Kesehatan

Apakah Memasak Menggunakan 'Air-Fryer' Lebih Sehat?

annehsannehs - Selasa, 25 Januari 2022
Apakah Memasak Menggunakan 'Air-Fryer' Lebih Sehat?

Yuk beralih ke air fryer. (Foto pixabay/RitaE)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

AIR fryer merupakan alat memasak yang berfungsi untuk menggoreng makanan tanpa minyak. Mesin ini pun telah hadir selama hampir sepuluh tahun, tetapi memang penggunaan air-fryer baru tenar selama beberapa waktu belakangan.

Secara umum, air fryer mampu membuat makanan goreng-gorengan memiliki rasa dan efek renyah yang serupa dengan makanan yang digoreng dengan minyak. Terdengar sehat, tetapi apakah air-fryer benar-benar baik untuk kesehatan?

Apakah air fryer lebih sehat? (Foto Proscenic).jpg
Apakah air fryer lebih sehat? (Foto: Proscenic)

Dikutip dari Eating Well, cara kerja mesin penggorengan dengan udara ini serupa dengan oven. Air fryer berisi keranjang penggorengan yang memungkinkan makanan mendapatkan panas dari semua sisi, sehingga membuatnya menjadi renyah. Alih-alih ditempatkan dengan minyak panas, makanan ini akan menjadi renyah dan garing karena terkena udara sangat panas yang bersirkulasi.

Baca juga:

Ingin Kamar Tidur Estetik nan Minimalis? Dekor dengan 3 Ide Ini

Dikutip dari Healthline, teknik ini akan menghasilkan reaksi kimia yang dikenal sebagai Maillard, yakni ketika asam amino dan gula yang berkurang karena udara yang panas. Ini juga menyebabkan perubahan warna dan rasa makanan.

Berbagai studi menunjukkan bahwa menggunakan air-fryer bisa membantu mengurangi kandungan lemak pada makanan. Menurut studi yang dipublikasikan di PubMed Central, menggunakan air-fryer mampu berdampak besar pada kesehatanmu dan menurunkan risiko penyakit jantung. Asupan lemak yang tinggi dari minyak sayur terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung dan peradangan di dalam tubuh.

Makanan diberikan udara panas dari segala sisi. (Foto pixabay/pexels)
Makanan diberikan udara panas dari segala sisi. (Foto pixabay/pexels)

Tidak hanya itu, mengganti teknik memasak dengan menggunakan air-fryer juga bisa menurunkan berat badan. Ini disebabkan karena makanan goreng-gorengan tidak hanya tinggi lemak, tetapi juga tinggi kalori yang membuat berat badan bertambah. Penggunaan air-fryer mampu menurunkan kalori, sehingga kamu bisa mempertahankan berat badan atau bahkan menurunkannya.

Sebuah penelitian di Spanyol yang melibatkan lebih dari 33 ribu orang dewasa membuktikan bahwa konsumsi makanan goreng-gorengan yang tinggi kalori meningkatkan risiko obesitas. Maka dari itu, air-frying mampu menurunkan risiko obesitas dengan menggoreng makanan tanpa minyak.

Hindari goreng-gorengan dengan minyak. (Foto pixabay/Joenomias)
Hindari goreng-gorengan dengan minyak. (Foto pixabay/Joenomias)

Air-fryer juga berfungsi mengurangi pembentukan senyawa berbahaya yang tercipta saat menggoreng dengan minyak, salah satunya adalah akrilamida. Akrilamida adalah senyawa yang terbentuk ketika makanan kaya karbohidrat dimasak dengan api panas. Senyawa ini berpotensi pada pengembangan kanker.

Jadi, apakah kamu sudah siap meninggalkan minyak goreng dan beralih ke air-fryer? (shn)

Baca Juga:

Mau Rambut Tebal, Lebat dan Hitam, Yuk Intip Tipsnya!

#Kesehatan #Hobi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan