang dia lontarkan itu ditujukan kepada perorangan. Bukan kepada organisasi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Hotman Paris tak Pusingkan Laporan ke Polisi soal Pencemaran Wartawan, Sebut hanya Perkataan dari Orang ke Orang
Indonesia
Dewan Pers Tegaskan Ketidaksenangan terhadap Pertanyaan Wartawan tak Boleh Berujung Penghinaan
Dewan Pers meminta seluruh pihak menghormati kerja jurnalistik dan menjaga etika saat berhadapan dengan media.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Dewan Pers Tegaskan Ketidaksenangan terhadap Pertanyaan Wartawan tak Boleh Berujung Penghinaan
Berita
PWI Gandeng Bank Jakarta Gelar Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Rano Karno Beri Dukungan Penuh
Anugerah Jurnalistik MHT 2026 resmi dibuka. PWI menggandeng Bank Jakarta sebagai sponsor.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
PWI Gandeng Bank Jakarta Gelar Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Rano Karno Beri Dukungan Penuh
Bagikan