Kesehatan

Dermatitis Seboroik Berbeda dengan Ketombe

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 25 Januari 2022
Dermatitis Seboroik Berbeda dengan Ketombe

Dermatitis Seboroik, penyakit ini hampir mirip dengan ketombean. (Foto: Pexels/Elemant5 Digital)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DERMATITIS Seboroik atau yang sering disebut dengan ketombe adalah gangguan kulit yang menyebabkan kulit menjadi gatal, bersisik, berketombe dan berwarna kemerahan. Sering juga disebut dengan craddle cap, seborhea, eksim seboroik dan psoriasis seboroik.

Tetapi Dermatitis Seboroik dan ketombe adalah dua hal yang berbeda. Jika ketombe bisa menyerang di kepala saja, dermatitis seboroik tidak hanya menyerang di kulit kepala namun bisa juga menyerang di tubuh bagian lain.

Baca Juga:

Atasi Love-Hate Relationship untuk Hidup Lebih Bahagia

sakit
Dermatitis seborik jika dibiarkan akan sangat menggangu. ( Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Penyakit ini bisa menyerang segala usia, baik bayi, anak- anak ataupun orang dewasa. Umumnya penyakit ini lebih sering terjadi pada pria dan orang orang yang memiliki tipe kulit berminyak. Penyebab umum dari penyakit ini sangat beragam, bisa dipicu karena stres, perubahan hormon atau penyakit, deterjen atau bahan kimia, cuaca dingin dan kering, ataupun efek dari mengkonsumsi obat-obatan.

Bersumber dari nationaleczema, Dr. Peter Lio, asisten Profesor Klinis Dermatologi dan Pediatrics di Fakultas Kedokteran Feinberg Universitas Northwestern mengatakan “Dermatitis seboroik tidak menular dan bukan alergi, meskipun beberapa alergi dapat menirunya.”

Dia pun melanjutkan “Dermatitis seboroik juga dapat tumpah tindih dengan dermatitis atopik terutama pada bayi. Kami melihat tumpang tindih ini bisa terjadi juga pada orang dewasa, dan biasanya pada dermatitis atopik yang lebih parah.”

Gejala dari dermatitis seboroik biasanya ditandai dengan kulit kemerahan atau gatal, kulit bersisik, timbul ketombe akibat kulit yang terkelupas, dan timbul ruam. Gejala ini akan semakin parah saat seseorang mengalami stres. Pada kasus tertentu biasanya akan disertai masalah kesehatan lain seperti jerawat, hirsutisme dan kebotakan yang disebut dengan Sindrom SAHA.

Pada bayi biasanya lebih mudah mengalami cradle cap, biasanya terjadi pada kulit kepala. Yakni mulai muncul sisik kuning atau coklat berkerak di kulit kepala bayi. Dermatitis seboroik bisa berkembang juga pada pantat bayi, yang biasa disalahartikan sebagai ruam popok. Biasanya akan hilang sebelum mereka berusia satu tahun, meskipun bisa saja kembali sebelum mereka mencapai masa pubertasnya.

Baca Juga:

Pentingnya Micellar Water untuk Rutinitas Perawatan Kulit

sakit
Mencuci kepala dan rambut dengan sampo anti ketombe bisa mengurangi rasa gatal yang timbul (Foto: Unsplash/ericklarregui)


Sementara pada orang dewasa, dermatitis seboroik bisa terbentuk pada kulit yang lebih berminyak. Selain pada kulit kepala, bisa juga muncul di sisi hidung, sekitar alis, belakang telinga, di tengah dada, punggung atas, ketiak bahkan area selangkangan. Kulit akan terasa menjadi lebih gatal atau terbakar. Kulit yang mengelupas tersebut biasanya berwarna putih atau kekuningan dan terlihat lembab atau berminyak.

Pengobatan untuk mengendalikannya bisa dilakukan dengan cara mencuci area yang terkena dengan menggunakan sampo anti ketombe, mengubah kebiasaan hidup menjadi lebih sehat, mengurangi stres, dan tidur yang cukup. Ini bertujuan untuk menghilangkan sisik, mengurangi rasa gatal, dan menenangkan peradangan yang menyebabkan kemerahan dan pembengkakan.

Sementara pada bayi biasanya menggunakan emolien seperti minyak mineral atau potrelium jelly untuk mengendurkan sisik. Perawatan yang cukup rumit biasanya terjadi pada orang dewasa karena membutuhkan perawatan berkelanjutan yang membantu mencegah kekambuhan.

Dermatitis seboroik bisa hilang dengan sendirinya, namun penyakit ini bisa muncul kembali. Kamu bisa mengontrolnya dengan perawatan kulit yang baik, seperti menggunakan sampo anti ketombe yang biasanya mengandung selenium sulfide, asam salisilat, sodium sulfasetamid, atau sulfur. Untuk menghilangkan peradangan di beberapa area, gunakan krim anti jamur, atau krim yang berfungsi melawan bakteri.

Jika kamu merasa bahwa penyakit ini semakin parah dan sangat mengganggu. Disarankan untuk mencari bantuan medis. (pid)

Baca Juga:

Apakah Memasak Menggunakan 'Air-Fryer' Lebih Sehat?

#Kesehatan #Kecantikan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Bagikan